Dalam pusaran persaingan sengit di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League, Persija Jakarta secara resmi mengumumkan perekrutan gelandang serang asal Brasil, Jean Mota. Penandatanganan kontrak pemain berusia 32 tahun ini, yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) malam WIB, bukan sekadar transfer biasa, melainkan sebuah pernyataan ambisius dari Macan Kemayoran untuk mengakhiri puasa gelar dan mengukir dominasi di kancah domestik. Mota, yang dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan satu tahun, datang dengan reputasi mentereng sebagai mantan rekan setim megabintang Lionel Messi di Inter Miami, sebuah detail yang tak pelak memanaskan rivalitas abadi dengan Persib Bandung yang sebelumnya juga merekrut eks kolega Messi, Layvin Kurzawa. Kedatangan Mota diharapkan tidak hanya menambah kekuatan signifikan di lini tengah, tetapi juga membawa pengalaman berharga dari kompetisi kelas dunia untuk mewujudkan target juara Super League 2025-2026.
Langkah strategis Persija Jakarta untuk mendatangkan Jean Mota ini tak bisa dilepaskan dari tensi persaingan yang memanas di Super League musim ini, khususnya dalam perebutan takhta juara. Rivalitas historis antara Persija dan Persib Bandung telah mencapai titik didih baru, di mana kedua tim berlomba-lomba memperkuat skuad dengan nama-nama besar yang memiliki rekam jejak internasional. Jika Persib berhasil menggaet Layvin Kurzawa, mantan bek Paris Saint-Germain yang pernah berbagi lapangan dengan Lionel Messi di Ligue 1 Prancis, maka Persija membalas dengan mendatangkan Mota, yang pernah bahu-membahu bersama La Pulga di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami. Jean Mota sendiri merupakan rekrutan keenam Persija di bursa transfer paruh musim 2025-2026, menunjukkan keseriusan manajemen dalam membentuk tim yang kompetitif. Kehadirannya diharapkan menjadi kepingan puzzle penting untuk menjaga daya saing tim dan menghentikan dominasi rival.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa penandatanganan Mota adalah bagian integral dari visi klub untuk meningkatkan kualitas permainan. “Kehadiran Jean Mota kami harapkan bisa menambah variasi dalam permainan yang berujung pada kekuatan tim. Ia memiliki pengalaman bermain di level kompetisi kasta tertinggi,” ungkap Prapanca, menyoroti pentingnya diversifikasi taktik dan kedalaman skuad. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Mota diharapkan membawa dimensi baru dalam strategi lini tengah Persija, baik dalam fase menyerang maupun bertahan, dengan kemampuan adaptasi dan pemahaman taktis yang diasah di liga-liga top. Dari sisi pemain, Mota sendiri menyampaikan kebanggaannya bisa bergabung dengan tim sekelas Persija. “Saya memilih Persija karena ini adalah klub besar, memiliki nama besar, dan klub yang sedang berjuang meraih gelar musim ini. Saya percaya bisa berkembang dalam karier saya di sini,” ujarnya, menunjukkan ambisi pribadi yang selaras dengan target klub. Keyakinan Mota untuk mengembangkan kariernya di Jakarta juga mencerminkan daya tarik dan potensi besar sepak bola Indonesia di mata pemain asing berpengalaman.
Rasa senang dan antusiasme Mota untuk mengenakan seragam kebanggaan Macan Kemayoran tidak hanya berhenti pada ambisi pribadi, tetapi juga meluas pada dedikasinya untuk para suporter setia, Jakmania. “Saya siap untuk tantangan ini, dan akan mendedikasikan kemampuan terbaik saya untuk bisa memberikan kebahagiaan kepada para pendukung Persija,” imbuhnya, menyiratkan pemahaman mendalam tentang peran suporter dalam budaya klub. Di Indonesia, dukungan fanatik seperti Jakmania seringkali menjadi pendorong moral yang tak ternilai. Janji Mota untuk memberikan kebahagiaan kepada Jakmania bukan sekadar retorika, melainkan komitmen untuk tampil maksimal di setiap pertandingan, berjuang demi lambang di dada, dan membantu klub mengakhiri penantian panjang akan gelar juara liga. Sebagai seorang gelandang kreatif asal Brasil, Mota membawa identitas permainan yang khas: sentuhan bola yang halus, visi umpan yang tajam, dan kemampuan untuk menciptakan peluang dari situasi yang sulit. Pengalamannya di Serie A Brasil dan Major League Soccer (MLS) menjadi bukti kualitasnya yang “bukan kaleng-kaleng,” sebuah aset berharga bagi Persija.
Rekam Jejak Gemilang: Dari Santos hingga Inter Miami
Analisis lebih dalam terhadap rekam jejak Jean Mota menunjukkan bahwa Persija Jakarta telah mendapatkan seorang pemain dengan kualitas yang teruji dan pengalaman yang kaya. Mengutip data dari Transfermarkt, Mota menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Brasil, khususnya bersama klub legendaris Santos FC. Selama enam musim (2016–2022) membela klub yang pernah menjadi rumah bagi Pele dan Neymar Jr. ini, Mota tampil dalam 255 pertandingan, mencatatkan 19 gol dan 26 assist. Statistik ini menunjukkan konsistensinya sebagai gelandang yang tidak hanya piawai dalam mendistribusikan bola tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mencetak gol dan menciptakan peluang. Perannya sebagai andalan di Santos, salah satu klub papan atas Brasil dengan tradisi sepak bola menyerang, membentuknya menjadi seorang gelandang serbaguna yang mampu beradaptasi dengan berbagai skema permainan.
Setelah periode yang sukses di tanah kelahirannya, Mota kemudian melanjutkan petualangan kariernya ke Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami, klub yang dimiliki oleh legenda Manchester United, David Beckham. Di Inter Miami, Mota bermain selama musim 2022-2024, menorehkan 53 penampilan dengan sumbangan tiga gol dan tujuh assist. Puncak dari kariernya di MLS adalah kesempatan langka untuk bermain bersama Lionel Messi. Meskipun hanya dalam dua pertandingan – saat Inter Miami mengalahkan Real Salt Lake (2-0) dan Orlando City (5-0) – pengalaman “bahu-membahu” dengan peraih Ballon d’Or delapan kali itu tentu menjadi nilai tambah yang signifikan. Bermain di level yang sama dengan Messi, bahkan untuk waktu singkat, membuktikan bahwa Mota memiliki kualitas teknis dan pemahaman taktis yang tinggi. Pengalaman berharga ini, ditambah dengan usianya yang menginjak 32 tahun, menjadikannya sosok yang matang dan siap memimpin lini tengah Persija.
Ambisi Juara dan Proyeksi Musim Depan
Dengan rekam jejak yang solid dan pengalaman bermain di liga-liga top dunia, Jean Mota diharapkan mampu menjadi katalisator bagi lini tengah Persija Jakarta. Kehadirannya diproyeksikan untuk “menghidupkan lini tengah” dengan umpan-umpan matang yang akurat, kreativitas serangan yang mampu memecah kebuntuan lawan, serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua. Sebagai gelandang box-to-box atau playmaker, Mota memiliki kemampuan untuk mengontrol tempo permainan, mendikte aliran bola, dan memberikan umpan terobosan yang memanjakan penyerang. Kemampuannya melepaskan tembakan jarak jauh juga bisa menjadi senjata rahasia bagi Macan Kemayoran. Pengalaman di MLS, sebuah liga yang semakin kompetitif dan menuntut fisik, juga akan membantunya beradaptasi dengan intensitas Super League.

















