Malut United Bungkam Persik Kediri 4-0, Debut Rezaldi Hehanussa Berakhir Kartu Merah
Dalam pertandingan yang sarat tensi di pekan ke-18 Liga Super Indonesia musim 2025/26, Malut United berhasil mengamankan kemenangan telak dengan skor empat gol tanpa balas atas Persik Kediri. Duel akbar ini dilangsungkan di Stadion Gelora Kie Raha pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata. Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Malut United di papan atas klasemen, tetapi juga diwarnai dengan momen dramatis berupa kartu merah yang diterima oleh Rezaldi Hehanussa, pemain yang baru saja menjalani debutnya bersama tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut setelah dipinjamkan dari Persib Bandung.
Hasil gemilang ini membawa Malut United merangkak naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan raihan 37 poin. Performa konsisten yang ditunjukkan oleh tim asuhan pelatih kepala ini patut diacungi jempol, mengingat persaingan di liga musim ini semakin memanas. Sebaliknya, bagi Persik Kediri, kekalahan ini semakin memperberat langkah mereka dalam upaya memperbaiki posisi di tabel klasemen. Tim Macan Putih kini tertahan di peringkat ke-13 dengan total 19 poin, sebuah catatan yang tentu saja jauh dari harapan manajemen maupun para pendukung setia mereka.
Analisis Kedalaman Skuad dan Formasi Awal
Dalam upaya meraih kemenangan, pelatih Malut United menurunkan sebelas pemain terbaiknya sejak menit awal. Di bawah mistar gawang, berdiri kokoh Alan Bernardon. Lini pertahanan diperkuat oleh barisan tangguh yang terdiri dari Yance Sayuri, Gustavo Franca, Safrudin Tahar, dan Igor Inocencio. Lini tengah menjadi motor serangan yang diisi oleh Wbeymar Angulo dan Ridho Syuhada, yang bertugas mendistribusikan bola kepada trio penyerang yang mematikan. Di lini depan, Malut United mengandalkan kecepatan dan ketajaman dari Yakob Sayuri, Tyronne Del Pino, Ciro Alves, serta David da Silva, yang membentuk trisula mematikan.
Sementara itu, tim tamu Persik Kediri juga tidak mau kalah dalam hal persiapan. Pelatih Persik menurunkan formasi yang dianggap paling ideal untuk menghadapi Malut United. Di posisi penjaga gawang, dipercayakan kepada Leo Navacchio. Lini belakang diperkuat oleh Rezaldi Hehanussa, yang melakoni debutnya, bersama dengan Muhamad Firly, Chechu Meneses, dan Novri Setiawan. Lini tengah diisi oleh kombinasi pemain yang memiliki visi bermain bagus, yakni Wigi Pratama, Syahrian Abimanyu, dan Imanol Garcia. Sektor penyerangan diisi oleh trio yang diharapkan mampu memberikan ancaman bagi pertahanan Malut United, yaitu Jose Enrique, Bayu Otto, dan Ezra Walian.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Malut United dan Momen Kunci
Pertandingan baru saja dimulai, namun Malut United sudah menunjukkan ambisi besar untuk meraih poin penuh. Belum genap satu menit babak pertama berjalan, Ciro Alves berhasil menciptakan peluang emas melalui sebuah tembakan keras yang dilepaskannya. Sayangnya, bola masih sedikit melenceng dari sasaran, belum mampu merobek jala gawang Persik Kediri yang dijaga oleh Leo Navacchio. Selang beberapa menit kemudian, tepatnya di menit ke-4, giliran Persik Kediri yang mencoba memberikan respons. Wigi Pratama berhasil melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke gawang Malut United, namun kiper Alan Bernardon tampil sigap dan berhasil menahan laju bola.
Momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan terjadi di menit ke-21. Wasit yang memimpin pertandingan terpaksa mengeluarkan kartu merah langsung untuk Rezaldi Hehanussa. Bek yang baru saja dipinjamkan dari Persib Bandung ini terindikasi melakukan pelanggaran keras terhadap David da Silva. Tindakan menyikut yang dilakukan Rezaldi dianggap sebagai pelanggaran berat oleh sang pengadil lapangan, sehingga keputusan tegas harus diambil. Kehilangan satu pemain membuat Persik Kediri harus bermain dengan sepuluh orang, memberikan keuntungan signifikan bagi tim tuan rumah.
Sejak insiden kartu merah tersebut, Malut United semakin leluasa dalam menguasai jalannya pertandingan dan melancarkan serangan demi serangan. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak asuh pelatih kepala. Gol pembuka keunggulan Malut United tercipta di menit ke-27. Ciro Alves berhasil menunjukkan ketajamannya dengan memanfaatkan umpan matang dari David da Silva, dan sukses menceploskan bola ke gawang Persik. Keunggulan ini semakin memotivasi para pemain Malut United untuk terus menekan pertahanan lawan.
Gol kedua bagi Malut United lahir pada menit ke-36. Kali ini, David da Silva yang menjadi aktor utama. Dengan memanfaatkan assist cemerlang dari Yance Sayuri, striker andalan Malut United ini berhasil mengelabui penjagaan ketat lini belakang Persik dan kembali membuat gawang Leo Navacchio bergetar. Intensitas serangan Malut United tidak mengendur, bahkan semakin agresif. Momentum ini kembali dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi gol. Di menit ke-38, Yakob Sayuri berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Berkat assist brilian dari Tyronne Del Pino, Yakob berhasil mengecoh Navacchio dan mencetak gol ketiga bagi timnya. Skor 3-0 menutup paruh pertama pertandingan, memberikan keunggulan telak bagi Malut United.
Babak Kedua: Konsistensi Serangan dan Penutup Kemenangan
Memasuki babak kedua, Malut United tidak menunjukkan tanda-tanda mengendurkan serangan. Seolah ingin memastikan kemenangan dan memberikan hiburan maksimal bagi para pendukungnya, tim tuan rumah terus melancarkan tekanan. Upaya keras mereka membuahkan hasil di menit ke-50. Kali ini, giliran Tyronne Del Pino yang berhasil mencatatkan namanya di daftar pencetak gol. Dengan eksekusi yang tenang dan mematikan, Del Pino berhasil memanfaatkan assist dari Gustavo Franca, mengubah skor menjadi 4-0 untuk keunggulan Malut United. Gol ini semakin menegaskan dominasi Malut United dalam pertandingan.
Meskipun sudah unggul empat gol, Malut United masih terus berupaya menciptakan peluang tambahan untuk memperlebar jarak. Beberapa peluang tercipta melalui skema serangan yang terorganisir. Di sisi lain, Persik Kediri, meskipun bermain dengan sepuluh orang, tidak menyerah begitu saja. Tim Macan Putih berusaha keras untuk mengkreasi peluang dan setidaknya mencetak gol hiburan. Namun, solidnya pertahanan Malut United dan efektivitas serangan yang mereka tunjukkan membuat upaya Persik belum membuahkan hasil. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor 4-0 untuk kemenangan Malut United tetap bertahan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Malut United dalam perjalanannya di Liga Super Indonesia 2025/26.


















