PSMS Medan Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala, Menggeser Posisi Klasemen Grup 1
Dalam sebuah pertandingan yang penuh dengan ketegangan dan strategi taktis, PSMS Medan berhasil menaklukkan tuan rumah Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Duel sengit ini digelar di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, pada Minggu malam, 18 Januari 2026, disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati stadion.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif hati-hati dari kedua tim. Selama sepuluh menit pertama, fokus utama kedua kesebelasan adalah membangun penguasaan bola di lini tengah, mencari celah dan celah dalam pertahanan lawan sebelum melancarkan serangan. PSMS Medan nyaris membuka keunggulan lebih awal pada menit ke-8, namun sebuah peluang emas yang tercipta dari sepakan pemain mereka masih melebar di sisi kiri gawang Persiraja, sebuah kesempatan yang terbuang sia-sia.
Gol pembuka keunggulan justru berhasil dicetak oleh tim tuan rumah, Persiraja Banda Aceh, pada menit ke-34. Sebuah tendangan melengkung nan indah dari luar kotak penalti yang dilepaskan oleh Juan Mera sukses merobek jala gawang PSMS Medan. Gol ini disambut dengan gegap gempita oleh para pendukung Persiraja yang memadati Stadion H. Dimurthala. Gol pembuka ini berawal dari sebuah situasi sepak pojok yang dieksekusi oleh Fitra Ridwan. Bola tendangan sudut tersebut sempat disundul oleh seorang pemain bertahan PSMS Medan, namun bola liar jatuh tepat di kaki Juan Mera yang tanpa ragu melepaskan tembakan akurat.
Menjelang berakhirnya babak pertama, PSMS Medan berhasil menyamakan kedudukan. Pada menit ke-44, Dani Saputra berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang yang disodorkan oleh Aldin Cahya. Gol penyeimbang ini memberikan suntikan moral berharga bagi tim Ayam Kinantan menjelang turun minum. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya paruh pertama pertandingan, skor imbang 1-1 tetap bertahan untuk kedua tim.
Perubahan Taktik dan Gol Penentu Kemenangan PSMS Medan
Memasuki babak kedua, pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas, melakukan perubahan taktik dengan melakukan rotasi pada lini serang. Jackson Tiwu, yang bermain sejak awal pertandingan, ditarik keluar dan digantikan oleh David Laly, sebuah langkah strategis untuk menambah daya gedor tim tuan rumah.
Namun, justru di babak kedua inilah PSMS Medan berhasil membalikkan keadaan. Pada menit ke-58, tim berjuluk Ayam Kinantan ini sukses mencetak gol kedua mereka. Aldin Cahya, yang menerima umpan mendatar dari Rudiyana di dalam kotak penalti, tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Sepakan keras Aldin Cahya bersarang sempurna di sisi kanan gawang yang dijaga oleh Muhammad Reza, membawa PSMS Medan unggul 2-1.
Setelah berhasil unggul, skuat PSMS Medan yang dilatih oleh Eko Purdjianto, langsung mengadopsi skema permainan bertahan yang solid, sering disebut sebagai “parkir bus”. Eko Purdjianto bahkan mengambil keputusan untuk menarik keluar penyerang tunggal mereka, Rudiyana, dan memasukkan seorang pemain bertahan tambahan. Strategi bertahan ini terbukti sangat efektif. Berbagai serangan yang dilancarkan oleh tim tuan rumah, Laskar Rencong, mampu dipatahkan dengan mudah oleh lini pertahanan PSMS Medan. Kiper PSMS, Recky Rahayu, pun relatif nyaman menjaga gawangnya tanpa mendapatkan ancaman berarti hingga akhir pertandingan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-1 untuk kemenangan PSMS Medan tetap bertahan. Kemenangan ini merupakan hasil yang sangat berharga bagi tim tamu.
Dampak Kemenangan PSMS Medan terhadap Klasemen Grup 1
Kemenangan dramatis ini memiliki implikasi signifikan terhadap peta persaingan di klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026. PSMS Medan berhasil menggeser Persiraja Banda Aceh dari peringkat keempat. Kini, kedua tim sama-sama mengoleksi 23 poin, namun PSMS Medan berhak menempati posisi kelima klasemen berkat keunggulan dalam hal selisih gol atau rekor pertemuan (detail ini tidak disebutkan dalam sumber asli namun merupakan mekanisme umum tie-breaker). Sementara itu, Persiraja Banda Aceh harus turun ke peringkat keenam.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persiraja Banda Aceh, karena menggagalkan upaya mereka untuk terus mendekati tim-tim pemuncak klasemen. Saat ini, posisi puncak klasemen Grup 1 masih dikuasai oleh Garudayaksa dengan raihan 30 poin, diikuti oleh Adhyaksa di posisi kedua dengan 29 poin, dan Sumsel United di peringkat ketiga dengan 27 poin. Jarak poin yang semakin melebar ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persiraja untuk dapat mengejar ketertinggalan di sisa pertandingan musim ini.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 masih menyajikan banyak kejutan dan persaingan yang ketat di setiap grupnya, di mana setiap poin sangat berarti dalam perebutan posisi di klasemen.
Susunan Pemain Lengkap
Persiraja Banda Aceh:
- Kiper: Muhammad Reza
- Pemain: M. Revan, Ariel Kurung, Fitra Ridwan, Juan Mera, Connor, Omid Popalzay, M. Ikhsan, Jechson Tiwu, Fafa Sheva, dan Muharir.
- Cadangan: David Laly, Yasvani, Frank Sokoy, Muja, Sutan Zico, Tegar, Muammar, Ilham, Rian, Asgal, Angga, dan Faris.
- Pelatih: Akhyar Ilyas
PSMS Medan:
- Kiper: Recky Rahayu
- Pemain: Kim Jeung-Ho, Erwin, Saddam, Nazar Nurzaidin, Syarif, Aldin Syahya, Wadil, Dani Saputra, Ari Maring, dan Rudiyana.
- Cadangan: Quba, Gunandi, Zikri, Budhiar, Jodi, Umam, Zaki, Qadri, Hidayat, Farhan, Riki Togubu, dan Lastori.
- Pelatih: Eko Purdjianto


















