MANCHESTER – Pekan ke-23 Liga Primer Inggris, yang dihelat pada Sabtu (24/1/2026), menyajikan serangkaian pertandingan krusial yang secara signifikan memengaruhi dinamika persaingan di papan atas maupun di zona degradasi. Sorotan utama tertuju pada kemenangan vital Manchester City atas Wolverhampton Wanderers, sebuah hasil yang memungkinkan mereka untuk terus memberikan tekanan ketat kepada pemuncak klasemen, Arsenal. Di sisi lain, drama tak kalah sengit tersaji di Turf Moor, di mana Tottenham Hotspur harus puas berbagi angka dalam hasil imbang yang mendebarkan melawan Burnley, sebuah laga yang penuh dengan perubahan momentum dan gol-gol di menit-menit akhir. Momen-momen ini tidak hanya mengukir kisah tersendiri bagi masing-masing tim, tetapi juga mempertegas intensitas kompetisi yang semakin memanas menjelang paruh kedua musim.
Manchester City berhasil mengamankan tiga poin penting di hadapan publik sendiri di Stadion Etihad, menundukkan Wolverhampton Wanderers dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka, melainkan sebuah pernyataan kuat dari skuad asuhan Pep Guardiola setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan dalam dua pertandingan sebelumnya, yang sempat menimbulkan keraguan akan konsistensi mereka. Gol pembuka tercipta pada menit keenam melalui aksi Omar Marmoush, yang dengan cerdik memanfaatkan umpan silang akurat dari Matheus Nunes. Marmoush menunjukkan insting predatornya di kotak penalti, menempatkan bola dengan presisi yang sulit dijangkau kiper lawan. Keunggulan City kemudian digandakan tepat menjelang berakhirnya babak pertama, saat Antoine Semenyo melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti yang sukses merobek jala gawang Wolves. Gol di penghujung babak pertama ini memiliki dampak psikologis yang besar, memberikan City keunggulan dua gol yang nyaman saat jeda dan sekaligus meruntuhkan semangat juang tim tamu. Hasil ini krusial untuk menjaga posisi City di peringkat kedua klasemen sementara Liga Primer, memastikan mereka tetap berada dalam jalur perburuan gelar juara.
Konsistensi City dan Tekanan Terhadap Arsenal
Kemenangan atas Wolves ini menjadi bukti respons positif dari Manchester City terhadap tekanan yang ada. Setelah sempat tersandung dalam dua laga sebelumnya, performa dominan di Etihad menunjukkan bahwa mentalitas juara mereka tetap utuh. Kontribusi gol dari Marmoush dan Semenyo, yang tampil impresif sepanjang pertandingan, menggarisbawahi kedalaman skuad City dan kemampuan mereka untuk menemukan solusi di saat-saat penting. Dengan menjaga jarak empat poin dari Arsenal, City memastikan bahwa perburuan gelar juara akan terus berlangsung sengit hingga akhir musim. Setiap kemenangan menjadi sangat berharga, dan setiap kesalahan dari pemuncak klasemen akan segera dimanfaatkan. Atmosfer di Stadion Etihad pun terasa semakin membara, dengan para penggemar yang optimistis melihat tim kesayangannya kembali ke performa terbaik dalam upaya mempertahankan mahkota Liga Primer.
Di pertandingan lain yang tak kalah mendebarkan, Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit setelah ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Burnley di Turf Moor. Laga ini adalah rollercoaster emosi bagi para pendukung Spurs, yang menyaksikan tim mereka sempat unggul, kemudian tertinggal, sebelum akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Spurs membuka keunggulan melalui gol Micky van de Ven menjelang turun minum, sebuah gol yang memberikan harapan besar akan tiga poin. Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Burnley, yang dikenal dengan semangat juangnya di kandang, berhasil menyamakan skor melalui Axel Tuanzebe pada masa tambahan waktu babak pertama. Gol tersebut, yang tercipta di momen krusial, memberikan suntikan moral bagi Burnley dan mengubah dinamika pertandingan secara drastis.
Drama di Turf Moor: Momentum yang Berubah-ubah
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi, dan Burnley berhasil membalikkan keadaan. Lyle Foster menjadi pahlawan bagi tuan rumah ketika ia mencetak gol yang membawa Burnley unggul, membuat para pendukung Spurs terdiam. Keunggulan ini menempatkan Tottenham dalam posisi yang sangat sulit, terancam kehilangan poin penuh dalam pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan. Namun, seperti yang sering terjadi dalam sepak bola, drama belum berakhir. Cristian Romero, bek tangguh Spurs, muncul sebagai penyelamat di menit-menit akhir pertandingan. Sundulan kerasnya setelah situasi sepak pojok berhasil menembus jala gawang Burnley, memastikan hasil imbang 2-2. Meskipun satu poin berhasil diamankan, kegagalan membawa pulang tiga poin dari Turf Moor jelas merupakan kemunduran bagi ambisi Tottenham untuk mengamankan posisi di empat besar atau zona Eropa, terutama mengingat persaingan yang semakin ketat di papan atas.
Sementara itu, di pertandingan-pertandingan lain yang juga krusial, West Ham United meraih kemenangan penting di kandang sendiri. Mereka berhasil menundukkan Sunderland dengan skor 3-1, sebuah hasil yang sangat dibutuhkan oleh tim London tersebut. Kemenangan ini memberikan angin segar dan dorongan moral yang signifikan bagi West Ham dalam upaya mereka untuk menjauh dari zona degradasi yang semakin mengancam. Tiga poin ini tidak hanya meningkatkan posisi mereka di klasemen, tetapi juga memberikan kepercayaan diri yang sangat diperlukan untuk menghadapi sisa pertandingan di paruh kedua musim. Di tempat lain, Fulham juga berhasil memetik hasil positif saat menjamu Brighton & Hove Albion. Kemenangan 2-1 atas Brighton mengangkat Fulham ke papan tengah klasemen, memperkuat posisi mereka dan menjaga jarak yang aman dari zona degradasi, sekaligus membuka peluang tipis untuk mendekati zona Eropa jika mereka mampu mempertahankan performa konsisten.
Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan awal pekan ke-23 ini, peta persaingan di Liga Primer Inggris semakin jelas namun tetap penuh ketidakpastian. Arsenal masih memimpin klasemen dengan koleksi 50 poin dari 22 pertandingan, sebuah keunggulan yang solid namun tidak sepenuhnya aman. Manchester City, dengan kemenangan pentingnya, berhasil memangkas jarak menjadi hanya empat poin, menempatkan tekanan besar pada Arsenal untuk tidak terpeleset. Di sisi lain, persaingan di papan tengah semakin memanas, dengan beberapa tim berebut posisi untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa atau setidaknya finis di paruh atas klasemen. Sementara itu, pertarungan untuk keluar dari zona degradasi juga semakin ketat, dengan setiap poin menjadi sangat berharga bagi tim-tim yang berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Paruh kedua musim dipastikan akan menyajikan lebih banyak drama, ketegangan, dan pertandingan-pertandingan krusial yang akan menentukan nasib setiap tim.


















