Panggung Liga Europa 2025/2026 semakin memanas seiring tuntasnya rangkaian babak playoff knockout pada Jumat (27/2/2026) dini hari WIB. Sebanyak 16 tim kini telah memastikan diri melangkah ke fase gugur utama, siap bersaing memperebutkan tiket menuju partai puncak yang akan digelar di Stadion Beşiktaş, Istanbul. Format baru kompetisi ini menyajikan persaingan yang lebih ketat, di mana delapan tim teratas dari fase grup secara otomatis lolos ke babak 16 besar, sementara delapan tim lainnya harus berjuang melalui babak playoff untuk menyusul. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan dramatis beberapa tim yang berhasil mengamankan tempat di babak krusial ini, termasuk sorotan terhadap penampilan pemain keturunan Indonesia, Calvin Verdonk, bersama klubnya, Lille, serta analisis mendalam mengenai tim-tim lain yang juga menunjukkan performa impresif dalam fase playoff yang penuh kejutan.
Perjuangan Dramatis Lille dan Kiprah Calvin Verdonk
Salah satu cerita paling menonjol dari babak playoff Liga Europa 2025/2026 adalah keberhasilan klub asal Prancis, Lille, yang diperkuat oleh pemain Tim Nasional Indonesia, Calvin Verdonk, menembus babak 16 besar. Lille berhasil membalikkan keadaan melawan wakil Serbia, Crvena Zvezda (Red Star Belgrade), dengan kemenangan agregat 2-1. Setelah menelan kekalahan tipis 0-1 di leg pertama, Lille menunjukkan determinasi luar biasa di leg kedua yang digelar di Stadion Rajko Mitic. Pertandingan ini harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu, di mana Lille akhirnya mengunci kemenangan 2-0 berkat gol-gol dari Olivier Giroud pada menit ke-4 dan Nathan Ngoy pada menit ke-99. Kemenangan ini tidak hanya membalaskan kekalahan di leg pertama, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara tim yang dipimpin oleh pelatih Paulo Fonseca.
Calvin Verdonk, yang merupakan bek kiri berusia 28 tahun, memainkan peran penting dalam kemenangan krusial ini. Ia masuk ke lapangan pada menit ke-106, menggantikan Romain Perraud. Meskipun waktu bermainnya terbatas di babak tambahan, kontribusinya dalam membantu tim mempertahankan keunggulan 2-0 patut diapresiasi. Data dari Sofascore mencatat bahwa Verdonk berhasil melakukan dua sapuan krusial, dua kali memulihkan bola, menyentuh bola sebanyak 11 kali, dan melepaskan sembilan operan dengan akurasi 56 persen selama berada di lapangan. Laga ini menjadi penampilan ke-22-nya bersama Lille di musim ini, menandakan posisinya yang semakin penting dalam skuad. Di babak 16 besar, Lille akan dihadapkan pada ujian yang lebih berat, berpotensi bertemu dengan salah satu dari dua tim kuat yang menghuni posisi dua teratas, yaitu Olympique Lyon atau Aston Villa, yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di fase gugur.
Tim-tim Lain yang Mengamankan Tiket ke Babak 16 Besar
Selain Lille, beberapa tim lain juga berhasil mengukir sejarah di babak playoff. Nottingham Forest, wakil dari Inggris, menunjukkan ketahanan luar biasa meskipun harus menelan kekalahan 1-2 dari Fenerbahce di leg kedua yang digelar di City Ground. Berbekal keunggulan agregat 4-2 yang mereka raih berkat kemenangan 3-0 di leg pertama, kekalahan di kandang sendiri tidak mampu menggagalkan langkah mereka ke babak 16 besar. Fenerbahce sempat unggul melalui dua gol Kerem Akturkoglu (menit ke-22 dan penalti menit ke-47), namun Callum Hudson-Odoi berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-68, memastikan agregat tetap berpihak pada Forest.
Tim asal Jerman, Stuttgart, juga mengikuti jejak Forest. Mereka harus mengakui keunggulan Celtic dengan skor 0-1 di leg kedua yang berlangsung di Mercedes-Benz Arena, melalui gol cepat Luke McCowan pada menit pertama. Namun, kemenangan telak 4-1 yang mereka raih di leg pertama di Celtic Park pekan sebelumnya sudah cukup untuk memastikan mereka lolos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 4-2. Ini menunjukkan pentingnya performa solid di kedua leg pertandingan playoff.
Kejutan lainnya datang dari Panathinaikos, tim yang dilatih oleh Rafael Benitez. Mereka menjadi satu-satunya tim yang berhasil lolos melalui drama adu penalti. Pertandingan melawan tim lawan berakhir dengan skor imbang 1-1 baik di waktu normal maupun babak tambahan di Doosan Arena, membuat agregat menjadi 3-3. Adu penalti pun harus digelar, dan Panathinaikos keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 setelah tendangan Cheick Souare dari tim lawan tidak menemui sasaran. Kemenangan ini menegaskan bahwa dalam sepak bola, ketenangan di bawah tekanan bisa menjadi kunci keberhasilan.
Format Baru dan Daftar Lengkap Tim 16 Besar
Seiring dengan format baru Liga Europa 2025/2026 yang telah diperkenalkan, babak 16 besar akan mempertemukan delapan tim yang lolos otomatis dari fase grup dengan delapan tim yang berjuang keras melalui babak playoff. Delapan tim yang lolos otomatis berdasarkan posisi mereka di klasemen grup adalah Lyon, Aston Villa, Midtylland, Real Betis, Porto, Braga, Freiburg, dan AS Roma. Sementara itu, delapan tim yang berhasil mengamankan tiket dari babak playoff adalah Panathinaikos, Genk, Nottingham Forest, Bologna, Celta Vigo, Ferencvaros, Lille, dan Stuttgart. Undian untuk menentukan pertandingan babak 16 besar dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat malam, yang diprediksi akan menghasilkan beberapa duel menarik dan penuh gengsi di antara klub-klub terbaik Eropa. Aturan terbaru yang tidak lagi memberlakukan gol tandang sebagai penentu agregat semakin menambah elemen ketidakpastian dan strategi dalam setiap pertandingan.

















