Mandalika, NTB – Legenda balap MotoGP, Valentino Rossi, bersama para muridnya dari VR46 Riders Academy, telah mengukir sejarah baru di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada Selasa, 27 Januari 2026, “The Doctor” untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di sirkuit kebanggaan Indonesia ini, tidak hanya untuk sekadar kunjungan, tetapi untuk mengikuti sebuah program pelatihan intensif yang didukung penuh oleh Pertamina Enduro. Kehadiran sembilan kali juara dunia grand prix, dengan tujuh gelar di kelas utama MotoGP, menandai momen penting dalam upaya pembinaan talenta muda balap Indonesia. Acara ini, yang bertajuk “Pertamina Enduro VR46 Riders Academy in Mandalika Vol 2,” tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan para pembalap elite, tetapi juga platform transfer ilmu balap dari para maestro kepada generasi penerus bangsa, sekaligus menjadi ajang promosi produk unggulan dari Pertamina Lubricant, sponsor utama tim VR46 Racing Team.
Rossi Pimpin Langsung Latihan Intensif di Sirkuit Mandalika
Kedatangan Valentino Rossi di Sirkuit Mandalika bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen nyata dalam pengembangan talenta balap. Sebelum menggeber motor balapnya, Rossi menyempatkan diri untuk merasakan lintasan sepanjang 4,3 kilometer yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia itu dengan menunggangi mobil Honda Civic Type R, yang juga berfungsi sebagai safety car dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Ini menunjukkan betapa seriusnya Rossi dalam memahami karakteristik sirkuit yang akan menjadi saksi bisu perjuangan para pembalap di masa depan. Di paddock, sebuah motor Yamaha R1 dengan nomor punggung 46 berwarna kuning khas Rossi telah siap menyambutnya, menandakan kesiapannya untuk kembali merasakan sensasi lintasan balap. Namun, fokus utama Rossi di sesi ini adalah memimpin langsung latihan bagi para muridnya dan juga pembalap muda Indonesia.
Para pembalap yang turut serta dalam sesi latihan ini adalah deretan nama besar yang telah malang melintang di kancah MotoGP dan kelas pendukungnya. Diantaranya adalah Francesco Bagnaia, yang saat ini memperkuat tim Ducati Lenovo; Marco Bezzecchi, yang membela Aprilia Racing; Luca Marini, yang telah bergabung dengan tim Honda HRC; serta Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio, yang keduanya merupakan bagian dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Selain itu, hadir pula Celestino Vietti dari SpeedRS Team di Moto2, mantan pembalap Andrea Migno, dan talenta muda terbaru dari akademi, Matteo Gabarrini. Kehadiran para pembalap ini menunjukkan betapa pentingnya sesi latihan ini, tidak hanya sebagai persiapan menuju musim kompetisi 2026, tetapi juga sebagai ajang berbagi pengalaman dan teknik balap tingkat dunia.
Setiap pembalap mendapatkan alokasi motor yang sesuai dengan kelas dan tim mereka, mencerminkan keseriusan acara ini. Bagnaia, Morbidelli, dan Di Giannantonio akan menggeber motor Ducati Panigale V4 2025, sebuah mahakarya teknologi balap Italia. Marco Bezzecchi akan mengendarai Aprilia RSV4 1100, sementara Luca Marini akan merasakan kekuatan Honda CBR 1000RR-Fireblade. Penggunaan motor-motor pabrikan terkemuka ini menegaskan bahwa sesi latihan ini bukan sekadar fun race, melainkan sebuah simulasi kompetisi yang sangat mendekati kondisi balap sesungguhnya, memberikan para pembalap kesempatan emas untuk menguji performa mesin dan menyempurnakan setelan sebelum musim balap 2026 dimulai.
Program Pembinaan Komprehensif untuk Talenta Lokal
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa acara “Pertamina Enduro VR46 Riders Academy” ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Pertamina Lubricant dan VR46 Riders Academy. Ia menekankan bahwa kehadiran para pembalap dari VR46 Riders Academy yang berkompetisi di berbagai ajang MotoGP menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung dunia balap tanah air. “Acara ini bersifat private, di mana VR46 datang ke Indonesia bersama Pertamina untuk sesi latihan mereka sendiri. Ini juga menjadi salah satu cara mereka memperkenalkan produk-produk Pertamina, khususnya Pertamina Lubricant,” ujar Andhi.
Lebih dari sekadar latihan pribadi, sesi ini juga memiliki misi mulia untuk mentransfer ilmu balap kepada para pembalap muda Indonesia. Sebanyak 10 pembalap muda Indonesia yang terpilih dari ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) tahun sebelumnya, telah melalui proses seleksi ketat bersama PT Pertamina Lubricants dan Manajemen MRS. Para pembalap yang berasal dari kelas 150cc dan 250cc ini mendapatkan kesempatan langka untuk berlatih langsung di bawah bimbingan para pembalap top dunia. Pembinaan yang diberikan mencakup berbagai aspek krusial dalam dunia balap, mulai dari teknik balap yang presisi, pemahaman mendalam mengenai mesin dan spesifikasi kendaraan, hingga penguatan mental kompetisi yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk berlatih bersama tim mekanik yang berpengalaman, memberikan wawasan praktis yang tak ternilai.
Program pembinaan ini tidak berhenti pada aspek teknis balap semata. Menyadari pentingnya pengembangan diri secara holistik dalam industri motorsport modern, para peserta juga dibekali dengan kemampuan non-teknis yang relevan. Pelatihan public speaking diberikan untuk melatih kemampuan komunikasi mereka di depan publik dan media, sebuah keterampilan esensial bagi setiap atlet profesional. Selain itu, pemahaman mengenai digital marketing juga menjadi bagian integral dari kurikulum, membekali para pembalap muda dengan pengetahuan tentang bagaimana membangun citra diri dan mempromosikan diri di era digital. Semua materi pelatihan ini dirancang dengan standar profesional yang diadopsi dari kurikulum pembinaan VR46 Riders Academy, memastikan bahwa para pembalap muda Indonesia mendapatkan bekal terbaik untuk meniti karier di dunia balap internasional.


















