Duel sengit diprediksi akan mewarnai bentrokan perdana Persib Bandung melawan Ratchaburi FC dalam babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan tersaji pada Rabu malam, 11 Februari 2026, di markas tim tuan rumah, Stadion Ratchaburi, yang berlokasi di Na Muang, Thailand. Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara eksplisit menyatakan keyakinannya bahwa pertandingan leg pertama ini akan menjadi ujian berat bagi anak asuhnya, mengingat berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi jalannya laga, mulai dari kondisi cuaca hingga performa individu para pemain di hari pertandingan. Laga ini menjadi sangat penting sebagai pijakan awal bagi ‘Maung Bandung’ untuk meraih hasil positif sebelum kembali ke kandang sendiri di leg kedua.
Analisis Taktis dan Sejarah Pertemuan
Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, tidak menyembunyikan optimismenya, namun ia juga menekankan perlunya kewaspadaan tinggi. Pengalaman Persib di Thailand musim ini, termasuk kemenangan 2-0 atas Bangkok United di fase grup, memang menjadi modal berharga. Namun, Hodak secara tegas mengingatkan bahwa atmosfer dan tingkat kesulitan pertandingan di fase gugur memiliki karakter yang jauh berbeda dibandingkan fase grup. Pertandingan ini bukan hanya sekadar adu taktik, tetapi juga ujian mental dan adaptasi terhadap lingkungan baru.
Lebih lanjut, Bojan Hodak memprediksi bahwa penentuan nasib kedua tim di babak 16 besar ini tidak akan terselesaikan hanya dalam satu pertandingan. Ia berpendapat bahwa peta persaingan yang sesungguhnya baru akan terungkap secara jelas pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada tanggal 18 Februari 2026. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ia melihat kedua tim memiliki kekuatan yang relatif berimbang, sehingga pertandingan kandang Persib di Bandung akan menjadi penentu utama siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Hodak juga menyoroti bahwa kekuatan Persib dan Ratchaburi FC dinilainya relatif berimbang, sebuah pandangan yang diperkuat oleh catatan pertemuan sebelumnya.
Menariknya, kedua tim ini sebenarnya pernah saling berhadapan dalam sebuah laga pramusim pada musim 2025/2026. Pertemuan tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2. Meskipun demikian, Bojan Hodak dengan tegas membedakan nilai dan signifikansi antara pertandingan uji coba dengan kompetisi resmi. Ia menekankan bahwa hasil dari laga persahabatan tidak dapat dijadikan tolok ukur mutlak untuk pertandingan kompetitif yang memiliki taruhan lebih tinggi dan tekanan yang berbeda. “Saya rasa tidak ada yang akan diputuskan di pertandingan pertama ini. Semuanya akan ditentukan di Bandung pada pertandingan kedua nanti,” ujarnya, menegaskan kembali strateginya untuk fokus pada hasil agregat.
Peran Kunci Pemain dan Target Tim
Di sisi lapangan tengah, gelandang Persib, Adam Alis, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pertandingan ini. Pemain berusia 32 tahun tersebut menyoroti bahwa babak gugur dalam sebuah kompetisi memberikan ruang yang sangat minim untuk melakukan kesalahan. Setiap detail kecil dapat berpotensi mengubah jalannya pertandingan dan menentukan hasil akhir. “Semua persiapan berjalan baik. Kami berharap mendapatkan hasil maksimal,” kata Adam, menunjukkan kesiapannya dan motivasi tim untuk meraih poin penuh.
Adam Alis tidak ragu untuk memberikan apresiasi terhadap kekuatan lawan. Ia menilai Ratchaburi FC bukanlah tim yang bisa dianggap remeh. Klub asal Thailand tersebut saat ini menempati posisi kedua dalam klasemen Liga Thailand dengan raihan 38 poin, dan yang lebih mengkhawatirkan, mereka sedang berada dalam tren kemenangan yang impresif di kompetisi domestik. “Saya pikir Ratchaburi cukup kuat. Mereka memasukkan pemain-pemain baru dan sekarang di level atas juga. Kami tidak bisa meremehkan, harus tetap fokus,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya menghormati lawan dan menjaga konsentrasi penuh selama pertandingan.
Adam Alis sendiri telah menjadi figur penting dalam skuad Persib musim ini, dengan mencatatkan 21 penampilan di berbagai kompetisi, termasuk empat pertandingan di level Asia. Ia bahkan telah mengoleksi tiga gol, salah satunya dicetak saat menghadapi Selangor FC. Meskipun memiliki ambisi pribadi untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor, Adam menegaskan bahwa kepentingan tim adalah prioritas utama. “Yang terpenting kami bisa lolos ke babak berikutnya,” tegasnya, menunjukkan jiwa kepemimpinan dan fokus pada tujuan kolektif tim.
Dari sektor pertahanan, kiper utama Persib, Teja Paku Alam, turut menyuarakan pentingnya membawa pulang hasil positif dari Thailand. Ia menekankan bahwa kemenangan atau setidaknya hasil imbang yang menguntungkan akan menjadi bekal krusial untuk menghadapi leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan depan. “Pertandingan besok tentunya tidak mudah. Tapi kami melaju sampai babak 16 besar ini juga tidak mudah,” ujar Teja, mengingatkan bahwa perjalanan Persib hingga tahap ini tidaklah instan dan penuh perjuangan. Ia memastikan bahwa tim tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang telah diraih untuk bersaing di level Asia. “Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga kami bisa membawa pulang hasil terbaik ke Indonesia,” kata mantan pemain Sriwijaya FC tersebut, optimis dengan potensi timnya untuk memberikan yang terbaik di kancah internasional.
Bagi Persib, pertandingan di Stadion Ratchaburi ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar mengamankan tiga poin di leg pertama. Ini merupakan bagian integral dari upaya mereka untuk terus menjaga dan meningkatkan konsistensi permainan di level Asia. Leg kedua yang akan digelar di Bandung seminggu kemudian, seperti yang diungkapkan oleh Bojan Hodak, kemungkinan besar akan menjadi panggung penentuan sesungguhnya, di mana segala potensi dan strategi kedua tim akan diuji hingga batasnya.

















