Gelora Stadion Kie Raha Ternate bergemuruh merayakan kemenangan telak Malut United, Laskar Kie Raha, yang membantai Persijap Jepara 4-0 pada pekan ke-21 Super League, Jumat (13/2). Hasil fantastis ini tidak hanya mengakhiri tren negatif tim yang sebelumnya membayangi performa mereka, tetapi juga mengantarkan Malut United hanya berjarak satu poin dari Persija Jakarta di posisi ketiga klasemen sementara, sekaligus menjadi modal berharga menjelang laga krusial kontra Semen Padang pada Jumat (22/2) mendatang. Kemenangan dominan ini menjadi bukti nyata kekuatan ofensif Laskar Kie Raha dan ambisi mereka untuk merangsek ke papan atas Super League, memicu optimisme tinggi di kalangan para penggemar dan jajaran manajemen.
Dominasi Penuh dan Pesta Gol di Kandang Sendiri
Pertandingan antara Malut United dan Persijap Jepara yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Jumat, 13 Februari, menjadi tontonan yang memukau bagi ribuan pendukung setia Laskar Kie Raha. Sejak peluit kick-off dibunyikan, Malut United menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan atas tim tamu. Serangan demi serangan dilancarkan dengan presisi dan intensitas tinggi, membuat lini pertahanan Persijap Jepara kewalahan dan sulit mengembangkan permainan mereka sendiri. Para pemain Malut United tampil dengan energi ekstra, didukung penuh oleh sorak sorai penonton yang memenuhi stadion.
Pesta gol Malut United dimulai dengan kontribusi signifikan dari para penyerang andalan mereka. Gol pembuka datang dari kaki Igor, yang berhasil memanfaatkan peluang dengan dingin untuk memecah kebuntuan dan membuka keran gol bagi tim tuan rumah. Tidak lama berselang, Ciro turut mencatatkan namanya di papan skor, menggandakan keunggulan tim tuan rumah dan semakin memantapkan dominasi Malut United sebelum jeda turun minum. Dua gol cepat ini memberikan kepercayaan diri yang besar bagi Laskar Kie Raha dan membuat mereka memasuki ruang ganti dengan keunggulan yang nyaman.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Malut United sama sekali tidak mengendur. Justru, mereka semakin agresif dalam mencari gol tambahan, menunjukkan mentalitas juara yang kuat. Pada menit ke-68, Stadion Gelora Kie Raha kembali bergemuruh menyambut gol ketiga yang dicetak oleh Tyronne. Gol ini berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi dengan cermat dan menimbulkan kemelut di depan gawang Persijap. Bola sempat disapu oleh pemain bertahan Persijap Jepara tepat di garis gawang, namun kesigapan Tyronne dalam menyambar bola rebound dari jarak sangat dekat tidak memberi kesempatan kiper lawan untuk bereaksi. Dengan tendangan akurat, Tyronne memastikan bola bersarang di jaring gawang, mengubah skor menjadi 3-0 dan semakin memperlebar jurang keunggulan.
Pesta gol Malut United ditutup dengan sempurna oleh David Da Silva, yang berhasil mencetak gol keempat. Gol ini menegaskan superioritas Malut United sepanjang pertandingan, mengunci kemenangan telak 4-0 tanpa balas dan memberikan kepuasan maksimal bagi para pendukung. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tambahan tiga poin, melainkan juga sebuah pernyataan kuat dari Malut United bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di Super League musim ini. Performa gemilang ini juga berhasil mengakhiri tren negatif yang sempat membayangi tim, mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan harapan para penggemar untuk meraih prestasi lebih tinggi.
Implikasi Klasemen dan Tantangan Mendatang















