Persija Jakarta mengukir sejarah baru dalam kampanye Super League 2025/2026 setelah sukses menumbangkan tuan rumah Bali United dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (15/2/2026). Kemenangan krusial ini tidak sekadar menambah pundi-pundi poin bagi Macan Kemayoran, tetapi juga secara resmi mengakhiri “kutukan” lima tahun tanpa kemenangan di markas Serdadu Tridatu yang telah menghantui tim ibu kota sejak tahun 2019. Di bawah arahan asisten pelatih Ricky Nelson yang memimpin di pinggir lapangan, Persija menunjukkan performa defensif yang solid dan efektivitas serangan yang mematikan melalui gol cepat Gustavo Almeida, sekaligus memperpendek jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen demi menjaga asa merengkuh gelar juara di akhir musim.
Keberhasilan ini menjadi momentum emosional bagi seluruh elemen tim, mengingat betapa sulitnya mencuri poin penuh di Pulau Dewata dalam setengah dekade terakhir. Sejarah mencatat bahwa Persija Jakarta selalu menemui jalan buntu dan kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya setiap kali bertandang ke Gianyar. Terhitung sejak kemenangan terakhir mereka pada tahun 2019, Macan Kemayoran melewati lima laga tandang beruntun tanpa sekalipun merasakan manisnya kemenangan di hadapan pendukung Bali United. Rentetan hasil negatif tersebut sempat menciptakan beban psikologis tersendiri bagi para pemain, namun pada pekan ke-21 musim ini, tembok kokoh Stadion Kapten I Wayan Dipta akhirnya berhasil diruntuhkan melalui perjuangan kolektif yang luar biasa selama lebih dari 100 menit pertandingan berlangsung.
Taktik Disiplin dan Kolektivitas Tim Menjadi Kunci Utama
Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, yang mengawal langsung jalannya pertandingan, memberikan apresiasi setinggi-langit kepada para pemainnya namun tetap memilih untuk bersikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa hasil positif ini bukanlah buah dari kejeniusan individu tertentu, melainkan hasil dari sinergi seluruh komponen tim yang telah bekerja keras sejak masa persiapan. Ricky Nelson menyoroti bagaimana strategi yang telah disusun sejak awal mampu dieksekusi dengan disiplin tinggi oleh para pemain di lapangan. Fokus utama tim adalah meredam transisi cepat yang menjadi senjata andalan Bali United, sebuah tugas yang menuntut konsentrasi penuh dari menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
Kemenangan ini diraih dengan cara yang tidak mudah, di mana Persija harus menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lini serang Bali United setelah unggul lewat gol sundulan Gustavo Almeida. Ricky Nelson menyebutkan bahwa ketahanan mental para pemain diuji secara ekstrem, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan yang sangat dinamis. Baginya, tiga poin ini sangat krusial untuk menjaga posisi Persija di papan atas klasemen sementara. Dengan tambahan poin penuh ini, Persija kini mengemas 24 poin dan kokoh di peringkat ketiga, hanya terpaut tiga angka dari Persib Bandung yang menduduki posisi puncak. Ricky menegaskan bahwa timnya tidak ingin terbuai dengan sejarah masa lalu dan lebih memilih fokus pada konsistensi untuk terus bersaing dalam perebutan takhta juara Super League musim ini.
Strategi yang diterapkan oleh tim kepelatihan Persija terbukti efektif dalam mematikan pergerakan kunci pemain Bali United. Ricky Nelson mengungkapkan bahwa kunci utama kemenangan mereka adalah kesabaran dalam menunggu momentum dan ketangguhan dalam bertahan. Seluruh pemain Persija menunjukkan komitmen untuk saling menutupi ruang kosong, sebuah kerja sama yang disebut Ricky sebagai bukti nyata bahwa ambisi juara tim bukan sekadar isapan jempol. Keberhasilan mematahkan rekor buruk di Bali ini diharapkan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Macan Kemayoran untuk menghadapi sisa kompetisi yang diprediksi akan semakin sengit dan kompetitif di setiap pekannya.
Kebangkitan Mental Pasca Kekalahan dan Ambisi Juara
Sisi lain dari kemenangan ini diungkapkan oleh pemain asing asal Brasil, Maxwell, yang merasa sangat bangga dengan pencapaian timnya di Gianyar. Maxwell mengungkapkan rasa syukurnya dan mengakui bahwa bermain di kandang Bali United selalu memberikan tekanan atmosfer yang berat bagi tim tamu. Namun, ia menekankan bahwa Persija memiliki modal yang sangat kuat sebelum laga ini dimulai, yakni waktu persiapan selama satu minggu yang sangat intensif. Persiapan tersebut dilakukan sebagai respons cepat setelah tim mengalami kekalahan menyakitkan dari Arema FC pada pertandingan sebelumnya di kandang sendiri. Kekalahan tersebut menjadi pelecut semangat bagi para pemain untuk menebus poin yang hilang dengan cara mengincar kemenangan di laga tandang yang sulit ini.
Maxwell menceritakan bagaimana seluruh pemain memiliki misi yang sama untuk membawa pulang tiga poin demi membayar kekecewaan para pendukung. Selama sesi latihan di Jakarta sebelum berangkat ke Bali, tim fokus memperbaiki setiap detail kekurangan, mulai dari koordinasi lini belakang hingga efisiensi di lini depan. Maxwell memuji semangat juang rekan-rekannya yang tidak menunjukkan rasa lelah meski pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi dan tambahan waktu yang cukup lama. Komitmen untuk berjuang sejak menit awal hingga detik terakhir menjadi pembeda dalam laga ini, di mana setiap pemain rela berkorban demi mempertahankan keunggulan tipis yang mereka miliki.
Kemenangan di Bali ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing di Super League bahwa Persija Jakarta adalah kandidat kuat juara musim ini. Dengan selisih poin yang sangat tipis di jajaran tiga besar, setiap pertandingan kini dianggap sebagai partai final oleh skuad Macan Kemayoran. Keberhasilan memutus tren negatif di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi bukti bahwa Persija telah berkembang secara mental dan taktis. Kini, fokus tim akan beralih ke pertandingan-pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi, membawa misi besar untuk mengembalikan trofi juara ke ibu kota dan memuaskan dahaga prestasi bagi para pendukung setianya, The Jakmania.

















