Dalam sebuah demonstrasi kekuatan yang memukau, Arsenal berhasil melenggang mulus ke putaran kelima Piala FA musim 2025/2026 setelah menaklukkan Wigan Athletic dengan skor telak 4-0. Pertandingan yang digelar di markas kebanggaan The Gunners, Emirates Stadium, pada Minggu malam, 15 Februari 2025, waktu setempat, menjadi panggung bagi dominasi total Meriam London sejak peluit awal dibunyikan. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket menuju babak selanjutnya, melainkan juga sebuah pernyataan tegas tentang ambisi Arsenal di kompetisi piala tertua di dunia, menunjukkan kedalaman skuad dan efektivitas taktik yang diterapkan.
Piala FA, dengan sejarah panjang dan tradisinya yang kaya, selalu menjadi ajang prestisius bagi klub-klub Inggris, dari raksasa Premier League hingga tim-tim di liga bawah. Bagi Arsenal, yang memiliki sejarah sukses di kompetisi ini, setiap putaran adalah langkah krusial dalam perburuan trofi. Kemenangan di putaran keempat ini sangat penting untuk menjaga momentum dan kepercayaan diri tim di tengah jadwal padat musim 2025/2026. Wigan Athletic, yang kemungkinan besar berasal dari divisi Championship atau League One pada musim tersebut, datang ke Emirates dengan status kuda hitam, berharap bisa menciptakan kejutan yang kerap mewarnai kompetisi piala ini. Namun, di hadapan ribuan pendukung Arsenal yang memadati stadion ikonik di London Utara, mimpi mereka harus pupus di tangan performa superior tuan rumah.
Strategi Arteta dan Komposisi Tim Unggulan
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi setiap lawan di Piala FA dengan menurunkan komposisi tim yang kuat namun tetap memberikan kesempatan bagi beberapa pemain untuk unjuk gigi. Lini belakang dipercayakan kepada Kepa Arrizabalaga di bawah mistar gawang, yang kemungkinan besar dipinjamkan atau baru direkrut untuk musim tersebut, memberikan pengalaman dan ketenangan. Di depannya, kuartet bek tangguh diisi oleh Ben White, William Saliba, Cristhian Mosquera, dan talenta muda Myles Lewis-Skelly. Kombinasi ini menawarkan perpaduan soliditas, kecepatan, dan potensi masa depan, dengan Saliba dan White sebagai pilar utama sementara Mosquera dan Lewis-Skelly mendapatkan menit bermain penting di kompetisi piala.
Lini tengah menjadi pusat kreativitas dan pengatur tempo dengan hadirnya Eberechi Eze, Christian Nørgaard, dan Noni Madueke. Eze, yang berdasarkan referensi tambahan, menyumbangkan dua assist krusial dalam pertandingan ini, menjadi motor serangan dengan visi dan kemampuan olah bolanya yang brilian. Nørgaard kemungkinan besar berperan sebagai gelandang bertahan yang mengamankan lini tengah, sementara Madueke menghadirkan kecepatan dan ancaman dari sisi sayap. Di lini serang, trio mematikan Bukayo Saka, Gabriel Jesus, dan Gabriel Martinelli diturunkan untuk memastikan daya gedor maksimal. Kehadiran mereka menegaskan niat Arsenal untuk mendominasi dan mencetak gol sejak awal. Ini adalah formasi yang seimbang antara pengalaman dan energi muda, dirancang untuk menekan lawan dan memaksimalkan peluang.
Di sisi lain, Wigan Athletic datang dengan skuad yang dipimpin oleh Sam Tickle sebagai penjaga gawang, yang diharapkan bisa menjadi tembok penghalang. Lini pertahanan mereka diisi oleh Morgan Fox, Jason Kerr, Will Aimson, dan Fraser Murray. Formasi ini kemungkinan besar dirancang untuk bertahan secara kompak dan mencoba meredam gelombang serangan Arsenal. Di lini tengah, Owen Moxon, Jensen Weir, dan

















