Madrid, Spanyol – Gema Stadion Santiago Bernabeu akan kembali bergemuruh pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat Real Madrid dijadwalkan menjamu Levante dalam laga lanjutan pekan ke-20 La Liga Spanyol. Pertandingan yang akan dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar duel tim papan atas melawan tim papan bawah, namun lebih dari itu, ini adalah panggung debut krusial bagi Alvaro Arbeloa di kasta tertinggi sepak bola Spanyol sebagai pelatih kepala Los Blancos. Momen ini menjadi ujian perdana yang sangat dinanti untuk mengembalikan denyut stabilitas tim yang belakangan ini terlihat limbung dan kehilangan arah.
Penunjukan Arbeloa sebagai nakhoda baru Real Madrid datang sebagai konsekuensi dari rangkaian hasil yang mengecewakan di bawah kepemimpinan Xabi Alonso, yang akhirnya harus angkat koper dari kursi kepelatihan. Namun, transisi kepelatihan ini sejauh ini belum memberikan angin segar yang diharapkan. Periode awal Arbeloa justru diwarnai dengan performa yang jauh dari kata ideal. Pukulan telak diterima Real Madrid ketika mereka tersingkir secara memalukan dari Copa del Rey, takluk dengan skor 2-3 dari tim kasta kedua, Albacete, di babak 16 besar. Kekalahan ini terjadi hanya berselang singkat dari kegagalan mereka meraih gelar Piala Super Spanyol, menambah daftar panjang kekecewaan bagi para penggemar setia klub ibu kota Spanyol tersebut.
Dalam situasi genting ini, kemenangan bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan mutlak bagi Real Madrid. Tiga poin penuh di kandang sendiri memiliki arti ganda: pertama, untuk memulihkan kepercayaan diri para pemain yang terkikis akibat rentetan hasil buruk, dan kedua, untuk menjaga api harapan dalam perburuan gelar La Liga tetap menyala. Kepulangan mereka ke markas keramat, Santiago Bernabeu, untuk menghadapi Levante yang saat ini terpuruk di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-19 klasemen sementara, dipandang sebagai momentum emas yang sangat ideal untuk bangkit dan mengembalikan jati diri Los Blancos.
Namun, narasi pertandingan ini tidak bisa sepenuhnya dianggap sebelah mata dari sisi Levante. Tim promosi yang diasuh oleh Luis Castro ini memiliki potensi untuk mengejutkan dan memanfaatkan momentum ketidakstabilan yang tengah melanda Real Madrid. Kemenangan dramatis Albacete di Copa del Rey beberapa waktu lalu telah memberikan inspirasi berharga bahwa tim raksasa Spanyol sekalipun, dengan segala kemewahan materi pemainnya, tetap bisa dilukai, bahkan oleh tim yang secara kualitas pemainnya jauh di bawah mereka. Hal ini menjadi catatan penting bagi Arbeloa dan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan.
Analisis Mendalam Kondisi Skuad dan Taktik
Berdasarkan laporan terbaru dari Sport Illustrated, Real Madrid diperkirakan akan menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menghadapi Levante. Keputusan ini diambil setelah sejumlah pemain inti yang sebelumnya diistirahatkan pada pertandingan Copa del Rey melawan Albacete, kini siap kembali mengisi susunan pemain sebelas pertama. Nama-nama seperti Jude Bellingham, kiper utama Thibaut Courtois, gelandang jangkar Aurelien Tchouaméni, dan bek kiri muda Alvaro Carreras, disebut-sebut akan kembali menjadi starter, memberikan jaminan kualitas dan kedalaman skuad yang lebih baik.
Di sisi lain, Arbeloa masih harus memutar otak untuk mengatasi beberapa dilema yang menghampirinya terkait ketersediaan pemain. Dani Carvajal, bek kanan andalan, baru saja pulih dari cedera yang cukup serius dan hanya mampu bermain selama 13 menit dalam laga melawan Albacete. Mengingat ia baru kembali beraksi setelah absen hampir tiga bulan, kemungkinan besar Arbeloa akan bersikap hati-hati dan tidak langsung menurunkannya sebagai starter sejak menit awal. Keputusan ini diambil untuk meminimalkan risiko cedera kambuhan dan memastikan Carvajal kembali dalam kondisi prima.
Status penyerang bintang, Kylian Mbappe, juga masih menyisakan tanda tanya besar. Meskipun ia telah kembali berlatih bersama tim dan masuk dalam daftar skuad yang disiapkan untuk pertandingan La Liga ini, Real Madrid mungkin akan mengambil langkah pencegahan. Pertimbangan utama adalah jadwal padat yang akan dihadapi tim, termasuk laga krusial melawan AS Monaco di ajang Liga Champions yang dijadwalkan pada Selasa mendatang. Kehati-hatian dalam penggunaan Mbappe sangat krusial untuk menjaga kebugarannya di fase-fase penting musim ini.
Sementara itu, daftar pemain Real Madrid yang masih harus menepi akibat cedera masih cukup panjang. Nama-nama seperti Rodrygo, Antonio Rüdiger, Ferland Mendy, Eder Militão, dan bahkan Trent Alexander-Arnold, yang baru saja bergabung dengan klub, masih terpaksa absen membela timnya. Absennya para pemain kunci ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Arbeloa dalam meracik strategi terbaiknya.
Di kubu tim tamu, Levante juga datang ke Madrid dengan kondisi yang tidak ideal, terutama di lini pertahanan. Diego Pampín dipastikan tidak dapat diturunkan karena mengalami cedera kaki, yang secara otomatis membuka peluang bagi Manu Sánchez untuk mengisi posisi bek kiri. Pampín bergabung dengan Unai Elgezabal, Roger Brugue, dan Víctor García yang juga masih berada di ruang perawatan medis. Selain itu, kondisi kebugaran Oriol Rey juga masih diragukan, menambah daftar pemain yang berpotensi absen bagi Levante.
Namun, ada secercah kabar baik bagi pelatih Luis Castro. Etta Eyong, penyerang andalan Levante, telah kembali bergabung dengan tim setelah membela negaranya, Kamerun, di ajang Piala Afrika. Eyong merupakan top skor tim musim ini dan kehadirannya memberikan opsi tambahan di lini serang. Ia berpeluang besar untuk tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak 8 Desember, memberikan suntikan moral dan kekuatan yang signifikan bagi timnya.
Rekor Pertemuan dan Proyeksi Pertandingan
Menilik catatan sejarah pertemuan kedua tim, Real Madrid memiliki rekor yang sangat superior atas Levante. Seperti yang dilaporkan oleh Sportskeeda, dalam 31 pertandingan terakhir yang mempertemukan kedua klub, Real Madrid berhasil merengkuh kemenangan dalam 21 kesempatan. Sementara itu, Levante hanya mampu mencatatkan enam kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Statistik ini tentu memberikan kepercayaan diri ekstra bagi skuad Los Blancos.
Namun, performa terkini Real Madrid menunjukkan adanya kerentanan. Setelah berhasil meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, mereka kini menelan dua kekalahan beruntun, dengan total kebobolan enam gol dalam dua pertandingan tersebut. Catatan defensif ini menjadi perhatian serius, mengingat Real Madrid tercatat kebobolan setidaknya satu gol dalam delapan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di semua ajang. Satu-satunya clean sheet yang berhasil mereka catatkan dalam periode tersebut adalah saat mengalahkan Sevilla 2-0 dalam laga La Liga pada bulan Desember lalu.
Sementara itu, Levante menunjukkan sedikit perbaikan dalam performa mereka. Tim promosi ini tercatat tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meskipun demikian, mereka hanya mampu memenangkan satu dari tiga pertandingan tersebut, dengan dua sisanya berakhir imbang. Tren ini menunjukkan bahwa Levante mulai menemukan stabilitas, namun masih membutuhkan lebih banyak kemenangan untuk keluar dari zona merah.
Meskipun Real Madrid tengah berada dalam situasi yang penuh tekanan dan sorotan, kualitas skuad yang mereka miliki, ditambah dengan faktor bermain di kandang sendiri, membuat mereka tetap difavoritkan dalam pertandingan ini. Levante berpotensi merepotkan jika lini pertahanan Real Madrid kembali menunjukkan kerapuhan seperti yang terlihat dalam beberapa laga terakhir. Namun, absennya sejumlah pemain kunci di kubu tim tamu menjadi kendala besar bagi mereka untuk dapat memberikan perlawanan yang berarti.
Dengan kembalinya para pemain inti yang telah diistirahatkan dan adanya dorongan kuat untuk memulai era kepelatihan Alvaro Arbeloa dengan hasil positif, Real Madrid diprediksi mampu mengamankan tiga poin. Namun, perlu dicatat bahwa kemenangan ini belum tentu diraih dengan performa yang meyakinkan. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal yang krusial bagi Arbeloa untuk membuktikan kemampuannya dalam mengembalikan mentalitas juara Real Madrid.


















