Dalam sebuah pertunjukan dominasi dan efisiensi yang memukau, Real Madrid berhasil mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara Liga Spanyol. Kemenangan telak 4-1 atas Real Sociedad di markas kebanggaan mereka, Stadion Santiago Bernabeu, pada Minggu, 15 Februari 2026, bukan hanya sekadar raihan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dalam perburuan gelar La Liga. Duel sengit ini menyaksikan Vinicius Junior menjadi bintang lapangan dengan sumbangan dua gol penalti yang krusial, didukung oleh gol pembuka brilian dari Gonzalo Garcia dan lesakan jarak jauh dari Fede Valverde. Hasil ini secara signifikan menempatkan Los Blancos unggul dua poin dari rival abadi mereka, Barcelona, yang baru akan melakoni pertandingan keesokan harinya, sekaligus menggarisbawahi ambisi Madrid untuk merebut kembali supremasi di kancah domestik.
Dominasi di Bernabeu: Gol Cepat, Penalti Beruntun, dan Puncak Klasemen
Pertandingan yang digelar di hadapan ribuan penggemar setia Real Madrid di Santiago Bernabeu ini langsung menyajikan drama sejak peluit awal dibunyikan. Pelatih Real Madrid, dalam strateginya yang cermat, mengambil keputusan berani dengan memasang Gonzalo Garcia dan Vinicius Junior sebagai ujung tombak lini serang. Sebuah keputusan yang secara mengesankan terbukti tepat, karena Gonzalo Garcia tidak menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.
Baru lima menit laga berjalan, publik Bernabeu sudah bergemuruh menyambut gol pembuka. Garcia, dengan insting penyerang kelas atas, berhasil memanfaatkan umpan silang akurat yang dilepaskan oleh Trent Alexander-Arnold dari sisi lapangan. Bola yang meluncur deras ke area penalti langsung disambar Garcia, mengoyak jala gawang Real Sociedad dan membawa Real Madrid unggul cepat 1-0. Gol ini tidak hanya memberikan keunggulan awal, tetapi juga membangun momentum positif bagi tuan rumah.
Namun, keunggulan Real Madrid tidak bertahan lama. Real Sociedad, yang dikenal sebagai tim tangguh, berhasil menunjukkan respons cepat. Pada menit ke-15, petaka menghampiri pertahanan Real Madrid ketika Dean Huijsen melakukan pelanggaran terhadap Yangel Herrera di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Mikel Oyarzabal, sang kapten Real Sociedad, dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut, mengirimkan bola ke sudut gawang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1, menguji mentalitas para pemain Los Blancos.
Meskipun demikian, Real Madrid tidak membiarkan skor imbang bertahan terlalu lama. Hanya beberapa menit berselang setelah gol penalti Sociedad, Real Madrid kembali memimpin. Kali ini, giliran Vinicius Junior yang menjadi eksekutor penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti Real Sociedad. Dengan ketenangan yang khas, Vinicius sukses menjalankan tugasnya, mengembalikan keunggulan Madrid menjadi 2-1 dan meredakan ketegangan di antara para suporter.
Dominasi Real Madrid semakin nyata menjelang akhir babak pertama. Tepat setelah menit ke-30, Fede Valverde menambah keunggulan Los Blancos menjadi 3-1. Gelandang asal Uruguay ini melepaskan tembakan jarak jauh yang akurat dan bertenaga, menembus pertahanan lawan dan bersarang di gawang Sociedad. Gol Valverde ini tidak hanya memperlebar jarak, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad Real Madrid yang mampu mencetak gol dari berbagai posisi.

Memasuki babak kedua, Real Madrid tidak mengendurkan serangan. Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Vinicius Junior kembali mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Gol keempat Real Madrid juga tercipta melalui titik penalti, menegaskan peran sentral Vinicius dalam kemenangan ini. Skor berubah menjadi 4-1 untuk keunggulan Los Blancos, sebuah margin yang sulit dikejar oleh Real Sociedad.
Secara statistik, performa Real Madrid malam itu sangat mengesankan, menunjukkan tingkat permainan yang jarang terlihat dalam beberapa pekan terakhir, meskipun mereka terus meraih kemenangan. Kemenangan ini bukan hanya hasil dari gol-gol individual, tetapi juga cerminan dari kerja sama tim yang solid, penguasaan bola yang efektif, dan transisi menyerang yang cepat. Hasil gemilang ini membawa Real Madrid unggul dua poin atas Barcelona, yang baru akan bertanding keesokan harinya, dengan koleksi 60 poin, menempatkan mereka pada posisi terdepan dalam perburuan gelar La Liga musim 2025/2026.
Masa Depan Pemain Senior Los Blancos Masih Belum Jelas
Di tengah euforia kemenangan dan persaingan ketat di puncak klasemen, sorotan juga tertuju pada masa depan salah satu pilar veteran Real Madrid, Dani Carvajal. Bek kanan yang telah lama menjadi bagian integral dari skuad Los Blancos ini kini menghadapi situasi yang tidak pasti menjelang berakhirnya kontraknya pada Juni 2026.
Menurut laporan dari Mundo Deportivo, manajemen Real Madrid memiliki keraguan serius terkait kemungkinan perpanjangan kontrak pemain berusia 34 tahun tersebut. Keraguan ini muncul di tengah strategi klub yang sedang gencar melakukan regenerasi skuad di sejumlah posisi. Usia Carvajal yang semakin menua dan riwayat cederanya menjadi pertimbangan utama bagi pihak klub dalam merencanakan masa depan tim.
Di sisi lain, Carvajal sendiri juga dikabarkan belum sepenuhnya yakin untuk melanjutkan kariernya di Santiago Bernabeu. Situasi ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keinginan untuk mencari tantangan baru, potensi penurunan menit bermain, atau pertimbangan terkait kondisi fisiknya yang mulai rentan terhadap cedera.
Carvajal diketahui sempat menepi cukup lama akibat cedera lutut yang dideritanya pada Oktober 2025. Ia menjalani masa pemulihan yang panjang, sekitar 69 hari, dan terpaksa melewatkan 12 pertandingan penting bagi Real Madrid. Ini adalah periode absen yang signifikan bagi seorang pemain kunci.
Setelah pulih, Carvajal kembali masuk skuad saat Real Madrid meraih kemenangan telak 5-1 atas Real Betis pada 4 Januari 2026. Namun, hingga laga kontra Valencia pada 9 Februari, Carvajal baru tampil dua kali dengan menit bermain yang sangat terbatas. Ia hanya bermain selama 13 menit saat menghadapi Albacete pada 15 Januari 2026, dan 14 menit ketika melawan AS Monaco pada 21 Januari 2026 di ajang Liga Champions. Durasi bermain yang minim ini mengindikasikan bahwa ia masih belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya atau belum mendapatkan kepercayaan penuh untuk bermain penuh.
















