Di tengah riuh bursa transfer paruh musim Liga Indonesia 2025/2026, Persebaya Surabaya secara resmi menutup pergerakan mereka dengan mendatangkan dua amunisi lokal terakhir, Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar. Keputusan ini menandai finalisasi skuad asuhan pelatih Bernardo Tavares, yang kini menatap paruh kedua kompetisi dengan optimisme baru. Dengan komposisi pemain yang telah lengkap, fokus utama beralih pada adaptasi pemain baru dan memaksimalkan potensi individu serta kolektif tim. Pertanyaan besar pun mengemuka: mampukah kedua pemain anyar ini menjadi pembeda dan membawa Green Force meraih hasil maksimal, dimulai dari laga kandang krusial melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya?
Finalisasi Skuad: Strategi Bernardo Tavares dalam Mengunci Jendela Transfer
Langkah strategis Persebaya Surabaya dalam menutup bursa transfer paruh musim 2025/2026 dengan mendatangkan Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar menggarisbawahi keseriusan pelatih Bernardo Tavares dalam merampungkan komposisi timnya. Keputusan ini bukan sekadar tentang menambah jumlah pemain, melainkan merupakan bagian dari perencanaan matang sang juru taktik asal Portugal untuk menghadapi sisa kompetisi dengan kekuatan penuh. Dengan dua amunisi lokal ini, Tavares diyakini telah menemukan kepingan puzzle terakhir yang dibutuhkan untuk menyempurnakan taktik dan strategi yang telah ia rancang. Pengenalan resmi kedua pemain ini menegaskan bahwa Persebaya telah menghentikan upaya untuk membajak pemain lain seperti Yuran Fernandes dan Victor Luiz, mengalihkan seluruh energi dan fokus pada pengembangan skuad yang ada.
Riyan Ardiansyah, yang sebelumnya dikabarkan akan bergabung, kini resmi menjadi bagian dari Green Force. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dimensi baru pada lini tengah atau lini serang, tergantung pada penempatan taktis Tavares. Sementara itu, Ahmad Mujtaba Akbar, yang juga diperkenalkan bersama Riyan, menjadi opsi tambahan yang dapat dieksplorasi oleh pelatih. Perkembangan dan adaptasi kedua pemain ini dalam lingkungan tim yang baru akan menjadi kunci utama. Tavares, yang dikenal dengan pendekatan taktisnya yang detail, tentu telah memiliki rencana spesifik mengenai bagaimana memanfaatkan kelebihan Riyan dan Mujtaba untuk memperkuat tim secara keseluruhan. Keputusan untuk tidak mendatangkan pemain asing baru, seperti yang sempat menjadi spekulasi, menunjukkan kepercayaan penuh Tavares pada kualitas skuad yang dimilikinya saat ini, serta keyakinan bahwa Riyan dan Mujtaba adalah jawaban atas kebutuhan tim.
Momentum Pembuktian Awal di Stadion Gelora Bung Tomo
Jadwal padat Persebaya Surabaya di lanjutan kompetisi langsung memberikan panggung pembuktian bagi para pemain baru. Laga kandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang dijadwalkan pada Sabtu, 14 Februari 2026, malam, di Stadion Gelora Bung Tomo, akan menjadi ujian pertama bagi Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar. Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi tolok ukur awal bagi publik Surabaya untuk melihat dampak kehadiran kedua pemain anyar tersebut terhadap performa tim. Suporter setia Green Force tentu menantikan bagaimana duo pemain lokal ini dapat memberikan kontribusi nyata, baik melalui kolaborasi individu maupun sinergi dengan pemain-pemain lama.
Kehadiran Riyan dan Mujtaba diharapkan mampu memberikan warna baru bagi permainan Persebaya, yang mungkin selama ini terasa stagnan atau memiliki celah yang perlu ditutup. Pelatih Bernardo Tavares sendiri telah memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi timnya, terutama setelah kemenangan krusial atas Malut United FC pada 10 Januari 2026. Kemenangan tersebut, yang menampilkan performa impresif lini depan, menjadi bukti nyata kebangkitan tim di bawah arahan Tavares. Kini, dengan skuad yang telah lengkap, ekspektasi publik semakin tinggi. Mereka ingin melihat bagaimana kombinasi pemain baru dan lama dapat menghasilkan performa yang lebih solid, dinamis, dan mematikan, terutama dalam menghadapi tim-tim lawan yang juga berambisi meraih poin di kandang Persebaya.
Fokus Penuh pada Kerja Keras dan Sinergi Tim
Dengan selesainya proses rekrutmen pemain baru, fokus utama Bernardo Tavares kini sepenuhnya beralih pada aspek internal tim. Pernyataan bahwa “tidak ada lagi pemain baru” menandakan bahwa seluruh energi dan perhatian pelatih akan dicurahkan untuk memaksimalkan potensi yang sudah ada di dalam skuad. Adaptasi Riyan Ardiansyah dan perkembangan Ahmad Mujtaba Akbar menjadi elemen krusial dalam perjalanan Persebaya di sisa kompetisi. Tavares akan mengawal proses adaptasi ini agar kedua pemain dapat segera menyatu dengan skema permainan tim, baik secara taktik maupun psikologis. Ini mencakup pemahaman terhadap instruksi pelatih, chemistry dengan rekan setim, serta penyesuaian dengan atmosfer pertandingan di Liga Indonesia.
Persebaya Surabaya telah menyusun komposisi terbaik yang dimilikinya. Ini berarti bahwa setiap pemain, termasuk Riyan dan Mujtaba, memiliki peran penting dalam “puzzle” yang telah dirangkai oleh Tavares. Kinerja mereka di lapangan akan menjadi penentu keberhasilan tim. Pelatih asal Portugal ini dikenal teliti dalam meracik strategi, dan kehadiran dua pemain baru ini kemungkinan besar akan membuka opsi taktis yang lebih beragam. Publik Surabaya tentu menantikan bagaimana kedua kepingan terakhir ini akan memberikan warna baru bagi performa Green Force, menciptakan dinamika permainan yang lebih menarik, dan yang terpenting, membawa tim meraih kemenangan demi kemenangan.
Transformasi tim yang telah terjadi, termasuk potensi lahirnya trio andalan baru seperti yang terlihat pada era Bernardo Tavares dengan kombinasi Bruno Moreira, Malik Risaldi, dan pemain lainnya, kini diperkaya dengan kehadiran Riyan dan Mujtaba. Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC akan menjadi panggung awal bagi mereka untuk menunjukkan kualitasnya dan membuktikan bahwa keputusan manajemen dan pelatih dalam merekrut mereka adalah langkah yang tepat. Persebaya Surabaya kini siap melangkah dengan semangat baru, optimisme yang membuncah, dan komposisi skuad yang telah teruji, siap menghadapi tantangan di putaran kedua kompetisi.

















