Keputusan berani diambil Mauro Zijlstra, penyerang muda berdarah Indonesia, yang memilih meninggalkan kancah sepak bola Eropa untuk merajut karier profesional di Indonesia bersama Persija Jakarta. Kepindahan ini bukanlah keputusan impulsif, melainkan hasil dari proses negosiasi yang matang dan pertimbangan mendalam mengenai masa depan kariernya. Pada usia yang masih sangat muda, Zijlstra telah menorehkan babak baru dalam perjalanannya, menukangi seragam Macan Kemayoran dengan harapan besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi signifikan. Keputusan ini menjawab pertanyaan besar: mengapa seorang pemain muda dengan potensi Eropa memilih liga domestik Indonesia, dan apa yang mendorongnya untuk mengambil langkah mengejutkan ini?
Proses kepindahan Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta ternyata merupakan sebuah perjalanan panjang yang dilalui dengan penuh pertimbangan. Sang pemain, yang baru saja resmi diperkenalkan sebagai amunisi baru lini serang Persija, mengakui bahwa ia dan sang agen sempat membuka berbagai opsi untuk tetap berkarier di benua biru. Namun, realitas di klub lamanya, FC Volendam, di mana ia tidak mendapatkan menit bermain yang cukup, membuat peluang di Eropa menjadi sulit untuk diwujudkan dengan tawaran yang memuaskan. “Pertama, saya bersama agen tentu mencari peluang di Eropa karena sebelumnya saya bermain di sana. Tetapi di Volendam saya tidak banyak bermain, jadi cukup sulit menemukan klub yang memberikan tawaran bagus,” ungkap Mauro, menggarisbawahi kendala utama yang dihadapinya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Persija Jakarta hadir dengan sebuah tawaran yang tidak hanya serius, tetapi juga sangat meyakinkan. Faktor kunci yang membuat Zijlstra akhirnya membulatkan tekad adalah tawaran kontrak jangka panjang yang disodorkan oleh tim ibu kota. Durasi kontrak selama dua setengah tahun menjadi bukti nyata adanya kepercayaan besar dari manajemen Persija terhadap potensi dan kemampuan sang pemain muda. “Persija memberikan tawaran kepada saya, dan itu juga kontrak jangka panjang, dua setengah tahun. Jadi bagi saya, ada kepercayaan besar dari klub kepada saya,” jelasnya, menekankan signifikansi kontrak tersebut dalam keputusannya.
Proses negosiasi antara Zijlstra dan Persija dilaporkan berlangsung selama beberapa minggu. Periode ini dimanfaatkan oleh sang pemain untuk menimbang secara cermat berbagai opsi yang paling menguntungkan bagi perkembangan kariernya di masa depan. Ia mencari sebuah platform di mana ia bisa mendapatkan jam terbang yang konsisten di level kompetitif, sebuah aspek krusial bagi pemain muda yang haus akan pengalaman. “Saya rasa berlangsung beberapa minggu. Setelah itu Persija memberi saya tawaran yang sangat baik dan setelah beberapa minggu semuanya selesai, dan sekarang saya di sini,” ujar Mauro, menggambarkan betapa telitinya ia dalam mengambil keputusan besar ini.
Proyek Jangka Panjang dan Ambisi Perkembangan
Keputusan Mauro Zijlstra untuk bergabung dengan Persija Jakarta tidak lepas dari keyakinannya terhadap visi dan proyek jangka panjang yang ditawarkan oleh klub. Ia melihat Persija sebagai lingkungan yang ideal untuk mengembangkan bakatnya dan mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak di level yang tinggi. Sebagai seorang pemain muda, prioritas utamanya adalah pertumbuhan dan akumulasi pengalaman bertanding. “Saya masih pemain muda. Saya perlu berkembang dan bermain lebih banyak pertandingan di level tinggi. Jadi bagi saya, ini peran yang sangat besar,” tegasnya, menunjukkan kesadarannya akan pentingnya menit bermain bagi kariernya.
Selain itu, kondisi tim Persija saat ini juga menjadi salah satu pertimbangan kuat bagi Zijlstra. Ia mengamati bahwa Persija merupakan tim yang tangguh dan tengah berjuang untuk meraih posisi puncak klasemen Liga Indonesia. Posisi ketiga yang ditempati Persija saat itu menunjukkan bahwa tim ini memiliki kualitas dan ambisi yang sejalan dengan keinginan sang pemain untuk berada di lingkungan yang kompetitif. “Persija berada di posisi ketiga dan masih berjuang untuk posisi pertama. Saya pikir ini tim yang sangat kuat,” katanya, menunjukkan apresiasinya terhadap kekuatan tim yang akan dibelanya.
Meskipun harus beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia yang berbeda dengan Eropa, serta dinamika kompetisi Liga Indonesia yang unik, Mauro Zijlstra memancarkan optimisme. Ia tidak melihat perbedaan iklim dan cuaca sebagai hambatan besar. Pengalamannya bermain di Indonesia bersama Tim Nasional Indonesia menjadi modal berharga yang membuatnya merasa sudah cukup terbiasa. “Iklimnya berbeda, cuacanya panas. Tapi saya sudah pernah bermain di Indonesia bersama Tim Nasional, jadi saya sudah terbiasa,” ujarnya, meredakan kekhawatiran akan tantangan adaptasi.
Kini, setelah resmi berseragam Persija, Mauro Zijlstra menyatakan kebahagiaan yang mendalam. Ia menyadari bahwa Persija adalah klub besar dengan basis suporter yang fanatik, sebuah tantangan sekaligus motivasi tersendiri baginya. Keputusan berani meninggalkan Eropa di usia muda ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam kariernya, membuka jalan bagi perkembangan pesat dan raihan prestasi gemilang bersama Macan Kemayoran. “Saya sangat senang. Keluarga saya juga sangat senang. Saya tahu Persija adalah klub yang sangat besar,” tutupnya, menyambut babak baru dengan penuh antusiasme.
Profil Singkat dan Latar Belakang Pemain
Mauro Zijlstra, yang lahir di Zaandam, Belanda, pada tanggal 9 November 2004, telah resmi mengikat kontrak dengan Persija Jakarta selama 2,5 musim. Kehadirannya tidak hanya memperkaya opsi lini serang tim, tetapi juga menjadi simbol komitmen Persija dalam membangun fondasi tim yang kompetitif untuk jangka waktu satu hingga dua musim ke depan. Pemain muda berdarah Indonesia ini tumbuh dalam sistem pembinaan sepak bola Belanda yang terkenal menghasilkan banyak talenta berkualitas.
Perjalanan karier Zijlstra dimulai dari akademi AZ Alkmaar pada tahun 2019, sebelum melanjutkan pengembangan bakatnya di Amsterdamsche FC dari tahun 2019 hingga 2022. Selanjutnya, ia bergabung dengan NEC Nijmegen pada periode 2022–2024, dan puncaknya adalah kepindahannya ke FC Volendam pada tahun 2024. Di Volendam, Zijlstra mulai merasakan atmosfer sepak bola profesional, bahkan tercatat masuk dalam Daftar Susunan Pemain tim utama dalam enam pertandingan Eredivisie musim 2025/2026. Meskipun belum sempat melakoni debut di tim senior, ia tetap mendapatkan jam terbang yang berharga melalui tim U-21, yang menjadi sarana penting untuk mematangkan performanya.
Di kancah internasional, Mauro Zijlstra telah menunjukkan potensinya dengan membela Tim Nasional Indonesia. Ia telah mencatatkan tiga penampilan, termasuk dalam dua laga uji coba internasional melawan Taiwan dan Lebanon, serta satu pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak. Jejak internasional ini semakin memperkuat keyakinan bahwa ia memiliki kapasitas untuk bersaing di level yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi signifikan bagi Persija Jakarta di Liga Indonesia.
















