Lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema dengan megah di Nimibutr Stadium, Bangkok, saat tim bulu tangkis Merah Putih mengukir sejarah gemilang pada partai puncak turnamen Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026 yang berlangsung hari Minggu, 1 Februari 2026. Dalam ajang bergengsi kategori BWF World Tour Super 300 ini, Indonesia menunjukkan dominasi absolut dengan menyapu bersih empat dari lima gelar juara yang diperebutkan, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama bulu tangkis di kawasan Asia. Keberhasilan ini diraih melalui perjuangan enam wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final, di mana dua sektor di antaranya menyajikan skenario All Indonesian Final, memastikan gelar juara sudah terkunci bagi skuad Garuda bahkan sebelum pertandingan dimulai. Dengan total hadiah mencapai USD 250.000, turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi kombinasi pemain senior dan talenta muda Indonesia dalam menghadapi tekanan di kancah internasional.
Perjuangan merebut takhta juara diawali dengan performa luar biasa dari sektor ganda putri melalui pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Menghadapi wakil kuat asal China, Bao Li Jing/Li Yi Jing, Amallia/Fadia dipaksa bermain ekstra keras dalam pertandingan dramatis yang berlangsung selama tiga gim. Pada gim pertama, pasangan Indonesia sempat kesulitan mengembangkan permainan dan harus merelakan keunggulan kepada lawan dengan skor 15-21. Namun, mentalitas juara berbicara di gim kedua; Amallia/Fadia melakukan penyesuaian taktik yang signifikan dengan mempercepat tempo serangan dan memperkokoh pertahanan, sehingga mampu membalas dengan kemenangan 21-15. Memasuki gim penentuan, ketegangan memuncak saat kedua pasangan saling kejar-mengejar angka. Dengan ketenangan yang luar biasa di poin-poin kritis, Amallia/Fadia akhirnya menyudahi perlawanan ganda China tersebut dengan skor 21-18, sekaligus mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia di turnamen ini.
Dominasi Mutlak dan Skenario All Indonesian Final di Sektor Ganda
Kejayaan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra yang mempertemukan dua pasangan terbaik tanah air di partai puncak. Pasangan unggulan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana berhadapan dengan junior mereka yang tampil mengejutkan sepanjang turnamen, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pengalaman dan kematangan bermain Leo/Bagas terlihat jelas sejak awal gim pertama, di mana mereka mendominasi area depan net dan melancarkan smes-smes keras yang sulit dikembalikan oleh Raymond/Nikolaus, hingga gim pertama berakhir dengan skor telak 21-10. Memasuki gim kedua, Raymond/Nikolaus mencoba memberikan perlawanan lebih sengit dengan memperpanjang durasi reli, namun Leo/Bagas tetap tampil disiplin dan konsisten. Pertandingan akhirnya ditutup dengan skor 21-17 untuk kemenangan Leo/Bagas. Gelar ini menjadi bukti bahwa regenerasi di sektor ganda putra Indonesia tetap berjalan beriringan dengan prestasi para pemain yang lebih senior.
Sektor ganda campuran juga tidak mau ketinggalan dalam menyumbangkan prestasi melalui laga sesama wakil Indonesia lainnya. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus berhadapan dengan pasangan senior-junior, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Pertandingan ini berlangsung sangat ketat dan menguras fisik serta emosi penonton. Bobby/Melati sempat memimpin setelah memenangi gim pertama yang sengit dengan skor 21-18. Namun, Adnan/Indah menunjukkan daya juang yang luar biasa di gim kedua, mereka berhasil memaksakan rubber game setelah menang tipis 21-19. Di gim ketiga, stamina dan fokus menjadi kunci utama. Adnan/Indah yang tampil lebih agresif di paruh akhir gim berhasil memanfaatkan celah di pertahanan lawan dan menutup pertandingan dengan skor 21-17. Kemenangan ini sangat berarti bagi Adnan/Indah sebagai pembuktian eksistensi mereka di jajaran elit ganda campuran dunia.
Kebangkitan Tunggal Putra dan Catatan Sektor Tunggal Putri
Puncak kegembiraan kontingen Indonesia terjadi di sektor tunggal putra melalui penampilan heroik pemain muda berbakat, Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed. Menghadapi wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, Ubed harus bertarung melawan tekanan ribuan pendukung Thailand yang memadati Nimibutr Stadium. Pertandingan ini berjalan sangat alot dengan reli-reli panjang yang melelahkan. Ubed berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-19, namun Teeraratsakul bangkit di gim kedua dan memenangi deuce yang sangat menegangkan dengan skor 22-20. Pada gim penentuan, Ubed sempat tertinggal di awal, tetapi berkat instruksi pelatih dan ketahanan mental yang kuat, ia mampu membalikkan keadaan. Dengan penempatan bola yang akurat dan serangan yang tajam, Ubed akhirnya mengunci kemenangan 21-19, memastikan Indonesia membawa pulang empat gelar juara sekaligus menyandang status sebagai juara umum Thailand Masters 2026.
Satu-satunya sektor yang gagal dikuasai oleh Indonesia adalah tunggal putri. Gelar juara di nomor ini diraih oleh wakil India, Devika Sihag. Kemenangan Devika didapatkan dalam situasi yang kurang ideal bagi dunia olahraga, di mana lawannya asal Malaysia, Goh Jin Wei, terpaksa mengundurkan diri (retired) di tengah pertandingan karena mengalami cedera yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Meskipun demikian, keberhasilan India mencuri satu gelar tidak menggoyahkan dominasi total Indonesia di turnamen ini. Keberhasilan memborong empat gelar juara ini menjadi modal yang sangat berharga bagi tim bulu tangkis Indonesia untuk menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya dalam kalender BWF, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para atlet dalam mengejar poin kualifikasi turnamen internasional lainnya.
Secara keseluruhan, hasil di Thailand Masters 2026 ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan atlet yang dilakukan oleh PBSI mulai membuahkan hasil yang merata di hampir seluruh sektor. Keberhasilan para pemain muda seperti Zaki Ubaidillah dan pasangan Adnan/Indah dalam mengatasi tekanan di partai final menjadi catatan positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia. Publik bulu tangkis tanah air kini menaruh harapan besar agar konsistensi performa ini dapat terus terjaga, terutama saat menghadapi turnamen dengan level yang lebih tinggi seperti Super 500, Super 750, hingga Super 1000 mendatang.
Rekapitulasi Hasil Final Thailand Masters 2026
| Sektor | Juara | Runner-Up | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| Ganda Putri | Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva (INA) |

















