PSMS Medan Taklukkan Sumsel United 3-1 di Kandang, Eko Purdjianto Optimis Jaga Asa Promosi ke Liga 1
MEDAN – PSMS Medan sukses mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026, Sabtu (14/2/2026). Bertanding di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Utama Sumatra Utara, tim berjuluk Ayam Kinantan ini berhasil menaklukkan Sumsel United FC dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan ini tidak hanya mempertegas dominasi PSMS saat bermain di kandang sendiri, tetapi juga menjadi modal berharga untuk menjaga ambisi menembus lima besar klasemen di awal putaran ketiga kompetisi. Pertandingan yang diwarnai intensitas tinggi sejak menit awal ini menampilkan determinasi luar biasa dari kedua tim, namun PSMS Medan berhasil memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih hasil maksimal.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer Stadion Utama Sumatra Utara langsung membahana. PSMS Medan, yang didukung penuh oleh para suporternya, tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan intensif dilancarkan sejak menit pertama, dengan tujuan menciptakan gol cepat untuk mengontrol jalannya pertandingan. Upaya agresif ini membuahkan hasil di detik-detik awal laga. Pada menit pertama, Adlin Cahya yang beroperasi di sisi kanan penyerangan, melihat celah kosong di pertahanan lawan dan melepaskan umpan spekulatif ke dalam kotak penalti. Umpan tersebut disambut dengan baik oleh striker asal Brasil, Clayton Da Silva, yang berdiri bebas di area berbahaya. Tanpa membuang waktu, Da Silva melepaskan tendangan keras kaki kanan, namun refleks gemilang dari kiper Sumsel United, Dicky, berhasil menepis bola, hanya menghasilkan sepak pojok bagi tuan rumah.
Momen sepak pojok tersebut menjadi pembuka keunggulan PSMS Medan. Bola yang dieksekusi dengan matang ke dalam kotak penalti menciptakan kemelut di depan gawang Sumsel United. Di tengah situasi yang kacau tersebut, si kulit bundar jatuh tepat di kaki penyerang asal Argentina, Felipe Cadenazzi. Tanpa ragu, Cadenazzi melepaskan sepakan terarah yang tak mampu diantisipasi oleh Dicky, merobek jala gawang Sumsel United. Gol cepat yang tercipta di menit pertama ini sontak membuat stadion bergemuruh dan membawa PSMS Medan unggul 1-0. Keunggulan di awal pertandingan ini semakin membakar semangat tim tuan rumah dan membuat jalannya pertandingan menjadi semakin terbuka.
Analisis Taktis dan Perkembangan Pertandingan
Tertinggal satu gol, Sumsel United FC mencoba bangkit dengan membangun serangan yang lebih terorganisir dari lini tengah. Rachmad Hidayat dan rekan-rekannya berupaya keras untuk membongkar pertahanan rapat PSMS Medan yang dikomandoi oleh lini belakang yang disiplin. Namun, PSMS Medan tidak mengendurkan tempo serangannya. Pada menit ke-10, sebuah kombinasi serangan cepat melalui umpan satu-dua sentuhan kembali menciptakan ancaman serius. Adlin kembali menjadi motor serangan dengan mengirimkan umpan terobosan yang membelah pertahanan kepada Cadenazzi. Dengan sentuhan cerdik menggunakan tumitnya (backheel), Cadenazzi berhasil mengecoh seorang bek lawan, namun penyelesaian akhirnya masih terlalu lemah dan mampu diamankan oleh Dicky.
Memasuki menit ke-20, tempo permainan mulai berimbang dengan kedua tim saling jual beli serangan. Duel-duel keras kerap terjadi di lini tengah, menunjukkan determinasi tinggi dari para pemain. Pada menit ke-27, pemain PSMS Medan, Farhan, diganjar kartu kuning oleh wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Natan yang sedang memimpin serangan balik cepat untuk Sumsel United. Sumsel United nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-30. Umpan terobosan dari Irwanto Bajo gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Saddam, sehingga bola bergulir ke kaki Kurniawan Karman. Dengan sigap, Kurniawan melepaskan tendangan keras, namun bola hanya membentur tiang kanan gawang PSMS Medan, membuat para pendukung tuan rumah sempat terdiam sebelum kembali memberikan dukungan.
Menjelang akhir babak pertama, pemain Sumsel United, Diego, beberapa kali menciptakan ancaman melalui penetrasi ke dalam pertahanan PSMS dan tembakan jarak dekat. Namun, kiper PSMS Medan, Reky Rahayu, tampil sigap mengamankan peluang tersebut, termasuk pada menit ke-45 ketika ia berhasil meninju bola hasil sepakan keras Diego dari jarak dekat. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSMS Medan.
Babak Kedua: Dominasi PSMS dan Gol Penutup
Memasuki babak kedua, Sumsel United FC langsung mengambil inisiatif serangan dengan meningkatkan tempo permainan, berupaya mencari gol penyeimbang. Namun, peluang pertama justru kembali menjadi milik PSMS Medan pada menit ke-51 melalui tembakan jarak jauh Clayton Da Silva yang masih melambung di atas mistar gawang. Menyadari perlu adanya perubahan taktik, Sumsel United melakukan pergantian pemain pada menit ke-52. Syahril dan Tomi dimasukkan untuk menggantikan Nathan dan Kemaluddin, dengan harapan dapat menambah daya gedor tim.
Tekanan dari Sumsel United sempat meningkat ketika tendangan bebas Juninho Cabral pada menit ke-54 membentur pagar hidup pemain PSMS. Bola muntah langsung disambar oleh Hafit dengan sepakan voli, namun Reky Rahayu kembali menunjukkan konsistensinya dengan menangkap bola secara sempurna. Alih-alih kebobolan, PSMS Medan justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-58. Dani Saputra melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihalau oleh Dicky. Gol ini membuat PSMS Medan unggul 2-0 dan semakin memantapkan kepercayaan diri mereka untuk mengendalikan jalannya permainan.
PSMS Medan terus menjaga intensitas serangan mereka. Pada menit ke-66, sebuah umpan silang yang matang mengarah kepada Antoni Nugroho yang berhasil lolos dari pengawalan bek lawan dan berhadapan langsung dengan kiper. Antoni mencoba mencungkil bola melewati Dicky, namun arah bola melebar dari sasaran. Namun, Felipe Cadenazzi yang sigap mengejar bola berhasil menyundulnya ke dalam gawang kosong, mencatatkan gol keduanya dalam pertandingan ini (brace) dan membawa PSMS Medan unggul 3-0.
Sumsel United akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78. Sebuah kesalahan backpass dari pemain belakang PSMS, Kim Jeung Ho, dimanfaatkan dengan baik oleh Diego. Ia dengan tenang merebut bola dan berhasil menaklukkan kiper Reky Rahayu. Skor berubah menjadi 3-1, yang sempat membangkitkan semangat tim tamu. Dengan kemenangan ini, PSMS Medan berhasil merangkak naik ke peringkat keempat klasemen sementara Grup A dengan total perolehan 29 poin, menjaga asa mereka untuk promosi ke Liga 1.
Di sisa waktu pertandingan, Sumsel United mencoba meningkatkan tekanan dengan memainkan bola-bola direct dan memaksimalkan kecepatan pemain sayap mereka. Bahkan pada masa injury time, Kahar Kalu melakukan solo run melewati beberapa pemain bertahan PSMS, namun tembakannya masih melebar dari sasaran. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor akhir tetap 3-1 untuk kemenangan PSMS Medan.
Evaluasi Pelatih dan Harapan ke Depan
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih oleh anak asuhnya. Ia memuji kerja keras tim sepanjang laga, terutama saat bermain di kandang. “Alhamdulillah dan terima kasih buat perjuangan pemain. Setiap kita main di kandang, mereka berjuang tanpa lelah supaya tidak kehilangan poin. Semuanya luar biasa,” ujar Eko. Ia menegaskan bahwa timnya akan terus menjaga asa menembus lima besar dengan memaksimalkan setiap laga kandang yang tersisa. Eko juga memberikan apresiasi khusus kepada Clayton Da Silva yang dinilainya mampu beradaptasi dengan cepat meskipun baru bergabung tiga hari dengan tim. “Saya yakin performanya belum 100 persen, tapi adaptasinya cepat. Ke depan kita tetap fokus menjaga hasil positif di putaran ketiga,” tambahnya. Eko juga mengingatkan pentingnya konsentrasi penuh sepanjang laga, terutama setelah timnya kebobolan akibat kelengahan di menit akhir, yang menurutnya tidak boleh terulang di pertandingan berikutnya.
Pemain belakang PSMS Medan, Erwin Gutawa, menyebut kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga tandang berikutnya. “Ini kemenangan penting. Tapi kami tidak boleh terlalu lama euforia karena masih ada pertandingan berikutnya. Kami harus tetap fokus ke depan,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan tim dalam menyikapi hasil positif dan fokus pada target jangka panjang.
Sementara itu, Pelatih kepala Sumsel United FC, Nil Maizar, mengakui timnya merasa kecewa atas hasil tersebut meskipun tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. “Ini perjuangan yang sangat luar biasa tapi kita kecewa karena kita gagal memetik kemenangan pada hari ini. Golnya juga terlalu cepat dan kedua kesalahan unit juga di babak kedua sehingga tadi bisa shooting dan jadi gol. Nanti kita perbaiki kelemahan-kelemahan ini. Kalau itu tidak akan terjadi pasti kita bisa mengimbangi bahkan memenangkan pertandingan. Ke depan sama kelemahan-kelemahan kita akan perbaiki untuk di pertandingan berikutnya karena masih ada 8 pertandingan lagi yang akan kita hadapi,” ujarnya. Ia menilai gol cepat serta kesalahan koordinasi di babak kedua menjadi faktor utama yang membuat timnya kehilangan momentum. Namun, Nil menegaskan peluang timnya masih terbuka karena kompetisi masih menyisakan delapan laga yang bisa dimaksimalkan untuk memperbaiki posisi.
Pemain Sumsel United, Kurniawan Karman, menambahkan bahwa secara permainan timnya sebenarnya mampu mengimbangi tuan rumah. “Kita tahu pertandingan tadi sebenarnya kita bisa menguasai pertandingan secara permainan. Kita sebenarnya bagus tapi secara skor kita kalah,” katanya. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Sumsel United FC untuk segera melakukan evaluasi dan berbenah demi menjaga peluang mereka di sisa kompetisi musim ini.

















