Dalam sebuah pertarungan sengit yang mengukuhkan dominasi di kancah bola voli nasional, Jakarta LavAni Livin Transmedia tampil perkasa dan sukses menaklukkan rival beratnya, Jakarta Bhayangkara Presisi, dengan skor telak 3–0 (25–19, 25–17, 25–21). Laga krusial ini tersaji pada lanjutan putaran kedua Proliga 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 5 Februari 2026. Kemenangan sempurna ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan LavAni, tetapi juga menjadi modal berharga dalam perburuan tiket menuju fase final four, sekaligus memberikan tekanan signifikan bagi tim Bhayangkara Presisi yang berupaya mempertahankan posisinya di papan atas klasemen.
Performa kolektif yang solid menjadi kunci utama keberhasilan Jakarta LavAni. Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, secara eksplisit menyoroti aspek menyerang dan bertahan di depan net sebagai faktor penentu. “Alhamdulillah kami bersyukur bisa mendapatkan kemenangan dan ini modal yang baik bagi kami. Jujur, teman-teman menunjukkan permainan terbaik saat menyerang dan melakukan block,” ungkap Erwin seusai pertandingan, sebagaimana dikutip dari Antara. Pernyataan ini menggarisbawahi efektivitas strategi tim dalam menekan lawan melalui serangan-serangan tajam yang sulit diantisipasi, serta pertahanan blokade yang kokoh, mampu meredam upaya serangan balik dari Bhayangkara Presisi. Kemenangan ini juga menegaskan posisi Jakarta LavAni yang semakin kokoh di puncak klasemen Proliga 2026 dengan catatan impresif enam kemenangan beruntun, sebuah rekor yang hampir tak tergoyahkan dan menempatkan mereka di ambang kepastian lolos ke final four.
Strategi Rotasi dan Evaluasi Mendalam Menuju Final Four
Di balik kemenangan dominan tersebut, Erwin Rusni mengungkapkan bahwa laga melawan Jakarta Bhayangkara Presisi juga menjadi ajang strategis bagi tim pelatih untuk melakukan rotasi pemain secara cermat. Langkah ini diambil dengan tujuan ganda: pertama, untuk memantau perkembangan dan adaptasi setiap penggawa dalam situasi pertandingan sesungguhnya; kedua, untuk memperluas opsi taktik dan formasi yang dapat diterapkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama saat menghadapi lawan dengan karakteristik berbeda atau dalam fase krusial seperti final four. Rotasi pemain bukan sekadar mengganti pemain, melainkan sebuah upaya sistematis untuk menjaga kebugaran, memberikan pengalaman bertanding kepada seluruh anggota tim, dan menemukan kombinasi terbaik yang bisa memaksimalkan potensi tim di setiap lini.
Meskipun performa tim secara keseluruhan memuaskan, Erwin Rusni mengakui bahwa strategi rotasi kemungkinan besar akan terus diterapkan di sisa musim ini. Namun demikian, ia juga tidak menampik bahwa masih ada sejumlah aspek yang memerlukan evaluasi dan pembenahan. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah komunikasi antarpemain, terutama di beberapa momen genting dalam pertandingan. Koordinasi yang sempurna antar pemain, baik saat menyerang maupun bertahan, sangat vital untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dan mempertahankan momentum. “Kami berharap momentum kemenangan ini bisa dijaga. Apalagi setiap daerah punya kondisi cuaca yang berbeda, ada yang hujan, ada yang panas. Itu juga jadi perhatian kami supaya anak-anak tetap bugar sampai fase final four,” tambahnya. Perhatian terhadap kondisi fisik pemain di tengah variasi cuaca yang ekstrem menunjukkan betapa detailnya persiapan LavAni, tidak hanya dari segi teknis tetapi juga manajemen kebugaran atlet untuk menjaga performa puncak hingga fase penentuan gelar.
Optimisme tinggi juga terpancar dari salah satu pemain kunci LavAni, Boy Arnes Arbi. Ia melihat kemenangan ini sebagai pijakan penting dan fundamental dalam perburuan prestasi musim ini. “Hasil yang bagus bagi kami, Insya Allah tren kemenangan terus berlanjut,” ucap Boy dengan penuh keyakinan. Pernyataan Boy Arnes Arbi mencerminkan mentalitas juara yang tertanam dalam skuad LavAni, yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan signifikan. Enam kemenangan beruntun telah menempatkan mereka pada posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamankan tempat di final four, sebuah target yang realistis mengingat konsistensi performa mereka sepanjang putaran kedua Proliga 2026. Momentum positif ini diharapkan dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, saat mereka melangkah menuju fase eliminasi yang lebih menantang.
Tantangan dan Pembenahan Jakarta Bhayangkara Presisi
Di sisi lain lapangan, kubu Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi kenyataan yang lebih pahit. Pelatih Reidel Toiran tidak menyembunyikan kekecewaannya dan menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan pembenahan menyeluruh. Ia secara jujur menilai bahwa kerja sama antarpemain masih belum berjalan maksimal, meskipun timnya terus berupaya keras untuk menemukan komposisi dan pola bermain terbaik. “Kami fokus membenahi performa permainan, terutama kerja sama sesama pemain,” kata Reidel. Penilaian ini mengindikasikan adanya celah dalam koordinasi tim, baik dalam transisi dari bertahan ke menyerang maupun dalam eksekusi strategi di lapangan. Pembenahan yang dimaksud kemungkinan besar akan mencakup latihan intensif untuk meningkatkan chemistry antar pemain, penyesuaian taktik, serta evaluasi individu untuk memastikan setiap pemain dapat berkontribusi optimal dalam sistem tim.
Meskipun kalah telak, Jakarta Bhayangkara Presisi masih bertahan di peringkat kedua klasemen sementara Proliga 2026 dengan 10 poin. Posisi ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki peluang besar untuk lolos ke final four, namun kekalahan dari LavAni ini menjadi peringatan keras. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas di laga-laga berikutnya untuk mengamankan posisi tersebut. Tekanan akan semakin meningkat, dan kemampuan mereka untuk bangkit dari kekalahan ini serta memperbaiki kelemahan-kelemahan yang teridentifikasi akan menjadi kunci keberhasilan mereka di sisa kompetisi. Pertandingan melawan LavAni menjadi cermin yang jelas bagi Bhayangkara Presisi untuk mengidentifikasi area-area krusial yang membutuhkan perbaikan segera, demi menjaga asa mereka dalam persaingan menuju gelar juara Proliga 2026.
Pilihan Editor: Bagaimana Manchester United Bangkit di Bawah Michael Carrick
Pilihan Editor: Rahasia Lompatan Bersejarah Indonesia di Piala Asia Futsal

















