Drama mewarnai pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 ketika PSM Makassar harus menelan pil pahit di kandang sendiri, Stadion Gelora BJ Habibie, Makassar, pada Sabtu (14/2/2026) sore WIB. Tim tuan rumah, yang dijuluki Juku Eja, takluk dengan skor 0-2 dari tim tamu, Dewa United FC. Pertandingan ini tidak hanya diwarnai oleh gol-gol krusial di menit akhir, tetapi juga oleh insiden kartu merah yang mengubah jalannya laga, memaksa PSM bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-76. Kemenangan ini membawa Dewa United merangkak naik ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan mengoleksi 27 poin, sementara PSM Makassar tertahan di posisi ke-13 dengan 23 poin, menandakan pergeseran kekuatan yang signifikan di papan tengah liga.
Pertarungan antara PSM Makassar dan Dewa United FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Makassar, pada Sabtu, 14 Februari 2026, menjadi saksi bisu dari ketatnya persaingan di BRI Super League musim 2025/2026. Duel yang dilangsungkan di pekan ke-21 ini berakhir dengan kemenangan tim tamu, Dewa United FC, dengan skor 2-0. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin tambahan, melainkan sebuah lompatan strategis yang membawa Dewa United naik ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan total 27 poin. Sebaliknya, bagi PSM Makassar, kekalahan ini memperpanjang tren minor mereka dan membuat mereka tertahan di posisi ke-13 dengan raihan 23 poin. Pertandingan ini menampilkan intensitas tinggi sejak awal, dengan kedua tim saling menunjukkan upaya menekan dan membuka pertahanan lawan, namun gol-gol krusial baru tercipta di penghujung laga, menambah dramatisnya atmosfer pertandingan.
Drama Kartu Merah dan Gol di Menit Akhir
Jalannya pertandingan antara PSM Makassar dan Dewa United FC berlangsung imbang dan penuh tensi sepanjang 90 menit awal. Kedua kesebelasan menampilkan permainan terbuka, saling jual beli serangan, dan berusaha keras untuk memecah kebuntuan. Namun, kebuntuan baru terpecah di menit-menit akhir pertandingan, menciptakan momen-momen dramatis yang menentukan hasil akhir. Gol pertama bagi Dewa United FC dicetak pada menit ke-90 oleh Vinicius Duarte, yang sebelumnya merupakan pemain Malut United. Gol ini menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar yang sudah berjuang keras menahan gempuran lawan. Belum sempat bangkit dari ketertinggalan, gawang PSM kembali bergetar pada menit ke-90+4. Kali ini, giliran Alex Martins yang berhasil menggandakan keunggulan Dewa United FC melalui penyelesaian yang dingin, memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu.
Selain gol-gol yang tercipta di menit-menit akhir, insiden yang berujung pada kartu merah juga menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Pada menit ke-76, PSM Makassar harus kehilangan salah satu pemain kuncinya, Victor Luiz. Pemain asal Brasil ini diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah kedapatan melakukan pelanggaran keras dengan menginjak kaki gelandang Dewa United FC, Ricky Kambuaya. Keputusan ini tentu saja memberikan keuntungan signifikan bagi Dewa United FC, yang bermain melawan sepuluh pemain di sisa pertandingan. Kehilangan satu pemain di lini tengah dan pertahanan jelas memengaruhi keseimbangan permainan PSM Makassar, yang akhirnya dimanfaatkan oleh Dewa United untuk mencetak gol kemenangan di menit-menit krusial.
Analisis Pergeseran Papan Klasemen
Kemenangan dramatis Dewa United FC atas PSM Makassar tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga berdampak langsung pada posisi kedua tim di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Dengan tambahan tiga poin, Dewa United FC berhasil merangsek naik ke peringkat kesembilan papan klasemen. Total poin yang kini dikoleksi oleh tim asuhan pelatih… (nama pelatih tidak disebutkan dalam sumber asli, bisa ditambahkan jika ada informasi tambahan) ini adalah 27 poin, hasil dari beberapa kemenangan dan hasil imbang sepanjang musim. Performa Dewa United FC menunjukkan peningkatan, terutama dalam kemampuan mereka memanfaatkan momen krusial, seperti yang terlihat pada gol-gol di menit akhir pertandingan ini. Di sisi lain, kekalahan ini membuat PSM Makassar semakin terpuruk di papan bawah. Mereka tertahan di posisi ke-13 dengan koleksi 23 poin. Posisi ini tentu saja mengkhawatirkan bagi tim sekelas PSM Makassar, yang diharapkan mampu bersaing di papan atas. Mereka perlu segera berbenah dan mencari solusi untuk memperbaiki performa mereka di sisa pertandingan musim ini agar tidak semakin terperosok.
Pertandingan ini mencerminkan dinamika kompetisi BRI Super League yang selalu menyajikan kejutan. Gol-gol di menit akhir seringkali menjadi penentu hasil pertandingan, dan insiden kartu merah dapat secara drastis mengubah alur permainan. Bagi PSM Makassar, kekalahan ini menjadi evaluasi penting mengenai kedalaman skuad, manajemen emosi pemain, serta strategi permainan mereka. Kehilangan Victor Luiz akibat kartu merah menunjukkan adanya potensi masalah kedisiplinan atau kurangnya kontrol dalam situasi pertandingan yang intens. Sementara itu, Dewa United FC patut diapresiasi atas ketenangan dan determinasi mereka hingga akhir laga. Kemampuan mereka untuk tetap fokus dan memanfaatkan peluang sekecil apapun, bahkan ketika bermain melawan sepuluh orang, menunjukkan mental juara yang mulai terbangun. Pertandingan ini juga menyoroti pentingnya kekuatan mental dan fisik dalam menghadapi tekanan di kompetisi level tertinggi.

















