Persib Bandung kembali menegaskan superioritasnya sebagai kandidat terkuat juara dengan mempertontonkan mentalitas pemenang yang solid saat menjamu Malut United dalam lanjutan pekan ke-20 Super League 2025/26. Bertanding di hadapan ribuan pendukung fanatiknya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (6/2/2026), tim berjuluk Maung Bandung tersebut sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor meyakinkan 2-0 tanpa balas. Kemenangan ini tidak hanya menjadi bukti dominasi Persib di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tetapi juga memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara dengan raihan 47 poin, sekaligus memperlebar jarak dari para pesaing terdekat dalam perburuan gelar musim ini.
Dominasi Taktis Bojan Hodak di Tengah Absensi Pemain Pilar
Memasuki lapangan dengan tekanan untuk mempertahankan tren positif, Persib Bandung sebenarnya berada dalam situasi yang kurang ideal. Sang arsitek strategi, Bojan Hodak, dipaksa memutar otak lantaran dua pilar utamanya, Marc Klok dan penyerang tajam Ramon De Andrade Souza alias Ramon Tanque, harus absen akibat proses pemulihan cedera yang belum usai. Ketidakhadiran Klok di lini tengah dan Tanque di ujung tombak sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan Bobotoh, namun kedalaman skuad Persib terbukti menjadi kunci keberhasilan mereka dalam mengatasi tantangan tersebut.
Bojan menurunkan komposisi pemain yang disiplin dengan mengandalkan Teja Paku Alam di bawah mistar gawang. Barisan pertahanan dikawal oleh kuartet Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba yang tampil sangat rapat sejak menit awal. Di sektor tengah, Eliano Reinjders dan Thom Haye menjadi motor serangan, didukung oleh fleksibilitas Robi Darwis, Adam Alis Setyano, serta kapten tim Beckham Putra Nugraha. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada Uilliam Barros Pereira untuk menggedor pertahanan Malut United yang dikenal cukup tangguh pada musim ini.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan kreativitas Thom Haye dalam mendistribusikan bola. Atmosfer GBLA yang bergemuruh memberikan energi tambahan bagi para pemain tuan rumah untuk terus menekan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang Malut United. Thom Haye, yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti, menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan akuratnya gagal diantisipasi oleh penjaga gawang lawan, mengubah skor menjadi 1-0. Sepanjang sisa babak pertama, jual beli serangan terjadi dengan intensitas tinggi, namun kedisiplinan barisan belakang Persib memastikan keunggulan tipis tersebut bertahan hingga turun minum.
Dinamika Babak Kedua dan Resiliensi Pertahanan Maung Bandung
Memasuki paruh kedua, Bojan Hodak melakukan penyesuaian taktik dengan memasukkan Andrew Jung untuk menggantikan Robi Darwis. Pergantian ini bertujuan untuk memberikan dimensi baru dalam skema penyerangan Persib agar lebih terarah dan tajam. Namun, petaka sempat menghampiri kubu tuan rumah pada menit ke-52 ketika bek tangguh asal Brasil, Julio Cesar, terlibat benturan keras dengan David da Silva dalam sebuah situasi perebutan bola. Cedera serius tersebut memaksa Julio Cesar harus ditandu keluar lapangan dan tidak dapat melanjutkan pertandingan, sebuah kehilangan besar bagi organisasi pertahanan Persib di tengah tekanan Malut United yang mulai meningkat.
Situasi sempat menjadi genting bagi Persib karena mereka harus bermain dengan sepuluh orang untuk beberapa saat sebelum pergantian pemain dilakukan. Merespons kondisi darurat tersebut, Bojan Hodak menunjukkan kelasnya sebagai pelatih berpengalaman dengan memasukkan Alfeandra Dewangga, Luciano Guaycochea, dan Rosembergne “Berguinho” Da Silva secara bersamaan. Mereka masing-masing menggantikan Julio Cesar, Adam Alis, dan Beckham Putra Nugraha. Masuknya Dewangga terbukti sangat vital dalam menambal lubang di lini belakang, sementara Berguinho memberikan ancaman konstan melalui umpan-umpan silang akuratnya dari sisi sayap.
Malut United, yang tertinggal satu gol, mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk menyamakan kedudukan. Ancaman serius datang pada menit ke-74 melalui aksi Frets Butuan, namun tendangan keras mantan pemain Persib tersebut masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Teja Paku Alam. Tiga menit berselang, kemelut terjadi di depan gawang Persib menyusul tandukan Gustavo Franca yang mengarah ke area berbahaya. Dalam situasi kritis tersebut, Alfeandra Dewangga melakukan penyelamatan heroik dengan menghalau bola menggunakan kepalanya, meski ia harus mendapatkan perawatan medis akibat hantaman keras dari pemain lawan. Wasit pun dengan tegas meniup peluit tanda pelanggaran dilakukan oleh pemain Malut United, yang memberikan napas lega bagi seluruh pendukung tuan rumah.
Sentuhan Emas Saddil Ramdani dan Peta Persaingan Menuju Gelar Juara
Memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan, intensitas permainan justru semakin meningkat. Persib hampir saja menggandakan keunggulan pada menit ke-83 ketika Andrew Jung melepaskan tendangan keras yang sayangnya masih membentur mistar gawang. Bola rebound yang jatuh ke kaki Thom Haye pun hanya mampu menggetarkan jala gawang bagian atas. Melihat kebutuhan untuk menyegarkan lini depan sekaligus mengunci kemenangan, Bojan Hodak memasukkan Saddil Ramdani pada menit ke-85 untuk menggantikan Thom Haye yang sudah mulai kelelahan. Keputusan ini terbukti menjadi “masterstroke” atau keputusan jenius dari sang pelatih.
Hanya berselang dua menit setelah menginjakkan kaki di rumput GBLA, Saddil Ramdani langsung memberikan dampak instan. Memanfaatkan umpan manja dari Berguinho, Saddil menunjukkan kelasnya dengan kontrol bola yang sempurna sebelum melepaskan tembakan yang merobek jala gawang Malut United pada menit ke-87. Gol tersebut tidak hanya menggandakan keunggulan menjadi 2-0, tetapi juga secara efektif meruntuhkan moral bertanding para pemain Malut United. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah untuk kemenangan Persib Bandung.
Kemenangan ini memiliki signifikansi yang sangat besar dalam tabel klasemen sementara BRI Super League. Persib kini mengoleksi 47 poin dari 20 pertandingan, hasil dari 15 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Mereka tetap menjaga jarak aman sebesar 3 hingga 4 poin dari pesaing terdekatnya, Borneo FC, yang berada di posisi kedua dengan 43 poin. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Malut United yang harus menelan kekalahan kedua secara beruntun, membuat mereka tertahan di posisi keempat dengan 37 poin, tertinggal 10 angka dari Persib. Dengan rekor sempurna selalu menang di laga kandang musim ini, Persib kini bersiap menghadapi laga “super big match” melawan Borneo FC pada Senin (16/2/2026), sebuah duel yang diprediksi akan menjadi penentu arah perebutan gelar juara musim ini.



















