Pertarungan sengit memperebutkan takhta tertinggi Liga Italia akan tersaji di Stadio Renato Dall’Ara saat raksasa Lombardy, AC Milan, bertandang ke markas Bologna dalam lanjutan pekan ke-23 Serie A musim 2025/2026 pada Rabu dini hari, 4 Februari 2026. Laga krusial ini menjadi ujian mental bagi skuad Rossoneri yang tengah berupaya keras memangkas jarak poin dengan rival sekota, Inter Milan, di puncak klasemen, sementara tim tuan rumah berusaha memutus tren inkonsistensi demi merangkak naik ke zona kompetisi Eropa. Dengan status tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, Milan datang sebagai tim unggulan yang membawa ambisi besar untuk membawa pulang tiga poin penuh, namun Bologna yang baru saja memetik kemenangan moral di kancah Liga Europa diprediksi akan memberikan perlawanan spartan di hadapan pendukung setianya sendiri.
Analisis Mendalam Kekuatan AC Milan dan Ambisi Scudetto
AC Milan saat ini menempati posisi kedua dalam klasemen sementara Serie A dengan torehan 47 poin dari 22 pertandingan yang telah dijalani. Performa anak asuh Rossoneri musim ini tergolong sangat solid, di mana mereka berhasil mencatatkan 13 kemenangan, 8 hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan tipis. Meskipun pada laga sebelumnya mereka harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh AS Roma, semangat juang tim tidak surut. Fokus utama Milan saat ini adalah menjaga konsistensi di jalur kemenangan agar tidak semakin tertinggal dari Inter Milan yang memimpin dengan selisih lima poin. Keunggulan utama Milan musim ini terletak pada kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik yang memungkinkan mereka tetap kompetitif di tengah jadwal yang padat.
Salah satu faktor kunci yang membuat Milan begitu ditakuti musim ini adalah rekor tandang mereka yang luar biasa. Hingga pekan ke-23, Rossoneri tercatat belum pernah menderita kekalahan saat bermain di luar San Siro. Pertahanan mereka di laga tandang juga sangat disiplin, dengan hanya kebobolan delapan gol sejauh ini, sebuah statistik yang menunjukkan betapa sulitnya bagi tim tuan rumah untuk menembus barisan belakang yang dikomandoi oleh pemain-pemain berpengalaman. Selain itu, lini serang Milan yang dipimpin oleh bintang asal Portugal, Rafael Leao, terbukti sangat produktif. Leao tidak hanya menjadi ancaman melalui kecepatan dan dribelnya di sisi sayap, tetapi juga sering menjadi penentu kemenangan melalui gol-gol krusialnya. Kehadiran pemain sekaliber Leao diprediksi akan menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Bologna yang kerap kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan.
Tantangan Bologna dan Upaya Kebangkitan di Dall’Ara
Di sisi lain, Bologna yang kini berada di peringkat kesembilan dengan 30 poin, sedang berjuang untuk menemukan kembali bentuk permainan terbaik mereka di kompetisi domestik. Musim 2025/2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi tim berjuluk I Rossoblu ini, di mana mereka sering kali tampil menjanjikan namun gagal mengamankan kemenangan akibat kurangnya konsistensi. Sebelum memasuki pekan ini, Bologna sempat melewati tiga pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, termasuk dua kekalahan yang cukup menyakitkan. Namun, secercah harapan muncul setelah mereka berhasil menghancurkan Maccabi Tel-Aviv dengan skor telak 3-0 di ajang Liga Europa. Kemenangan tersebut diharapkan menjadi titik balik bagi mentalitas para pemain untuk menghadapi tekanan besar dari tim papan atas seperti AC Milan.
Bermain di Stadio Renato Dall’Ara seharusnya menjadi keuntungan bagi Bologna, namun kenyataannya mereka justru terlihat rentan saat tampil di kandang sendiri musim ini. Tekanan dari ekspektasi tinggi para suporter terkadang membuat koordinasi antar lini menjadi kacau. Meski demikian, Bologna memiliki catatan sejarah yang mampu mengejutkan tim-tim besar jika mereka mampu bermain disiplin secara taktik. Pelatih Bologna dipastikan akan menginstruksikan pemainnya untuk menutup ruang gerak para gelandang kreatif Milan dan mengandalkan serangan balik cepat. Keberhasilan mereka meraih kemenangan di kompetisi Eropa baru-baru ini setidaknya memberikan suntikan kepercayaan diri bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mencetak gol dan memberikan perlawanan terhadap tim yang secara kualitas individu berada di atas mereka.
Rekor Pertemuan (Head to Head) dan Statistik Kunci
Menilik sejarah pertemuan kedua tim, AC Milan memiliki dominasi yang sangat mencolok atas Bologna. Dari 46 pertemuan terakhir di berbagai ajang, Rossoneri berhasil memenangkan 29 pertandingan, sementara Bologna hanya mampu mencuri tujuh kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Dominasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari perbedaan kelas yang sering kali terlihat saat kedua tim beradu taktik di lapangan. Bahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, Milan belum tersentuh kekalahan dengan rincian empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Kekalahan terakhir yang dirasakan Milan terjadi pada Desember lalu saat mereka ditumbangkan Napoli di semifinal Supercoppa Italiana, namun sejak saat itu mereka tampil tanpa cela di liga.
- Produktivitas Gol: AC Milan tidak pernah absen mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir mereka, menunjukkan betapa cairnya skema serangan yang mereka bangun.
- Dominasi Terbaru: Dalam tiga pertemuan head-to-head terakhir, Milan berhasil memenangkan dua laga, yang menegaskan superioritas mereka atas I Rossoblu.
- Kondisi Pertahanan: Bologna tercatat hanya meraih satu kemenangan dalam sepuluh laga terakhir di liga sebelum kemenangan di Liga Europa, dengan rekor pertahanan yang cukup mengkhawatirkan saat menghadapi tim dengan intensitas serangan tinggi.
- Rekor Tandang: Milan belum terkalahkan dalam laga tandang Serie A musim ini, menjadikannya salah satu tim tamu paling menakutkan di Italia.
Prediksi Skor dan Skenario Pertandingan
Berdasarkan analisis performa terkini dan kondisi skuad, para pakar sepak bola memberikan prediksi yang cenderung mengunggulkan kemenangan bagi tim tamu. Sportskeeda memprediksi kemenangan 3-1 untuk AC Milan, dengan pertimbangan bahwa kualitas individu pemain seperti Rafael Leao akan sulit dibendung oleh lini belakang Bologna yang kurang stabil. Sementara itu, Sportsmole dan TribunLombok memberikan prediksi yang lebih ketat dengan skor 2-1 untuk keunggulan Milan. Meskipun Bologna diprediksi mampu memberikan perlawanan dan mencetak gol, pengalaman Milan dalam mengelola tekanan di laga-laga krusial diyakini akan menjadi faktor pembeda yang membawa mereka meraih tiga poin.
Prediksi Skor Akhir: Bologna 1-2 AC Milan
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan tempo sedang di awal laga, di mana Bologna akan mencoba bermain lebih defensif untuk meredam agresivitas Milan. Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas lini tengah Milan yang kreatif akan mulai menemukan celah. Jika Bologna gagal menjaga kedisiplinan selama 90 menit penuh, Milan dipastikan akan menghukum setiap kesalahan sekecil apa pun. Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan laga ini secara langsung, layanan streaming Vidio akan menyiarkan pertandingan ini pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 02.45 WIB.
Disclaimer: Prediksi skor ini disusun berdasarkan data statistik, performa terkini, dan analisis mendalam mengenai kondisi kedua tim. Hasil pertandingan di lapangan dapat berbeda karena sepak bola selalu penuh dengan kejutan. Konten ini tidak dimaksudkan untuk mendukung atau mengajak pembaca melakukan aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun.
Klasemen Sementara Serie A Liga Italia Pekan ke-23
| Pos | Klub | D | M | S | K | GM | GK | +/- | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 22 | 17 | 1 | 4 | 50 | 19 | 31 | 52 |
| 2 | AC Milan | 22 | 13 | 8 | 1 | 35 | 17 | 18 | 47 |
| 3 | Napoli | 23 | 14 | 4 | 5 | 33 | 21 | 12 | 46 |
| 4 | Roma | 22 | 14 | 1 | 7 | 27 | 13 | 14 | 43 |
| 5 | Juventus | 22 | 12 | 6 | 4 | 35 | 17 |

















