- Konsistensi Podium: Kemampuan pembalap untuk terus berada di posisi tiga besar terlepas dari kondisi cuaca atau karakteristik sirkuit.
- Feedback Teknis: Sejauh mana pembalap dapat memberikan masukan akurat kepada Gigi Dall’Igna untuk pengembangan evolusi motor Desmosedici berikutnya.
- Harmoni Tim: Menjaga stabilitas di dalam paddock agar persaingan antar pembalap tidak merusak integritas data sharing yang selama ini menjadi kunci sukses Ducati.
- Nilai Pemasaran: Daya tarik global seorang pembalap dalam meningkatkan brand awareness Ducati di pasar internasional.
Secara teknis, Ducati terus melakukan inovasi pada paket aerodinamika dan perangkat elektronik mereka, yang membuat motor mereka tetap menjadi tolok ukur di grid. Namun, keunggulan mekanis ini harus dibarengi dengan stabilitas mental dari para pembalapnya. Domenicali menyadari bahwa memiliki terlalu banyak pembalap cepat di bawah satu payung adalah “masalah yang menyenangkan,” namun tetap memerlukan manajemen konflik yang sangat hati-hati. Setiap seri balapan musim ini bukan hanya sekadar perebutan poin klasemen, melainkan audisi terbuka di depan jutaan pasang mata untuk menentukan siapa yang layak memimpin era baru Ducati. Dengan bayang-bayang rekor Agostini yang dikejar Marquez dan misi penebusan dosa Bagnaia, MotoGP musim ini dipastikan akan menjadi salah satu babak paling dramatis dalam sejarah balap motor modern.
Pada akhirnya, strategi Ducati yang membiarkan para pembalapnya saling bersaing secara terbuka namun tetap dalam koridor profesionalisme telah membuahkan hasil yang luar biasa. Angka 88 podium berturut-turut adalah bukti nyata bahwa sistem yang dibangun oleh Domenicali dan Dall’Igna bekerja dengan sempurna. Namun, ujian sesungguhnya akan datang saat bursa transfer mencapai puncaknya di pertengahan musim. Keputusan yang diambil oleh manajemen Borgo Panigale akan menentukan arah masa depan mereka, apakah mereka akan tetap mempertahankan tradisi mempromosikan talenta muda, atau justru memberikan karpet merah bagi legenda seperti Marquez untuk mengakhiri kariernya dengan kejayaan di atas motor merah. Semua mata kini tertuju pada lintasan, di mana setiap tikungan dan setiap detik akan menjadi penentu nasib para ksatria aspal ini.
| Pembalap | Target Utama Musim Ini | Status Kontrak |
|---|---|---|
| Marc Marquez | Menyamai 8 Gelar Kelas Utama (Agostini) | Habis Akhir Musim |
| Francesco Bagnaia | Membuktikan Kelayakan di Tim Pabrikan | Habis Akhir Musim |
| Ducati Corse | Mempertahankan Dominasi & Rekor Podium | Evaluasi Skuad 2025 |


















