Drama tak terduga menyelimuti pekan ke-19 Super League ketika Persebaya Surabaya, di hadapan ribuan pendukung setia Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1 Februari), gagal mengamankan kemenangan krusial atas Dewa United. Meskipun tampil dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-37, Bajul Ijo harus puas berbagi poin dalam laga yang berakhir imbang 1-1, sebuah hasil yang secara paradoks justru mengangkat mereka ke posisi lima besar klasemen sementara, namun sekaligus menghambat ambisi mereka untuk meramaikan persaingan papan atas.
Pertarungan Taktis dan Momen Krusial di Babak Pertama
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Dewa United sejak awal diprediksi akan menjadi duel yang menarik, mengingat kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk memperbaiki posisi di klasemen Super League. Dewa United, yang datang sebagai tim tamu, menunjukkan inisiatif awal dengan mencoba membangun serangan dari lini belakang. Namun, strategi ini kerap dipatahkan oleh tekanan intensif dari lini depan Persebaya Surabaya, yang memang dikenal dengan gaya bermain agresifnya.
Momen pemecah kebuntuan akhirnya tiba pada menit ke-22. Gelandang serang andalan Persebaya, Francisco Rivera, berhasil memecah kebuntuan dengan golnya, membawa tim tuan rumah unggul 1-0. Gol ini sontak disambut gegap gempita oleh ribuan Bonek yang memadati stadion, memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad Bajul Ijo. Namun, keunggulan Persebaya tak bertahan lama. Tujuh menit berselang, tepatnya pada menit ke-29, Dewa United berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Kafiatur Rizky, mengubah skor menjadi 1-1 dan mengembalikan ketegangan di lapangan.
Titik balik paling signifikan di babak pertama terjadi pada menit ke-37. Bek Dewa United, Nick Kuipers, mendapatkan kartu merah langsung dari wasit setelah melakukan pelanggaran serius. Keputusan ini memaksa Dewa United untuk bermain dengan sepuluh pemain selama sisa pertandingan, sebuah kondisi yang seharusnya menjadi keuntungan besar bagi Persebaya untuk mendominasi dan mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri.
Kegagalan Memanfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain dan Gol Kontroversial
Dengan keunggulan jumlah pemain, ekspektasi publik dan pendukung Persebaya melambung tinggi. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Alih-alih tampil lebih menekan dan memanfaatkan setiap celah yang tercipta dari kekurangan pemain Dewa United, Persebaya justru terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan, beberapa kali Dewa United yang bermain dengan sepuluh orang justru mampu memberikan tekanan balik dan menciptakan peluang berbahaya ke gawang Persebaya. Ini menjadi sebuah ironi yang mencolok, menandakan bahwa Bajul Ijo gagal mengonversi keuntungan numerik menjadi dominasi permainan yang berarti.
Puncak dari drama pertandingan ini terjadi menjelang akhir babak kedua. Pada menit ke-89, Persebaya Surabaya sejatinya berhasil mencetak gol melalui tandukan keras dari penyerang mereka, Mihailo Perovic. Gol tersebut, jika disahkan, akan menjadi penentu kemenangan bagi Persebaya di menit-menit krusial. Namun, kegembiraan Bonek harus sirna seketika setelah wasit menganulir gol tersebut. Keputusan wasit didasarkan pada adanya pemain tuan rumah yang tertangkap dalam posisi offside sebelum bola sampai ke Perovic. Momen ini memicu protes dan kekecewaan dari para pemain Persebaya serta pendukungnya, karena gol yang dianulir tersebut secara langsung menggagalkan peluang mereka untuk meraih kemenangan penting.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menandai berakhirnya pertandingan penuh drama dan kontroversi. Hasil ini, meskipun hanya memberikan satu poin, cukup untuk menempatkan Persebaya di peringkat kelima klasemen sementara Super League, menggeser posisi Persita. Namun, perasaan kecewa tetap menyelimuti tim dan pendukung, mengingat potensi kemenangan yang terbuang sia-sia di hadapan lawan yang bermain dengan sepuluh orang.
Dampak Hasil dan Proyeksi Klasemen Super League
Tambahan satu poin dari pertandingan ini memang membawa Persebaya Surabaya naik ke peringkat kelima klasemen Super League dengan total 32 poin. Posisi ini menempatkan mereka dalam persaingan di papan atas, namun hasil imbang ini juga menghambat usaha mereka untuk meramaikan perebutan posisi teratas secara lebih signifikan. Kehilangan dua poin di kandang sendiri, terutama saat menghadapi lawan yang bermain dengan sepuluh pemain, merupakan sebuah kerugian yang bisa terasa mahal di akhir musim.
Di sisi lain, Dewa United, dengan hasil imbang heroik ini, berhasil menambah koleksi poin mereka menjadi 24, menempatkan mereka di posisi kesepuluh klasemen sementara. Hasil ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi bagi Dewa United, karena berhasil mencuri poin di kandang lawan yang kuat, bahkan setelah bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu babak. Selisih delapan poin dari Persebaya menunjukkan bahwa Dewa United masih memiliki pekerjaan rumah yang banyak untuk bisa bersaing di papan atas.
Pertandingan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Persebaya Surabaya mengenai pentingnya efektivitas dalam memanfaatkan setiap keuntungan di lapangan. Kegagalan menundukkan lawan yang bermain dengan sepuluh orang akan menjadi evaluasi serius bagi staf pelatih dan para pemain. Selanjutnya, Persebaya dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat lainnya, yakni Bali United, pada Sabtu (7 Februari 2026). Pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Bajul Ijo untuk membuktikan mental dan kualitas mereka dalam upaya menjaga asa di jalur juara.
Klasemen Super League
ileague
















