Pertandingan antara Real Madrid dan Levante pada babak penyisihan grup menunjukkan intensitas yang tinggi sejak awal laga, namun kebuntuan skor 0-0 masih belum terpecahkan hingga menit-menit krusial menjelang jeda. Salah satu peluang emas yang tercipta datang dari kubu Real Madrid melalui sundulan tajam Gonzalo Garcia. Berdiri di posisi strategis di area tiang jauh, Garcia berhasil menyambut umpan silang dengan baik. Namun, eksekusinya yang terukur masih belum cukup untuk menaklukkan penjaga gawang lawan. Kecepatan bola yang dihasilkan dari sundulan tersebut dinilai terlalu pelan, memberikan waktu bagi kiper Levante untuk melakukan penyelamatan yang relatif mudah. Momen ini menjadi gambaran betapa ketatnya pertahanan kedua tim dan efektivitas lini serang yang masih perlu diasah lebih lanjut.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-42, giliran tim tamu Levante yang mencoba menggetarkan jala gawang Real Madrid. Peluang tersebut lahir dari situasi tendangan bebas yang dieksekusi oleh Pablo Martinez. Dengan posisi yang menguntungkan, Martinez melepaskan tembakan keras yang diarahkan langsung ke gawang. Namun, dewi fortuna belum berpihak pada Levante. Bola hasil sepakan bebas Martinez tersebut sayangnya masih melenceng tipis dari sasaran. Tendangan yang memiliki potensi besar tersebut akhirnya hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Real Madrid, mempertahankan keunggulan defensif mereka di momen krusial tersebut. Kegagalan ini menegaskan kembali bahwa kedua tim sama-sama berjuang keras untuk membuka keunggulan, namun lini pertahanan yang solid dan sedikit keberuntungan menjadi faktor penentu.
Analisis Taktis dan Susunan Pemain Awal
Pertandingan ini menampilkan formasi yang menarik dari kedua tim, mencerminkan strategi yang berbeda dalam menghadapi lawan. Real Madrid, di bawah asuhan pelatih Alvaro Arbeloa, mengusung formasi 4-3-3 yang agresif. Formasi ini mengandalkan tiga penyerang untuk memberikan tekanan konstan kepada pertahanan lawan, didukung oleh tiga gelandang yang bertugas mengontrol jalannya permainan dan mendistribusikan bola. Lini pertahanan empat orang menjadi benteng kokoh di belakang, siap meredam setiap serangan balik dari Levante. Keberadaan pemain-pemain muda berbakat dalam susunan pemain menunjukkan ambisi Real Madrid untuk memadukan pengalaman dan energi segar.
Di sisi lain, Levante, yang dikomandoi oleh pelatih Luis Manuel Ferreira, memilih formasi 4-2-3-1. Formasi ini menekankan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Dua gelandang bertahan bertugas untuk meredam serangan lawan di lini tengah, sementara tiga gelandang serang di belakang striker tunggal bertugas untuk menciptakan peluang dan memberikan suplai bola matang. Formasi ini memungkinkan Levante untuk bermain lebih disiplin di lini tengah dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap mereka untuk melakukan serangan balik. Perbedaan formasi ini menciptakan duel taktis yang menarik di berbagai area lapangan, terutama di lini tengah dan pertahanan kedua tim.
Detail Susunan Pemain Real Madrid
Real Madrid (4-3-3):
- Kiper: 1-Courtois. Kehadiran Thibaut Courtois di bawah mistar gawang memberikan rasa aman yang luar biasa bagi lini pertahanan Real Madrid. Pengalamannya yang segudang dan refleksnya yang cepat menjadikannya salah satu kiper terbaik di dunia, mampu menggagalkan peluang-peluang sulit.
- Bek: 8-Valverde, 17-Asencio, 24-Huijsen, 18-Carreras. Lini pertahanan Real Madrid menampilkan kombinasi pemain yang solid. Federico Valverde, yang seringkali bermain di lini tengah, di sini ditempatkan di posisi bek sayap, menunjukkan fleksibilitasnya. Asensio dan Huijsen menjadi bek tengah yang tangguh, sementara Carreras mengisi posisi bek sayap lainnya.
- Gelandang: 6-Camavinga, 14-Tchouameni, 5-Bellingham. Lini tengah Real Madrid dipenuhi dengan talenta muda yang menjanjikan. Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, dan Jude Bellingham membentuk trio gelandang yang dinamis. Mereka memiliki kemampuan untuk memenangkan bola, mendistribusikan umpan, serta memberikan kontribusi dalam serangan. Bellingham, khususnya, dikenal dengan kemampuan mencetak golnya dari lini kedua.
- Penyerang: 16-Gonzalo Garcia, 10-Mbappe, 7-Vinicius Jr. Lini serang Real Madrid sangat mengancam dengan kehadiran Kylian Mbappe dan Vinicius Jr. yang memiliki kecepatan luar biasa dan kemampuan dribbling memukau. Gonzalo Garcia, sebagai penyerang tengah, bertugas sebagai ujung tombak untuk menyelesaikan peluang yang diciptakan oleh rekan-rekannya.
- Pelatih: Alvaro Arbeloa. Arbeloa, sebagai pelatih, memiliki tugas untuk mengintegrasikan para pemain muda dan veteran ke dalam skema permainan yang efektif, serta memotivasi tim untuk meraih kemenangan.
Detail Susunan Pemain Levante
Levante (4-2-3-1):
- Kiper: 13-Ryan. Mathew Ryan, kiper berpengalaman, menjadi garda terdepan di bawah mistar gawang Levante, siap mengamankan gawangnya dari gempuran serangan Real Madrid.
- Bek: 22-Tpljan, 4-Adrian de la Fuente, 3-Matturo, 23-Sanchez. Lini pertahanan Levante terdiri dari Tpljan dan Sanchez di posisi bek sayap, sementara Adrian de la Fuente dan Matturo menjadi duet bek tengah yang kokoh. Mereka ditugaskan untuk membatasi ruang gerak para penyerang Real Madrid.
- Gelandang: 12-Vancedor, 10-Martinez. Di lini tengah, Vancedor dan Martinez berfungsi sebagai gelandang bertahan atau jangkar. Tugas utama mereka adalah memutus alur serangan lawan, merebut bola, dan memulai pembangunan serangan balik dari lini kedua.
- Gelandang Serang: 26-Tunde, 24-Alvarez, 9-Romero. Tunde, Alvarez, dan Romero menjadi trio gelandang serang yang kreatif. Mereka bertugas menyuplai bola kepada striker tunggal, menciptakan peluang melalui penetrasi dan umpan terobosan, serta memberikan dukungan dalam penyelesaian akhir.
- Penyerang: 21-Eyong. Eyong menjadi tumpuan lini serang Levante sebagai striker tunggal. Ia diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Real Madrid.
- Pelatih: Luis Manuel Ferreira. Ferreira bertanggung jawab untuk merancang strategi permainan Levante, mengatur taktik di lapangan, dan memastikan para pemainnya menjalankan instruksi dengan baik untuk menghadapi tim sekuat Real Madrid.
Secara keseluruhan, jalannya pertandingan babak pertama menunjukkan bahwa kedua tim memiliki potensi untuk saling mengalahkan. Real Madrid dengan lini serang yang bertabur bintang, dan Levante dengan organisasi permainan yang rapi, menciptakan tensi yang tinggi. Peluang-peluang yang tercipta, meskipun belum berbuah gol, memberikan gambaran tentang kualitas individu dan kolektif yang dimiliki oleh masing-masing tim. Pertandingan ini menjanjikan babak kedua yang lebih menarik, di mana kedua pelatih kemungkinan akan melakukan penyesuaian taktik untuk memecah kebuntuan dan meraih poin penuh.


















