Surabaya, 24 Februari 2026 – Duel sengit akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Rabu malam, 25 Februari 2026, ketika Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-23 Liga Super Indonesia 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan dimulai pukul 20.30 WIB ini diprediksi akan berlangsung panas, terlebih kedua tim sama-sama datang dengan modal kekalahan di laga sebelumnya. Duel akbar ini dapat disaksikan secara langsung melalui siaran televisi Indosiar maupun melalui layanan streaming Vidio, menawarkan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola tanah air. Pertanyaan krusial yang mengemuka adalah bagaimana Persebaya, yang dilanda badai cedera dan akumulasi kartu, akan menghadapi ancaman dari tim Juku Eja, serta bagaimana strategi pelatih Bernardo Tavares dalam meracik skuad yang pincang ini demi meraih poin penuh di kandang sendiri.
Kondisi Persebaya Surabaya jelang menghadapi PSM Makassar memang tidak ideal. Tim berjuluk Bajol Ijo ini dipastikan akan tampil tanpa sejumlah pemain kunci yang menjadi tulang punggung tim. Gelandang bertahan andalan, Rachmat Irianto, harus absen karena menerima kartu merah pada pertandingan sebelumnya melawan Persijap Jepara. Absennya Irianto tentu menjadi pukulan telak bagi lini tengah Persebaya yang dikenal solid. Selain itu, gelandang muda berbakat, Toni Firmansyah, juga terpaksa menepi akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan dua pemain penting di sektor tengah ini memaksa pelatih Bernardo Tavares untuk memutar otak mencari pengganti yang sepadan. Situasi semakin pelik dengan adanya laporan bahwa beberapa pemain kunci lainnya di lini serang, seperti Malik Risaldi, Bruno Paraiba, dan Mihailo Perovic, juga terancam tidak dapat diturunkan karena masih berkutat dengan cedera. Keadaan ini membuat kedalaman skuad Persebaya menjadi sangat terbatas, terutama di lini depan yang menjadi krusial dalam upaya mencetak gol.
Strategi Darurat Sang Arsitek Tim
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengakui bahwa timnya sedang berada dalam fase kritis menjelang laga melawan PSM Makassar. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terutama di sektor penyerangan, di mana opsi striker murni yang bisa diturunkan sangat terbatas. Dalam pertandingan terakhir melawan Persijap Jepara, Tavares terpaksa menurunkan pemain lapis kedua, Alfan Suaib, sebagai ujung tombak, namun performanya belum menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pelatih asal Portugal itu terpaksa mendorong bek tengah, Leo Lelis, untuk beroperasi sebagai striker dadakan, sebuah taktik yang menunjukkan betapa terbatasnya pilihan di lini depan.
Selain masalah ketersediaan pemain, kebugaran skuad juga menjadi perhatian utama. Jeda pertandingan yang sangat singkat, hanya tiga hari antara laga melawan Persijap dan PSM, membuat proses pemulihan fisik para pemain menjadi sangat menantang. Tavares menyadari bahwa para pemainnya belum sepenuhnya pulih. Namun, ia enggan menjadikan hal ini sebagai alasan atau keluhan, mengingat PSM Makassar pun kemungkinan besar menghadapi situasi serupa dengan jadwal yang mepet. Meskipun demikian, Tavares menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kemampuan para pemainnya yang tersisa. Ia menegaskan bahwa setiap pemain yang dinyatakan fit dan siap diturunkan akan mengerahkan kemampuan terbaiknya. “Mereka pemain profesional, kalau diturunkan pasti akan bermain seratus persen,” ujar Tavares dalam konferensi pers yang diadakan di Stadion Gelora Bung Tomo pada Selasa, 24 Februari 2026. Pernyataannya ini mencerminkan optimisme dan keyakinan pada mentalitas para pemainnya untuk tetap berjuang keras meskipun dalam kondisi yang sulit.
Mentalitas Baja di Tengah Badai
Meskipun dihadapkan pada serangkaian masalah, mulai dari cedera hingga sanksi kartu, pelatih Bernardo Tavares menyatakan bahwa mental para pemainnya tidak sampai jatuh. Ia menganggap dua kekalahan beruntun yang dialami Persebaya – sebelumnya kalah 2-1 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri sebelum takluk dari Persijap – sebagai bagian dari dinamika sepak bola yang wajar. Kekalahan tersebut memang memutus rekor 13 pertandingan tanpa kekalahan yang sempat dipegang oleh Persebaya, sebuah pencapaian impresif yang kini harus dilupakan sejenak.
“Kadang-kadang tim dalam kondisi bagus, kadang-kadang kurang bagus,” ungkap Tavares, mencoba merasionalisasi performa timnya. Ia berharap agar pada pertandingan melawan PSM Makassar, para pemainnya dapat belajar dari kesalahan sebelumnya dan tampil tanpa melakukan blunder yang merugikan. “Saya berharap melawan PSM Makassar pemain kami tak melakukan kesalahan lagi. Saya percaya mereka akan bekerja keras.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus utama pelatih adalah pada peningkatan performa dan minimisasi kesalahan individu maupun kolektif. Ia juga secara khusus meminta dukungan penuh dari para suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita, untuk hadir di stadion dan memberikan motivasi tambahan bagi para pemain. Dukungan dari tribun diharapkan dapat membangkitkan semangat juang Bruno Moriera dan rekan-rekannya untuk memberikan penampilan terbaik dan meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan.
Kesempatan Emas bagi Generasi Muda
Absennya sejumlah pemain pilar akibat cedera dan akumulasi kartu tidak hanya menjadi tantangan bagi Persebaya, tetapi juga membuka pintu lebar bagi pemain-pemain muda untuk unjuk gigi di panggung kompetisi kasta tertinggi. Gelandang serang Persebaya, Francisco Moriera, menyikapi situasi ini dengan pandangan positif. Ia mengakui bahwa kepergian tim dari Jepara pasca kekalahan belum memberikan waktu yang cukup untuk memulihkan kebugaran fisik secara optimal. Namun, ia menekankan pentingnya fokus dan determinasi untuk meraih poin maksimal di kandang sendiri.
“Tapi kami tetap harus fokus ketika menjamu PSM Makassar agar mendapatkan poin maksimal. Suporter tak perduli kondisi kami, mereka hanya ingin melihat kemenangan. Karena itu kami akan bekerja keras,” ujar pemain asal Meksiko ini dengan penuh keyakinan. Pernyataannya mencerminkan pemahaman mendalam tentang ekspektasi suporter dan komitmen untuk memberikan yang terbaik, terlepas dari kondisi tim. Moriera menyadari bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan diri, terutama bagi para pemain yang jarang mendapatkan menit bermain. Kesempatan ini menjadi momen penting bagi mereka untuk menunjukkan kualitas, meyakinkan pelatih, dan berkontribusi bagi kesuksesan tim.
Persebaya Unggul Head-to-Head, Namun PSM Punya Potensi Kejutan
Secara statistik dan peringkat klasemen sementara Liga Super Indonesia 2025/2026, Persebaya Surabaya yang berada di posisi keenam dengan 35 poin, jelas lebih diunggulkan dibandingkan PSM Makassar yang menduduki peringkat ke-13 dengan 23 poin. Perbedaan 12 poin ini menunjukkan performa yang lebih konsisten dari tim tuan rumah sepanjang musim ini. Jika Persebaya mampu meraih kemenangan, mereka berpotensi untuk merangsek naik ke papan atas klasemen, atau setidaknya menjaga jarak aman dari kejaran tim-tim di bawahnya seperti Bhayangkara FC dan Persita Tangerang yang memiliki poin sama. Namun, meskipun sedang dalam kondisi yang tidak ideal, Persebaya tetap memiliki motivasi tinggi untuk bangkit dan meraih tiga poin penuh di hadapan publik sendiri. Dukungan Bonek dan Bonita di Stadion GBT diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Di sisi lain, PSM Makassar, meskipun performanya belum stabil musim ini, bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk Juku Eja ini memiliki potensi untuk memberikan kejutan, sebagaimana yang seringkali ditunjukkan oleh tim-tim yang bermain tanpa beban. Sejarah pertemuan kedua tim dan kemampuan PSM untuk bangkit dari ketertinggalan harus menjadi kewaspadaan tersendiri bagi kubu Persebaya. Pengalaman PSM dalam menghadapi situasi sulit dan kemampuan mereka untuk memanfaatkan setiap celah pertahanan lawan patut diwaspadai. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Persebaya yang harus berjuang ekstra keras untuk mengatasi krisis pemain dan meraih kemenangan demi menjaga momentum persaingan di papan atas klasemen.

















