Pertarungan sengit di puncak klasemen Liga Inggris akan kembali tersaji saat dua raksasa sepak bola Inggris, Arsenal dan Manchester United, bentrok di Emirates Stadium pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Laga pekan ke-23 musim 2025–2026 ini dijadwalkan kick-off pukul 23.30 WIB, menjanjikan duel yang tidak hanya memperebutkan tiga poin, tetapi juga dominasi psikologis dan arah perburuan gelar serta posisi Eropa. Atmosfer di Emirates dipastikan membara, mengingat sejarah rivalitas panjang kedua tim dan kepentingan krusial yang dipertaruhkan di papan klasemen.
Arsenal, yang saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan signifikan tujuh poin atas pesaing terdekatnya, Manchester City, datang ke pertandingan ini dengan misi ganda: memperkokoh posisi di puncak dan menjaga momentum juara. Kemenangan akan memberikan The Gunners kelegaan besar, memperlebar jarak, dan mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing bahwa mereka serius dalam perburuan trofi. Sebaliknya, Manchester United, yang kini bertengger di peringkat kelima, menghadapi tekanan besar. Terpaut 15 poin dari Arsenal dan hanya berjarak satu angka dari Liverpool di posisi keempat, tiga poin menjadi harga mati bagi Setan Merah untuk menjaga peluang mereka finis di zona Liga Champions. Kegagalan meraih tiket Liga Champions akan berdampak besar pada keuangan dan daya tarik klub di bursa transfer, menjadikannya pertaruhan yang sangat tinggi bagi skuad asuhan Michael Carrick.
Benteng Emirates dan Ancaman Serangan Balik United
Dari sisi tuan rumah, Arsenal memiliki modal yang sangat kuat dan rekor kandang yang patut diacungi jempol. Mereka belum terkalahkan dalam 16 laga kandang musim ini, dengan catatan impresif 14 kemenangan dan hanya dua hasil imbang. Statistik ini menunjukkan betapa sulitnya menaklukkan Emirates di bawah asuhan Mikel Arteta. Pertahanan Arsenal juga terbukti sangat solid, tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan kandang, mencerminkan organisasi pertahanan yang ketat dan kinerja apik dari lini belakang hingga lini tengah. Pada pertemuan terakhir di Emirates Stadium di ajang Liga Inggris, Arsenal berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas United, sebuah hasil yang tentu saja akan menambah kepercayaan diri mereka.
Namun, Manchester United datang dengan senjata andalan yang tidak bisa diremehkan: produktivitas gol yang konsisten. Mereka selalu berhasil mencetak gol dalam 11 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, termasuk sembilan laga tandang beruntun. Catatan ini mengindikasikan bahwa lini serang United, meskipun mungkin tidak selalu dominan dalam penguasaan bola, memiliki ketajaman dan efektivitas yang patut diwaspadai, terutama dalam skema serangan balik cepat. Para penyerang dan gelandang serang mereka memiliki kemampuan individu untuk menciptakan peluang dan mengkonversinya menjadi gol. Kendati demikian, konsistensi bertahan masih menjadi persoalan serius bagi Setan Merah. United selalu kebobolan dalam periode 11 pertandingan tersebut dan belum sekalipun mencatatkan nirbobol di laga tandang musim ini. Fakta ini menjadi celah besar yang bisa dimanfaatkan Arsenal, terutama dengan rekor pertemuan yang berpihak pada mereka.
Secara historis dan dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal telah menunjukkan dominasi atas Manchester United. The Gunners memenangi lima dari enam pertemuan terakhir melawan Manchester United di Liga Inggris, termasuk kemenangan tipis 1-0 di Old Trafford pada bulan Agustus lalu. Kemenangan di markas lawan ini menjadi bukti konkret superioritas taktis dan mental Arsenal belakangan ini. Statistik ini secara jelas memperkuat posisi Arsenal sebagai favorit dalam pertandingan ini. Meskipun demikian, Manchester United, dengan efektivitas serangan balik dan konsistensi mencetak gol mereka, tetap memiliki potensi untuk memberikan perlawanan sengit dan menciptakan kejutan, membuat laga ini berpotensi berlangsung terbuka dan ketat hingga peluit akhir.
Kondisi Tim Terkini dan Strategi Pelatih
Dikutip dari laporan Sportsmole, kabar baik datang dari kubu Arsenal terkait krisis cedera di lini pertahanan. Pelatih Mikel Arteta menyambut kembalinya dua bek penting, Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie, yang telah kembali berlatih penuh dengan tim utama pada Jumat, 23 Januari 2026. Calafiori sebelumnya absen karena cedera otot, sementara Hincapie bermasalah pada paha. Meskipun Arteta belum memberikan konfirmasi definitif mengenai ketersediaan keduanya untuk laga akhir pekan dalam konferensi pers prapertandingan, kedua pemain diperkirakan sudah bisa kembali tampil, setidaknya dari bangku cadangan. Saat ini, Max Dowman menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang masih harus menepi karena menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki. Di lini depan, Arteta dihadapkan pada pilihan sulit antara Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres. Jesus, yang mencetak dua gol sebagai starter saat menghadapi Inter Milan di pertandingan sebelumnya, menunjukkan ketajamannya. Namun, Viktor Gyokeres, yang juga menyumbang gol dengan menjadi pemain pengganti efektif, diperkirakan akan mengisi posisi starter saat menghadapi Manchester United, menawarkan kekuatan fisik dan kemampuan duel udara yang mungkin lebih dibutuhkan untuk menghadapi pertahanan United.
Dari kubu tim tamu, pelatih interim Michael Carrick masih belum bisa menurunkan bek asal Belanda, Matthijs de Ligt, yang mengalami cedera punggung dan memerlukan waktu pemulihan lebih lanjut. Sementara itu, penyerang muda Joshua Zirkzee masih diragukan tampil karena cedera ringan, meskipun kecil kemungkinan ia akan masuk dalam susunan starter bahkan jika fit sepenuhnya. Kabar positifnya, bek kanan Noussair Mazraoui diperkirakan sudah kembali tersedia setelah membela negaranya di Piala Afrika. Namun, Carrick diprediksi tidak akan banyak mengubah susunan pemain yang sukses mengalahkan rival sekota, Manchester City, pada laga sebelumnya. Dengan demikian, trio lini tengah yang solid kemungkinan besar akan kembali diisi oleh Kobbie Mainoo, Casemiro, dan Bruno Fernandes. Mainoo diperkirakan akan menjadi starter dan berduet dengan Casemiro di poros tengah, memberikan kombinasi energi muda dan pengalaman. Bruno Fernandes, yang menciptakan enam peluang emas dalam kemenangan atas tim asuhan Pep Guardiola akhir pekan lalu, akan kembali menjadi motor serangan dan kreator utama bagi Setan Merah.
Rekor Pertemuan: Sejarah dan Dinamika Terbaru
- Dikutip dari Sportskeeda, Manchester United memiliki rekor yang unggul dalam sejarah panjang rivalitas ini, dengan memenangi 102 dari 244 pertandingan kedua tim di semua kompetisi. Sementara itu, Arsenal mencatatkan 91 kemenangan, dengan sisanya berakhir imbang. Ini menunjukkan dominasi historis United, namun dinamika telah bergeser dalam beberapa tahun terakhir.
- Arsenal datang ke pertandingan ini dengan catatan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Kekalahan terakhir mereka terjadi dengan skor 2-1 di tangan Aston Villa dalam pertandingan Liga Premier pada November tahun lalu, menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa.


















