Persija Jakarta sukses mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri, Jakarta International Stadium (JIS), pada Jumat (20/2/2026), setelah menaklukkan tamunya, PSM Makassar, dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Macan Kemayoran di papan atas klasemen, tetapi juga menjadi bukti ketangguhan mereka menghadapi tekanan dari tim Juku Eja. Gol pembuka dari Alaaeddine Ajaraie di menit ke-30 berhasil diimbangi oleh PSM Makassar melalui gol Sheriddin Boboev pada menit ke-37, sebelum Maxwell Souza memastikan kemenangan Persija melalui golnya di menit ke-67. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi saksi determinasi kedua tim dalam meraih hasil maksimal, sekaligus memberikan gambaran mengenai peta persaingan di liga musim ini.
Pertarungan antara Persija Jakarta dan PSM Makassar di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama yang memikat di hadapan ribuan pendukung yang memadati Jakarta International Stadium (JIS). Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi, saling jual beli serangan demi membuka keunggulan. Persija Jakarta, yang bertindak sebagai tuan rumah, tampil penuh percaya diri, memanfaatkan dukungan penuh dari suporter untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, PSM Makassar juga tidak tinggal diam, berusaha memberikan perlawanan sengit dan mencari celah di lini pertahanan Persija.
Momen krusial pertama pecah pada menit ke-30. Melalui sebuah skema serangan yang terorganisir dengan baik, Persija Jakarta berhasil memecah kebuntuan. Alaaeddine Ajaraie menjadi pahlawan di menit ini, mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah sundulan mematikan yang tak mampu diantisipasi oleh penjaga gawang PSM Makassar. Gol ini disambut gegap gempita oleh para pemain Persija dan suporter, memberikan energi tambahan bagi tim tuan rumah untuk terus menekan. Keunggulan 1-0 ini membuat Persija semakin bersemangat untuk menambah pundi-pundi gol mereka.
Namun, keunggulan Persija tidak bertahan lama. PSM Makassar menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-37, tim Juku Eja berhasil menyamakan kedudukan. Sheriddin Boboev, dengan ketenangannya di depan gawang, berhasil memanfaatkan peluang yang ada untuk mencetak gol balasan. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Persija, yang sebelumnya berupaya menjaga keunggulan hingga jeda turun minum. Skor imbang 1-1 ini membuat pertandingan semakin terbuka dan menegangkan di babak kedua.
Gol Penentu Maxwell Souza dan Dampaknya pada Klasemen
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali berjuang keras untuk meraih keunggulan. Persija Jakarta, yang tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, meningkatkan intensitas serangan mereka. Pelatih Persija melakukan beberapa pergantian taktis untuk memberikan angin segar di lini serang. Upaya keras Macan Kemayoran akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Maxwell Souza, dengan akselerasi dan penyelesaian akhir yang dingin, berhasil membobol gawang PSM Makassar untuk kedua kalinya. Gol ini menjadi gol penentu kemenangan Persija dan disambut dengan luapan kegembiraan yang luar biasa.
Kemenangan ini memiliki implikasi signifikan bagi posisi Persija Jakarta di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Dengan tambahan tiga poin, Persija berhasil merangkak naik ke posisi kedua klasemen, mengoleksi total 47 poin. Peningkatan peringkat ini menunjukkan konsistensi performa Persija dalam beberapa pertandingan terakhir dan menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini. Di sisi lain, kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 23 poin. Hasil ini juga menandai kekalahan kedua beruntun bagi PSM Makassar, yang tentunya menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Tomas Trucha untuk segera bangkit di pertandingan selanjutnya.
Analisis Pertandingan dan Prospek ke Depan
Pertandingan antara Persija Jakarta dan PSM Makassar ini dapat dianalisis dari berbagai sudut pandang. Dari sisi Persija, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan atau menyamakan kedudukan. Kemitraan antara Alaaeddine Ajaraie dan Maxwell Souza di lini depan terbukti efektif, sementara soliditas pertahanan juga patut diapresiasi. Keberhasilan mencetak gol di menit-menit krusial, seperti gol penentu dari Souza, menunjukkan mentalitas juara yang dimiliki tim Macan Kemayoran.
Sementara itu, bagi PSM Makassar, kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga. Meskipun mampu memberikan perlawanan sengit dan mencetak gol balasan, konsistensi di lini pertahanan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi area yang perlu segera dibenahi. Tim Juku Eja harus segera menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin memperbaiki posisi di klasemen dan bersaing di papan atas. Dengan sisa pertandingan yang ada, setiap poin menjadi sangat berharga, dan PSM Makassar perlu segera merespons hasil minor ini dengan penampilan yang lebih meyakinkan di laga-laga mendatang.

















