Geliat sepak bola usia muda di Asia Tenggara kembali memanas seiring penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ajang paling bergengsi, ASEAN U-17 dan U-19 Boy’s Championship 2026. Di tengah persiapan masif ini, Provinsi Sumatera Utara, khususnya kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, kini muncul sebagai kandidat kuat yang dilirik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjadi lokasi penyelenggaraan. Potensi besar ini, yang diungkapkan pada Selasa, 10 Februari 2026, tidak hanya didasarkan pada kesiapan infrastruktur, melainkan juga rekam jejak sukses dalam menggelar turnamen nasional, keuntungan geografis, serta antusiasme suporter yang membara, meskipun keputusan akhir masih menanti rampungnya renovasi Stadion Teladan dan penetapan resmi oleh PSSI.
Indonesia sekali lagi dipercaya oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) untuk menghelat dua turnamen kelompok usia paling prestisius di kawasan ini. ASEAN U-17 Championship 2026 telah diagendakan berlangsung dari tanggal 11 hingga 23 April 2026, sementara ASEAN U-19 Championship 2026 dijadwalkan akan digelar pada 1 hingga 14 Juni 2026. Kepercayaan ini merupakan bukti nyata atas kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan event sepak bola berskala internasional, baik dari segi infrastruktur maupun manajemen. Namun, di balik kebanggaan tersebut, PSSI memiliki visi yang lebih luas: pemerataan lokasi penyelenggaraan di luar Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk mendistribusikan dampak positif turnamen ke berbagai daerah, sekaligus menunjukkan potensi sepak bola di seluruh penjuru negeri. Selain Sumatera Utara, kota lain seperti Balikpapan juga disebut-sebut masuk dalam pertimbangan PSSI untuk mewujudkan tujuan strategis ini, sebagaimana diungkapkan dalam beberapa laporan media.
Syarat Krusial: Ketersediaan Dua Stadion Berstandar Internasional
Kunci utama bagi Sumatera Utara untuk mengamankan status tuan rumah adalah pemenuhan syarat fundamental dari AFF: ketersediaan dua stadion yang memenuhi standar internasional. Anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumatera Utara, Arya Sinulingga, secara eksplisit menyatakan bahwa PSSI tengah mengkaji secara mendalam kemungkinan untuk mengusulkan Medan dan Deli Serdang sebagai lokasi penyelenggaraan. “Untuk AFF U-17 di bulan April dan U-19 di bulan Juni, ada kemungkinan kita usulkan Medan dan Deli Serdang sebagai tuan rumah. Karena untuk menjadi tuan rumah dibutuhkan dua stadion,” tegas Arya Sinulingga dalam wawancara eksklusif.
Sumatera Utara sebenarnya telah memiliki satu aset berharga yang sangat representatif, yakni Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang. Stadion megah ini, dengan kapasitas yang memadai dan fasilitas yang modern, dinilai sangat layak untuk menjadi arena pertandingan berskala internasional. Keberadaan SUSU menjadi fondasi kuat bagi tawaran Sumatera Utara. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada penyediaan satu stadion tambahan yang dapat berfungsi sebagai venue pendukung. Stadion kedua ini tidak hanya akan digunakan untuk latihan tim, tetapi juga dapat menjadi alternatif lapangan pertandingan atau bahkan tempat penyelenggaraan laga-laga grup secara simultan, sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan oleh AFF.
Harapan besar kini tertumpu pada Stadion Teladan di Kota Medan. Stadion bersejarah yang telah lama menjadi ikon sepak bola Sumatera Utara ini sedang menjalani proses renovasi besar-besaran. Perkembangan renovasi Stadion Teladan dilaporkan menunjukkan kemajuan yang signifikan, bahkan sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial berkat visualisasi kemajuannya. Optimisme pun mencuat bahwa renovasi ini dapat rampung tepat waktu sebelum batas waktu yang ditentukan. Arya Sinulingga menekankan urgensi penyelesaian proyek ini: “Kita sudah punya satu stadion, tinggal butuh satu lagi. Stadion Teladan sedang direnovasi, dan kemarin sudah ada video yang viral bahwa renovasinya hampir selesai. Kalau benar-benar siap sebelum April, bisa kita ajukan secepatnya.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kesiapan Stadion Teladan bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan faktor penentu utama bagi kesiapan Sumatera Utara secara keseluruhan.
Menyadari krusialnya peran Stadion Teladan, PSSI Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Arya Sinulingga berkomitmen penuh untuk menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Medan. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses penyelesaian renovasi dapat dipercepat sesuai dengan tenggat waktu dan standar yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan turnamen internasional. “Kami dari PSSI Sumut pasti akan berusaha ke pemerintah setempat,” ungkap Arya, menunjukkan keseriusan pihak federasi daerah dalam mendukung bidding ini.
Lebih dari Sekadar Lapangan: Pengalaman, Geografis, dan Antusiasme Suporter
Selain kesiapan infrastruktur stadion, PSSI juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang membuat Sumatera Utara menjadi kandidat yang sangat menarik. Salah satunya adalah pengalaman daerah ini dalam menggelar turnamen berskala nasional, khususnya Piala Kemerdekaan. Turnamen tersebut dinilai berjalan sukses, tertib, dan mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk para pecinta sepak bola nasional. Rekam jejak positif ini menunjukkan kapasitas Sumatera Utara dalam mengorganisir event olahraga besar, mengelola logistik, dan menjamin keamanan serta kenyamanan peserta dan penonton. “Kita melihat Piala Kemerdekaan kemarin berjalan cukup sukses. Jadi wajar kalau Sumatera Utara dipertimbangkan untuk event internasional seperti ini,” jelas Arya.
Faktor geografis juga menjadi nilai tambah yang signifikan bagi Sumatera Utara. Lokasinya yang strategis di bagian barat Indonesia dan relatif dekat dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, menawarkan kemudahan aksesibilitas. Jarak yang dekat ini akan sangat mempermudah mobilitas tim peserta, ofisial, dan tentu saja suporter dari negara-negara lain yang ingin menyaksikan langsung pertandingan. Kemudahan akses ini tidak hanya mengurangi biaya perjalanan dan waktu tempuh, tetapi juga berpotensi besar untuk mendorong sektor pariwisata daerah. Menurut Arya Sinulingga, potensi ini bisa berdampak positif terhadap perekonomian lokal melalui konsep “sport tourism”. Sektor-sektor seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai jasa lainnya akan mendapatkan dorongan ekonomi yang signifikan dari kedatangan ribuan pengunjung internasional. “Dari segi lokasi, Sumatera Utara dekat dengan Singapura, Thailand, dan Malaysia, sehingga sangat potensial untuk sport tourism. Event internasional seperti ini juga bisa berdampak positif bagi ekonomi daerah,” tambahnya, menegaskan visi PSSI untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

















