Semen Padang Curi Poin Dramatis di Kandang Bali United: Dejan Soroti Anulir Gol dan Badai Cedera
Pelatih kepala Semen Padang, Dejan Antonic, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam terhadap dedikasi serta perjuangan tanpa henti yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Dalam laga tandang yang penuh tantangan di markas Bali United, sebuah tim yang dikenal memiliki rekor kandang yang angker, skuad berjuluk Kabau Sirah berhasil menunjukkan mental baja untuk ‘mencuri poin’ krusial. Hasil imbang ini bukan sekadar satu poin, melainkan sebuah deklarasi bahwa Semen Padang siap bersaing ketat di putaran kedua kompetisi Liga 1. Kerja keras yang dimaksud Dejan tercermin dari setiap duel perebutan bola, setiap lari tanpa henti, dan setiap upaya kolektif untuk menahan gempuran lawan, bahkan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan.
Keberhasilan Semen Padang ini menjadi sorotan utama mengingat rekor impresif Bali United sebelumnya. Dejan secara khusus menyoroti fakta bahwa timnya adalah salah satu dari sedikit tim yang mampu mencetak hingga tiga gol ke gawang Serdadu Tridatu dalam beberapa waktu terakhir. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, mengingat Bali United datang ke pertandingan ini dengan tren positif yang mencengangkan, yakni enam pertandingan tak terkalahkan dan, yang lebih signifikan, tidak pernah kebobolan satu gol pun. Membobol gawang tim yang memiliki benteng pertahanan sekuat itu sebanyak tiga kali adalah bukti nyata ketajaman lini serang dan keberanian taktik Semen Padang. “Yang pertama, kita datang di sini untuk curi poin dan kita curi poin. Kita mulai putaran kedua positif,” ujar Dejan usai laga, menegaskan bahwa tujuan utama timnya telah tercapai dan momentum positif berhasil dibangun di awal putaran kedua.
Kontroversi Wasit dan Pukulan Cedera: Tantangan Ganda Kabau Sirah
Namun, kemenangan moral ini tidak lepas dari bayang-bayang kontroversi. Dejan Antonic juga secara terang-terangan menyoroti adanya dua gol Semen Padang yang dianulir oleh wasit pertandingan. Keputusan-keputusan tersebut, menurutnya, sangat merugikan timnya yang pada saat itu tampil fantastis secara taktik, terutama di babak pertama. Pelatih asal Serbia itu merasa bahwa strategi yang telah disiapkan dan dieksekusi dengan sempurna oleh para pemainnya menjadi sia-sia akibat intervensi wasit. Ia berpendapat bahwa jika kedua gol tersebut disahkan, jalannya pertandingan dan hasil akhirnya akan sangat berbeda, mungkin saja berujung pada kemenangan penuh bagi Semen Padang. Frustrasi Dejan tampak jelas ketika ia berkomentar, “Jangan lupa dua gol yang dianulir dari wasit yang itu. Lucu sedikit, tapi ya oke, ini sepak bola Indonesia,” sebuah pernyataan yang mengisyaratkan adanya kekecewaan mendalam terhadap standar perwasitan yang kerap menjadi sorotan di kancah sepak bola nasional.
Selain keputusan wasit yang merugikan, Semen Padang juga dihadapkan pada “badai cedera” yang melanda skuadnya, khususnya di babak kedua. Perubahan drastis dalam permainan tim di paruh kedua pertandingan, menurut Dejan, disebabkan oleh cederanya dua pemain muda potensial mereka, Firman dan Oroppa. Kehilangan dua pilar penting ini di tengah laga memaksa Dejan untuk melakukan penyesuaian taktik yang tidak terduga dan mengganggu ritme permainan tim. Pukulan semakin berat ketika kiper utama, Rendy Oscario, tiba-tiba mengalami sakit dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Kondisi darurat ini memaksa Dejan melakukan pergantian tak terduga yang berujung pada pengorbanan seorang pemain kunci di lini serang, Kianz Gonzales. Kianz harus ditarik keluar untuk memberi tempat bagi kiper cadangan, demi menjaga kuota pemain di lapangan sesuai regulasi. Keputusan sulit ini, yang diambil di bawah tekanan, secara signifikan mengurangi daya gedor tim dan memaksa perubahan formasi yang drastis, menunjukkan betapa tim harus berjuang keras mengatasi berbagai rintangan tak terduga.
Optimisme Kianz Gonzales dan Momentum Putaran Kedua
Di tengah situasi penuh tantangan tersebut, pemain nomor punggung 10 Semen Padang, Kianz Gonzales, tetap menunjukkan optimisme yang tinggi. Meskipun harus ditarik keluar secara taktis, ia menilai pertandingan ini sebagai langkah awal yang sangat baik bagi tim di putaran kedua. Kianz mengakui adanya rasa kecewa setelah sempat unggul 2-0 namun kemudian kebobolan dan berakhir imbang. Namun, ia melihat adanya potensi besar dalam skuad Kabau Sirah yang menurutnya memiliki semangat juang dan kualitas yang menjanjikan. “Saya pikir kita memulai dengan baik, unggul 2-0 dalam permainan. Kemudian, kami kebobolan beberapa gol yang tidak beruntung, namun mampu menyamakan kedudukan di akhir laga,” kata Kianz, menyoroti ketahanan mental tim untuk bangkit setelah tertinggal.
Kianz menambahkan bahwa pertandingan melawan Bali United ini adalah kali pertama sebagian besar skuad Semen Padang bermain bersama dalam sebuah kompetisi resmi. Fakta ini membuat performa yang ditunjukkan oleh tim menjadi lebih mengesankan, karena menunjukkan bahwa meskipun belum sepenuhnya padu, tim sudah mampu menampilkan permainan yang cukup solid dan terorganisir sebagai sebuah kesatuan. Ini adalah indikasi positif tentang adaptasi pemain baru dan efektivitas strategi pelatih. Dengan modal semangat juang dan potensi yang terlihat, Kianz berharap hasil imbang ini menjadi modal berharga dan pendorong motivasi untuk pertandingan selanjutnya yang tak kalah penting, yakni melawan tim kuat Makassar.


















