Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 setelah melewati drama menegangkan lima partai melawan Thailand di Qingdao Conson Gymnasium, China, pada Jumat (6/2/2026) malam WIB. Kemenangan dramatis dengan skor tipis 3-2 ini dipastikan melalui aksi gemilang tunggal putra ketiga, Richie Duta Richardo, yang tampil sebagai pahlawan di partai penentu. Keberhasilan skuad Merah Putih menyingkirkan rival Asia Tenggara tersebut tidak hanya menjaga asa juara di kancah Asia, tetapi juga menegaskan dominasi sektor tunggal Indonesia yang menyapu bersih seluruh poin kemenangan dalam laga krusial di babak perempat final ini.
Pertarungan antara Indonesia dan Thailand berlangsung dengan tensi tinggi sejak partai pertama dimulai. Indonesia sempat berada di atas angin, namun perlawanan gigih dari sektor ganda Thailand membuat kedudukan menjadi imbang 2-2, memaksa pertandingan harus ditentukan hingga partai kelima. Situasi ini memberikan tekanan psikologis yang luar biasa besar bagi Richie Duta Richardo yang turun di partai pamungkas. Sebagai pemain muda yang memikul harapan bangsa, Richie dituntut untuk tampil sempurna demi menghindari kekalahan memalukan. Atmosfer di Qingdao Conson Gymnasium pun semakin memanas saat pendukung kedua negara memberikan dukungan penuh bagi atlet mereka yang bertarung di lapangan hijau.
Memasuki partai penentu, Richie Duta Richardo menghadapi wakil Thailand, Tanawat Yimjit, dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Sejak shuttlecock pertama dipukul, Richie langsung menunjukkan superioritasnya di atas lapangan. Ia tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Yimjit untuk mengembangkan permainan. Dengan variasi pukulan yang sangat matang, Richie mengendalikan tempo permainan secara total. Tekanan demi tekanan dilesakkan tanpa henti, memaksa lawan melakukan banyak kesalahan sendiri. Dominasi ini terlihat sangat jelas ketika Richie berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan telak 11-3, sebuah selisih poin yang menggambarkan perbedaan kelas yang cukup signifikan pada fase awal tersebut.
Pasca-interval gim pertama, intensitas serangan Richie justru semakin meningkat. Ia seolah sedang berada dalam kondisi on fire, di mana setiap keputusannya di lapangan berbuah poin. Richie benar-benar mendikte permainan dengan kombinasi serangan yang sangat apik, mulai dari smash keras yang menghujam tajam ke area pertahanan lawan, permainan netting yang tipis dan sulit dikembalikan, hingga drop shot yang mengecoh. Nyaris tidak ada satu pun serangan dari Tanawat Yimjit yang mampu menembus pertahanan rapat Richie atau membuahkan poin bagi Thailand. Gim pertama pun berakhir dengan skor yang sangat mencolok, yakni 21-5 untuk keunggulan Indonesia. Skor ini menjadi bukti betapa Richie sangat menguasai aspek teknis maupun mental di gim pembuka tersebut.
Analisis Teknis Kemenangan Richie Duta di Partai Pamungkas
Memasuki gim kedua, situasi pertandingan mulai mengalami sedikit perubahan dinamika. Richie Duta sebenarnya tetap mempertahankan gaya permainan menyerang dan variasi pukulan yang menjadi senjatanya di gim pertama. Namun, Tanawat Yimjit mulai mencoba bangkit dan memberikan perlawanan yang lebih solid. Pada fase ini, Richie sempat mengalami beberapa momen di mana akurasi pukulannya sedikit menurun. Beberapa kali pukulannya meleset keluar garis lapangan atau tersangkut di net. Selain itu, Richie juga sempat menunjukkan salah pengamatan terhadap arah jatuhnya shuttlecock. Meski demikian, kematangan mental Richie tetap terjaga. Ia mampu mengelola kesalahan-kesalahan kecil tersebut dan tetap memimpin jalannya pertandingan hingga mencapai interval gim kedua dengan skor 11-8.
Selepas jeda interval gim kedua, Richie Duta berusaha kembali ke performa terbaiknya untuk segera menyudahi perlawanan Thailand. Meskipun ia masih terlihat kurang cermat di beberapa momen krusial yang memungkinkan Yimjit mengejar poin, Richie tetap memegang kendali penuh atas jalannya reli-reli panjang. Penguasaan lapangan yang baik serta ketenangan dalam mengeksekusi peluang menjadi kunci utama Richie dalam meredam ambisi lawan. Dengan dukungan instruksi pelatih dari pinggir lapangan, Richie akhirnya berhasil memenangkan gim kedua dengan skor 21-17. Kemenangan ini sekaligus memastikan skor besar menjadi 3-2 untuk kemenangan Indonesia, yang secara otomatis meloloskan tim putra ke babak semifinal untuk menantang tim kuat Jepang.
Kemenangan Indonesia atas Thailand ini menarik untuk dicermati dari sisi strategi tim. Skuad Merah Putih terlihat sangat bergantung pada kekuatan sektor tunggal putra. Mohammad Zaki Ubaidillah yang turun di partai pertama berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik setelah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul melalui pertarungan sengit dua gim langsung, 21-13 dan 22-20. Kemudian, Prahdiska Bagas Shujiwo juga memberikan kontribusi vital di partai ketiga dengan memenangkan laga melelahkan tiga gim melawan Puritat Arree. Meskipun sektor ganda putra yang diwakili oleh pasangan senior-junior Leo Carnando/Bagas Maulana serta pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus menelan kekalahan, ketangguhan tiga tunggal putra Indonesia terbukti mampu menjadi tulang punggung tim dalam meraih kemenangan di perempat final BATC 2026 ini.
Rekapitulasi Hasil Pertandingan Perempat Final BATC 2026: Indonesia vs Thailand
Berikut adalah detail hasil lengkap dari lima partai yang tersaji dalam laga perempat final antara tim putra Indonesia melawan Thailand di Qingdao, China:
- Tunggal Putra 1: Mohammad Zaki Ubaidillah berhasil menundukkan Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor 21-13 dan 22-20. Kemenangan ini memberikan poin pertama yang sangat penting bagi mentalitas tim.
- Ganda Putra 1: Pasangan Leo Carnando/Bagas Maulana harus mengakui keunggulan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul melalui drama tiga gim dengan skor 21-14, 15-21, dan 17-21. Kekalahan ini sempat membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.
- Tunggal Putra 2: Prahdiska Bagas Shujiwo kembali membawa Indonesia unggul setelah berjuang keras mengalahkan Puritat Arree dengan skor akhir 21-7, 17-21, dan 21-18 dalam durasi pertandingan yang cukup panjang.
- Ganda Putra 2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin belum mampu menyumbangkan poin setelah kalah dari pasangan Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga dengan skor ketat 19-21 dan 18-21, yang membuat skor kembali imbang 2-2.
- Tunggal Putra 3: Richie Duta Richardo memastikan kemenangan Indonesia 3-2 setelah membungkam Tanawat Yimjit dengan skor meyakinkan 21-5 dan 21-17.
Dengan hasil ini, Indonesia akan segera mengalihkan fokus untuk menghadapi Jepang di babak semifinal. Pertandingan melawan Jepang diprediksi akan jauh lebih berat mengingat kedalaman skuad Negeri Sakura yang merata di semua sektor. Tim pelatih Indonesia diharapkan mampu melakukan evaluasi mendalam, terutama pada sektor ganda putra yang gagal menyumbangkan poin dalam laga melawan Thailand. Keberhasilan mencapai semifinal ini juga menjadi modal berharga bagi para pemain muda Indonesia untuk terus mengasah jam terbang di level internasional, sekaligus membuktikan bahwa regenerasi bulu tangkis Indonesia tetap berada di jalur yang benar menuju turnamen-turnamen besar mendatang.

















