Dalam sebuah duel sengit yang memukau ribuan pasang mata di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat, 30 Januari 2026, Persik Kediri berhasil mengukir kemenangan dramatis atas Bali United dengan skor akhir 3-2. Laga penutup pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini tidak hanya menandai kembalinya Macan Putih ke jalur kemenangan setelah rentetan hasil yang kurang memuaskan, tetapi juga menyoroti peran krusial seorang Jose Enrique Rodriguez. Pemain asal Spanyol ini menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol krusial, yang secara efektif memutus tren negatif timnya dan membuktikan statusnya sebagai aset berharga bagi Persik Kediri. Kemenangan ini juga mematahkan rekor impresif tujuh pertandingan tanpa kekalahan yang dipegang Bali United sebelumnya, menjadikan duel ini salah satu yang paling menarik perhatian di paruh kedua musim ini.
Jose Enrique: Sang Penyelamat dan Pembawa Keberuntungan
Peran Jose Enrique Rodriguez dalam kemenangan Persik Kediri atas Bali United tidak dapat disangkal. Dua gol yang dicetaknya dalam pertandingan tersebut bukan hanya sekadar tambahan angka di papan skor, tetapi juga menjadi bukti ketajamannya di lini depan. Gol pertama Enrique tercipta pada menit ke-29, sebuah penyelesaian dingin yang berhasil mengelabui penjaga gawang Bali United dan menyamakan kedudukan. Kepercayaan diri Persik Kediri pun berlipat ganda setelah gol penyama kedudukan tersebut. Tak berhenti di situ, pada menit ke-40, Enrique kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol kedua yang membawa Macan Putih berbalik unggul 2-1 atas tim tamu, Serdadu Tridatu. Kemenangan ini secara kolektif membawa total gol yang telah dicetak oleh Jose Enrique sepanjang musim ini menjadi delapan gol, sebuah pencapaian signifikan yang dicatat oleh Transfermarkt.
Memutus Rantai Paceklik Gol dan Menjadi Kunci Kemenangan
Kemenangan Persik Kediri atas Bali United juga menandai berakhirnya periode paceklik gol bagi Jose Enrique. Sebelum pertandingan krusial ini, penyerang berusia 30 tahun tersebut diketahui telah melewati tiga pertandingan tanpa mampu mencatatkan namanya di papan skor. Gol terakhirnya sebelum kemenangan ini terjadi pada bulan Desember tahun lalu, saat Persik Kediri berhasil mengalahkan Persis Solo. Kembalinya Enrique mencetak gol dalam laga penting melawan Bali United tidak hanya memberikan kontribusi langsung bagi timnya, tetapi juga menunjukkan bahwa ia telah menemukan kembali ketajamannya di saat yang paling dibutuhkan. Hal ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi skuad Persik Kediri yang tengah berjuang untuk memperbaiki posisi klasemen mereka.
Lebih jauh lagi, performa impresif Jose Enrique ini menggarisbawahi sebuah fakta menarik yang sangat berharga bagi Persik Kediri: setiap kali pemain nomor punggung 21 ini mencetak gol, timnya selalu berhasil meraih hasil positif. Statistik menunjukkan bahwa Persik Kediri belum pernah merasakan kekalahan dalam pertandingan di mana Jose Enrique berhasil mencetak gol. Jika ditotal, dalam pertandingan-pertandingan tersebut, Persik Kediri berhasil meraih enam kemenangan dan satu kali hasil imbang. Fenomena ini secara tidak langsung menempatkan Jose Enrique sebagai semacam pembawa keberuntungan bagi tim asal Kediri tersebut di musim ini. Keberadaannya di lapangan dan kemampuannya mencetak gol menjadi faktor penentu yang seringkali membawa timnya meraih poin penuh.
Hasil dramatis di Stadion Brawijaya ini, dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan Persik Kediri, memiliki implikasi yang cukup signifikan bagi kedua tim di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Berkat tambahan tiga poin dari kemenangan ini, Persik Kediri berhasil memperbaiki posisinya dan kini bertengger di peringkat ke-11 klasemen. Peningkatan ini merupakan buah manis dari kerja keras dan determinasi yang ditunjukkan oleh seluruh pemain, terutama dengan kontribusi krusial dari trio Spanyol yang menjadi andalan tim. Sementara itu, bagi Bali United, kekalahan ini tidak serta merta menurunkan posisi mereka secara drastis. Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini tetap bertahan di peringkat kedelapan klasemen. Namun, kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting bagi mereka, terutama mengingat rekor tak terkalahkan mereka yang terputus dalam laga ini.
Pertandingan antara Persik Kediri dan Bali United ini merupakan contoh klasik dari sebuah duel yang penuh drama dan intensitas. Lima gol yang tercipta dalam satu pertandingan menunjukkan betapa terbuka dan dinamisnya jalannya laga. Keberhasilan Persik Kediri membalikkan keadaan dan meraih kemenangan, terutama setelah tertinggal di awal pertandingan, menunjukkan mentalitas juara yang mulai terbangun dalam tim. Peran pemain asing, khususnya Jose Enrique, dalam pertandingan seperti ini menjadi sangat vital. Kemampuannya untuk mencetak gol di momen-momen krusial menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Selain Jose Enrique, kehadiran pemain asing lainnya yang juga berasal dari Spanyol, seperti Adrian Luna yang turut menyumbang satu gol, semakin memperkuat argumen bahwa trio Spanyol menjadi tulang punggung kekuatan Persik Kediri musim ini.
Kemenangan ini bukan hanya tentang tiga poin yang diraih, tetapi juga tentang momentum yang berhasil diciptakan oleh Persik Kediri. Di tengah persaingan ketat BRI Super League, setiap kemenangan, terutama melawan tim kuat seperti Bali United, memiliki nilai lebih. Ini memberikan kepercayaan diri kepada para pemain untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Bagi para pendukung Persik Kediri, kemenangan ini tentu menjadi kabar gembira yang disambut dengan antusiasme tinggi. Atmosfer Stadion Brawijaya yang dipenuhi sorak-sorai menjadi saksi bisu perjuangan heroik Macan Putih. Dengan Jose Enrique yang kembali menemukan ketajamannya dan statistik kemenangan yang selalu menyertainya saat mencetak gol, Persik Kediri memiliki modal berharga untuk terus merangkak naik di klasemen dan mengukir prestasi lebih baik di sisa musim kompetisi.


















