Madrid, Spanyol – Sebuah malam yang tak terlupakan terukir di jantung ibu kota Spanyol, ketika raksasa sepak bola Eropa, Real Madrid, melibas tamunya, AS Monaco, dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan pertandingan Liga Champions. Laga yang digelar di stadion legendaris Santiago Bernabeu pada Rabu, 21 Januari 2026, bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan sebuah pernyataan dominasi yang menggetarkan. Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer di Bernabeu sudah terasa membara, dengan puluhan ribu pendukung Los Blancos yang haus akan kemenangan, menciptakan tekanan psikologis yang intens bagi tim tamu dari Principality of Monaco.
Real Madrid, yang tampil dengan formasi ofensif dan determinasi tinggi, tidak membuang waktu untuk menunjukkan kelasnya. Hanya dalam hitungan menit, tim asuhan Carlo Ancelotti (atau pelatih lain di tahun 2026, diasumsikan) langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan Monaco. Hasilnya, bintang lapangan, Kylian Mbappe, yang diisukan telah menjadi bagian integral dari skuat Los Blancos, berhasil memecah kebuntuan di menit ke-5. Gol pembuka ini lahir dari sebuah pergerakan tanpa bola yang cerdas, diikuti dengan umpan terobosan akurat dari lini tengah yang berhasil dimanfaatkan Mbappe dengan ketenangan luar biasa, menaklukkan penjaga gawang Monaco dengan tembakan mendatar ke sudut gawang. Keunggulan cepat ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi Madrid dan semakin membuat AS Monaco tertekan. Tidak puas dengan satu gol, Mbappe kembali menunjukkan insting predatornya. Pada menit ke-26, setelah skema serangan balik cepat yang brilian, di mana Vinicius Junior melakukan dribel memukau di sisi kiri sebelum melepaskan umpan silang mendatar, Mbappe dengan sigap menyambar bola di depan gawang, menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Dua gol cepat dari penyerang asal Prancis ini tidak hanya mengukuhkan dominasi Madrid di babak pertama, tetapi juga secara efektif meruntuhkan semangat juang tim tamu yang tampak kewalahan menghadapi gelombang serangan tanpa henti.


















