Kancah sepak bola Eropa kembali memanas dengan gelaran Liga Champions, di mana tiga raksasa Premier League, Chelsea, Liverpool, dan Newcastle United, berhasil mencatatkan performa gemilang pada laga ketujuh fase liga. Ketiga tim ini sukses meraih kemenangan meyakinkan dengan catatan clean sheet atau tanpa kebobolan, sebuah indikator solidnya pertahanan sekaligus ketajaman lini serang mereka. Pertandingan-pertandingan yang berlangsung pada Kamis dinihari WIB, 22 Januari 2026, ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga secara signifikan memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara, menempatkan ketiganya dalam delapan besar dan membuka lebar peluang untuk lolos langsung ke babak 16 besar. Hasil ini, yang dirangkum dari laporan mendalam UEFA dan Sky Sports, menggambarkan dinamika persaingan ketat di kompetisi paling elite antar klub Eropa.
Chelsea Amankan Kemenangan Krusial dalam Debut Rosenior
Chelsea berhasil menumbangkan Pafos dengan skor tipis 1-0 dalam laga kandang yang berlangsung di hadapan ribuan pendukung setia mereka di Stamford Bridge, London. Atmosfer stadion yang membara menjadi saksi bisu perjuangan The Blues yang berupaya keras memecah kebuntuan. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh gelandang jangkar andalan, Moises Caicedo, melalui sebuah sundulan terarah yang tak mampu diantisipasi kiper lawan. Momen krusial ini terjadi dari sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi dengan cermat, menunjukkan efektivitas Chelsea dalam memanfaatkan bola mati. Tambahan tiga poin dari pertandingan ini memiliki dampak signifikan bagi posisi The Blues di klasemen sementara Liga Champions. Mereka kini menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 13 poin, sebuah posisi yang memberikan harapan besar untuk bisa melaju langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui jalur playoff. Namun, perjalanan mereka masih belum usai. Penentu nasib mereka akan ditentukan pada laga terakhir babak liga pekan depan, di mana mereka harus menghadapi tantangan berat dari tim kuat Italia, Napoli. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan strategi Chelsea.
Kemenangan ini juga menjadi catatan manis dan awal yang menjanjikan dalam debut Liam Rosenior sebagai pelatih kepala Chelsea di ajang Liga Champions. Pelatih asal Inggris ini baru saja mengambil alih kemudi The Blues sejak 7 Januari 2026, menggantikan Enzo Maresca yang dipecat secara mendadak pada 1 Januari 2026. Pergantian pelatih di tengah musim selalu membawa tantangan tersendiri, namun Rosenior berhasil membuktikan sentuhan awalnya dengan meraih hasil positif di panggung Eropa yang prestisius. Debut yang sukses ini tentu saja sedikit meredakan tekanan yang menyelimuti klub setelah periode yang kurang stabil, sekaligus memberikan optimisme baru bagi para pemain dan penggemar menjelang paruh kedua musim.
Liverpool Pesta Gol di Markas Marseille, Salah Kembali Beraksi
Liverpool menunjukkan dominasi mereka saat melakoni laga tandang ke markas Marseille, Stade Vélodrome, dengan mengemas tiga poin penuh melalui kemenangan meyakinkan 0-3. Hasil impresif ini mengatrol posisi tim asuhan Arne Slot naik ke peringkat keempat klasemen Liga Champions dengan perolehan 15 poin, secara signifikan memperlebar peluang mereka untuk bisa langsung melenggang ke babak 16 besar tanpa hambatan. Kemenangan ini juga menegaskan ambisi The Reds untuk melaju jauh di kompetisi ini.
Gol pertama The Reds lahir dari kaki gelandang serang lincah, Dominik Szoboszlai, melalui sebuah tendangan bebas spektakuler menjelang berakhirnya babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+1. Eksekusi tendangan bebas yang akurat ini tidak hanya memecah kebuntuan tetapi juga memberikan momentum psikologis yang besar bagi Liverpool sebelum turun minum. Keunggulan Liverpool kemudian diperlebar oleh sebuah gol bunuh diri yang tidak menguntungkan bagi kiper Marseille, Geronimo Rulli. Insiden ini terjadi ketika bek sayap lincah, Jeremie Frimpong, melakukan penetrasi brilian melewati beberapa pemain di kotak penalti Marseille, lalu melepaskan umpan silang mendatar yang kemudian secara tidak sengaja dibelokkan oleh Rulli ke gawangnya sendiri. Sebuah momen yang menggambarkan tekanan intens dari serangan Liverpool. Pemain pengganti, Cody Gakpo, yang masuk di babak kedua, berhasil menambah keunggulan timnya pada menit-menit akhir pertandingan. Ia mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil menyarangkan bola dengan tenang, memanfaatkan umpan terukur dan visioner dari Ryan Gravenberch, sekaligus mengunci kemenangan telak bagi Liverpool.
Laga ini juga menjadi sorotan karena menandai kembalinya Mohamed Salah sebagai starter untuk pertama kalinya sejak wawancara eksplosifnya pada Desember lalu yang menimbulkan banyak spekulasi dan keraguan tentang masa depannya di Anfield. Penyerang asal Mesir itu baru saja kembali memperkuat tim setelah memimpin tim nasional negaranya meraih posisi keempat di Piala Afrika 2025. Kehadiran Salah di lini serang tentu saja menambah dimensi baru bagi serangan Liverpool, meskipun ia belum mencetak gol di laga ini. Pertandingan terakhir babak liga akan menjadi penentu bagi Liverpool, di mana mereka akan bermain di kandang sendiri, Anfield, menjamu Qarabag FK pada pekan depan. Dukungan penuh dari Kopites diharapkan mampu mengantar mereka meraih tiket langsung ke fase gugur.
Newcastle Hantam PSV 3-0, Guimaraes Cedera
Newcastle United berhasil mencatatkan kemenangan impresif dengan skor identik 3-0, sama seperti Liverpool, ketika mereka menjamu PSV Eindhoven di markas kebanggaan mereka, St James’ Park. Hasil positif ini membawa The Magpies melesat naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara, menempatkan mereka satu tingkat di atas Chelsea, meskipun dengan perolehan poin yang sama, yaitu 13. Kemenangan ini menjadi modal yang sangat penting dan dorongan moral yang besar bagi skuad asuhan Eddie Howe sebelum mereka menghadapi tantangan berat dalam laga tandang melawan juara bertahan, Paris Saint-Germain, pada pekan terakhir babak liga. Pertandingan tersebut dipastikan akan menjadi partai penentu nasib mereka, mengingat PSG saat ini berada satu tingkat di atas Newcastle dengan perolehan poin yang juga sama, 13.
Pesta gol Newcastle dibuka oleh Yoane Wissa pada menit kedelapan pertandingan. Gol ini bermula dari sebuah kesalahan fatal kiper PSV, Matej Kovar, yang tendangan gawangnya langsung mengarah ke Bruno Guimaraes. Gelandang Brasil itu dengan cepat mengirimkan umpan kepada rekan senegaranya, Joelinton, yang kemudian memberikan assist matang kepada Wissa untuk diselesaikan menjadi gol pembuka Newcastle. Keunggulan Newcastle kemudian diperlebar berkat kesalahan lain dari pemain PSV. Yarek Gasiorowski menjadi pemain yang melakukan blunder berikutnya ketika umpan baliknya yang kurang akurat berhasil disambar oleh Wissa. Dengan sigap, Wissa mengoper bola kepada Anthony Gordon yang tidak menyia-nyiakan peluang untuk mencetak gol kedua bagi timnya, membawa The Magpies unggul 2-0 di babak pertama. Gol tambahan di babak kedua dicetak oleh Harvey Barnes pada menit ke-65. Ia melepaskan tendangan keras dan akurat ke sudut gawang setelah menerima umpan matang, memperbesar keunggulan menjadi 3-0 dan mengunci kemenangan telak bagi Newcastle.
Namun, kemenangan gemilang ini sedikit tercoreng oleh insiden cedera yang menimpa kapten sekaligus jenderal lapangan tengah Newcastle, Bruno Guimaraes. Ia harus ditandu keluar lapangan pada akhir babak pertama setelah mendarat dalam posisi pergelangan kaki yang tidak tepat. Cedera ini tentu saja menjadi kekhawatiran besar bagi Eddie Howe dan seluruh tim, mengingat peran vital Guimaraes dalam skema permainan Newcastle, terutama menjelang pertandingan krusial melawan PSG. Kehilangan pemain sekaliber dirinya bisa berdampak signifikan pada kekuatan tim.
Ketiga kemenangan clean sheet ini menggarisbawahi kekuatan dan kedalaman tim-tim Premier League di kancah Eropa. Chelsea, Liverpool, dan Newcastle kini berada dalam posisi yang menguntungkan, namun laga terakhir fase liga akan menjadi penentu sejati siapa yang berhak melaju langsung ke babak 16 besar dan siapa yang harus berjuang lebih keras melalui jalur playoff. Persaingan di Liga Champions selalu menyajikan drama dan ketegangan hingga menit-menit akhir, dan musim ini tidak terkecuali.
Pilihan Editor: Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Jaga Rekor Sempurna di Liga Champions


















