Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengamankan tiket menuju babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026, sebuah pencapaian yang diraih dengan perjuangan sengit melawan sesama klub Prancis, AS Monaco. Dalam laga leg kedua babak playoff yang digelar di Parc des Princes pada Kamis dini hari, 26 Februari 2026, kedua tim bermain imbang 2-2. Hasil ini mengukuhkan keunggulan agregat PSG dengan skor 5-4, setelah mereka sebelumnya berhasil meraih kemenangan 3-2 pada leg pertama yang berlangsung di markas Monaco.
Perjuangan Sengit di Parc des Princes: Dari Tekanan Monaco Hingga Kebangkitan PSG
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, AS Monaco menampilkan permainan yang sangat agresif dan langsung memberikan tekanan intens kepada tim tuan rumah. Ambisi untuk membalikkan keadaan terlihat jelas dari setiap pergerakan para pemain Monaco. Peluang pertama bagi tim tamu hadir pada menit ke-11 melalui Mamadou Coulibaly, namun sayang sekali tembakannya masih melebar dari sasaran. Hanya berselang dua menit, pada menit ke-13, Thilo Kehrer mendapatkan kesempatan melalui sebuah sundulan memanfaatkan umpan silang akurat dari Vanderson, namun bola kembali belum menemui target gawang PSG. Tim raksasa Paris ini baru mampu menciptakan ancaman serius pada menit ke-42, ketika sepakan keras dari Desire Doue secara dramatis membentur mistar gawang. Namun, pertahanan PSG yang sempat lengah akhirnya harus mengakui keunggulan Monaco jelang jeda babak pertama. Pada menit ke-45, Maghnes Akliouche berhasil memecah kebuntuan setelah berhasil menyambar umpan tarik dari Coulibaly, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Monaco di paruh pertama pertandingan.
Memasuki paruh kedua, Paris Saint-Germain menunjukkan perubahan taktik dan meningkatkan intensitas serangan mereka secara signifikan. Momentum krusial yang mengubah jalannya pertandingan terjadi pada menit ke-59. Mamadou Coulibaly dari AS Monaco harus menerima kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Achraf Hakimi. Situasi ini memaksa Monaco untuk melanjutkan sisa pertandingan dengan 10 pemain, sebuah kerugian besar yang coba dimanfaatkan oleh PSG.
Adaptasi Strategi dan Mental Juara: Kunci Kebangkitan Les Parisiens
Keunggulan jumlah pemain segera dimanfaatkan oleh PSG untuk bangkit dan membalikkan keadaan. Pada menit ke-61, Marquinhos berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah dengan tenang menyelesaikan umpan matang dari Desire Doue yang berasal dari skema tendangan bebas. Semangat tim tuan rumah semakin membuncah. Hanya lima menit berselang, pada menit ke-66, Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG berbalik unggul 2-1. Gol ini tercipta berkat kemenangannya dalam memanfaatkan bola muntah hasil tembakan jarak jauh Achraf Hakimi yang sempat ditepis oleh kiper AS Monaco, Philipp Kohn. PSG terus berupaya untuk menambah keunggulan dan memastikan kemenangan, namun peluang yang diciptakan oleh Desire Doue pada menit ke-80 kembali digagalkan oleh ketangguhan kiper Kohn. Di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-91, AS Monaco berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Jordan Teze, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang PSG. Meskipun demikian, hasil imbang 2-2 ini sudah cukup bagi PSG untuk mengunci tiket ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 5-4.
Usai pertandingan, Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, secara terbuka mengakui bahwa timnya menghadapi pertandingan yang sangat sulit, bahkan ketika bermain di kandang sendiri di hadapan para pendukung setia mereka. Ia memberikan apresiasi terhadap performa Monaco di babak pertama, “Pertandingan ini sangat sulit. Pada babak pertama kami membuat terlalu banyak kesalahan, sementara Monaco bermain sangat baik,” ujar Enrique kepada PSG TV. Ia menambahkan, “Kami berbicara saat jeda untuk bermain lebih sederhana dan babak kedua terasa sangat berbeda.” Enrique menekankan bahwa meskipun harus berjuang keras dan ‘menderita’ sepanjang pertandingan, PSG pantas untuk lolos. “Kami pantas lolos, tetapi harus berjuang keras sepanjang laga. Kami terbiasa menghadapi situasi sulit dan siap memainkan pertandingan seperti ini melawan tim besar,” tegasnya, menunjukkan mentalitas juara yang telah tertanam di dalam skuadnya.
Gelandang PSG, Joao Neves, menyambut positif kelolosan timnya ke fase berikutnya, namun ia juga memberikan pandangan yang konstruktif mengenai performa tim yang masih bisa ditingkatkan. “Kami lolos ke babak berikutnya dan saya senang, tetapi kami bisa bermain lebih baik. Sekarang waktunya belajar dan memperbaiki kesalahan,” ungkap Neves. Ia juga tidak lupa memuji peran vital para suporter PSG yang dinilainya memberikan dukungan luar biasa. “Mereka adalah yang terbaik yang pernah saya lihat. Dukungan mereka selalu membantu kami,” imbuhnya. Dengan hasil ini, Paris Saint-Germain dipastikan melangkah lebih jauh di kompetisi Liga Champions musim 2025/2026, sementara AS Monaco harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen bergengsi ini.

















