Provinsi Sumatera Utara kini tengah diproyeksikan menjadi pusat perhatian sepak bola Asia Tenggara menyusul peluang besar daerah tersebut untuk ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan dua turnamen bergengsi, yakni ASEAN U-17 Boys’ Championship dan ASEAN U-19 Boys’ Championship pada tahun 2026 mendatang. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Mahendra Sinulingga, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah secara resmi ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal untuk kedua ajang kelompok umur tersebut, di mana Sumatera Utara muncul sebagai kandidat terkuat penyelenggara berdasarkan evaluasi infrastruktur dan kesuksesan event internasional sebelumnya. Keputusan strategis ini diambil guna memeratakan euforia sepak bola nasional sekaligus memanfaatkan fasilitas olahraga modern yang baru saja rampung di wilayah tersebut, dengan jadwal pelaksanaan yang telah dipetakan pada bulan April untuk kategori U-17 dan bulan Juni untuk kategori U-19.
Rencana ambisius ini menempatkan Sumatera Utara dalam posisi strategis untuk menunjukkan taringnya di kancah internasional. Berdasarkan kalender resmi yang tengah digodok, ajang Piala AFF U-17 atau ASEAN U-17 Boys’ Championship dijadwalkan akan berlangsung pada periode 11 hingga 23 April 2026. Sementara itu, untuk kategori yang lebih senior, yakni Piala AFF U-19 atau ASEAN U-19 Boys’ Championship, direncanakan bakal bergulir pada tanggal 1 hingga 14 Juni 2026. Meskipun PSSI belum mengeluarkan surat keputusan final mengenai titik lokasi spesifik stadion yang akan digunakan, Arya Sinulingga menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat kuat untuk menyapu bersih hak penyelenggaraan kedua turnamen tersebut sekaligus, mengingat kesiapan daerah ini dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi tim-tim tamu dari berbagai penjuru Asia Tenggara.
Infrastruktur Stadion dan Kesiapan Fasilitas Internasional
Salah satu parameter utama yang menjadi pertimbangan PSSI dalam menunjuk Sumatera Utara adalah ketersediaan infrastruktur stadion yang memenuhi standar regulasi ASEAN Football Federation (AFF) dan FIFA. Untuk menyelenggarakan turnamen sekelas ASEAN Boys’ Championship, sebuah daerah setidaknya harus memiliki dua stadion utama yang layak digunakan untuk pertandingan resmi. Saat ini, Sumatera Utara telah memiliki Stadion Utama Sumatera Utara yang terletak di Sport Center, Kabupaten Deli Serdang. Stadion ini merupakan fasilitas olahraga mutakhir yang dibangun dengan standar internasional dan memiliki kapasitas penonton yang mumpuni untuk menampung antusiasme suporter lokal maupun mancanegara. Keberadaan stadion ini menjadi modal utama bagi Sumut dalam persaingan menjadi tuan rumah.
Selain Stadion Utama di Deli Serdang, sorotan kini tertuju pada proses renovasi besar-besaran Stadion Teladan yang berlokasi di jantung Kota Medan. Stadion bersejarah ini tengah mengalami transformasi total guna mencapai standar internasional yang disyaratkan untuk ajang kelas dunia. Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa kunci utama penetapan Sumut sebagai tuan rumah sangat bergantung pada progres penyelesaian Stadion Teladan. Jika pengerjaan stadion tersebut dapat rampung tepat waktu sebelum kick-off Piala AFF U-17 pada April 2026, maka peluang Sumatera Utara untuk menjadi host tunggal dipastikan hampir mencapai seratus persen. PSSI terus memantau perkembangan konstruksi ini secara berkala untuk memastikan bahwa seluruh aspek, mulai dari kualitas rumput, pencahayaan, hingga ruang ganti pemain, sesuai dengan protokol turnamen internasional.
Detail Jadwal Proyeksi Turnamen ASEAN 2026
| Nama Turnamen | Kategori Umur | Rencana Jadwal Pelaksanaan |
|---|---|---|
| ASEAN Boys’ Championship 2026 | Di bawah 17 Tahun (U-17) | 11 – 23 April 2026 |
| ASEAN Boys’ Championship 2026 | Di bawah 19 Tahun (U-19) | 1 – 14 Juni 2026 |
Kepercayaan diri PSSI untuk mendorong Sumatera Utara sebagai tuan rumah tidak muncul tanpa alasan yang kuat. Rekam jejak daerah ini dalam menyelenggarakan turnamen berskala besar telah teruji lewat kesuksesan Piala Kemerdekaan 2025 yang digelar pada 12–18 Agustus tahun lalu. Turnamen pemanasan tersebut diikuti oleh negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Tajikistan, Uzbekistan, dan Mali, di mana Stadion Utama Sumatera Utara menjadi saksi bisu kelancaran operasional pertandingan dan tingginya animo masyarakat. Keberhasilan manajemen panitia lokal dalam mengelola arus penonton, keamanan, serta logistik tim internasional selama Piala Kemerdekaan menjadi referensi positif bagi PSSI untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar pada tahun 2026.
Potensi Sport Tourism dan Keunggulan Geografis
Selain aspek teknis lapangan, PSSI juga melihat potensi besar dari sisi Sport Tourism atau wisata olahraga yang dapat dikembangkan di Sumatera Utara. Letak geografis provinsi ini dinilai sangat strategis karena memiliki kedekatan jarak dengan negara-negara peserta di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kedekatan ini diprediksi akan memicu gelombang kedatangan suporter asing yang ingin mendukung tim nasional mereka secara langsung. Dengan akses transportasi udara yang mumpuni melalui Bandara Internasional Kualanamu, para pendukung dari negara tetangga dapat dengan mudah menjangkau lokasi pertandingan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi sektor perhotelan, UMKM, dan pariwisata lokal di Medan dan Deli Serdang.
Penyelenggaraan Piala AFF U-17 dan U-19 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan para talenta muda sepak bola, tetapi juga sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah melalui industri olahraga. Arya Sinulingga menekankan bahwa kehadiran suporter dari berbagai negara ASEAN akan menghidupkan ekosistem pariwisata Sumatera Utara. Pemerintah daerah diharapkan dapat menangkap peluang ini dengan menyiapkan paket-paket wisata yang menarik bagi para tamu mancanegara. Dengan demikian, Sumatera Utara tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan basis suporter sepak bola yang fanatik, tetapi juga sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang mampu menyelenggarakan event internasional dengan standar pelayanan yang prima.
Sebagai langkah lanjutan, PSSI akan terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pihak pengelola stadion untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai linimasa. Fokus utama saat ini adalah percepatan penyelesaian Stadion Teladan agar dapat diverifikasi oleh tim teknis PSSI dan AFF. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, Sumatera Utara akan mencatatkan sejarah baru sebagai tuan rumah dua turnamen sepak bola usia muda paling bergengsi di Asia Tenggara secara berturut-turut dalam satu tahun. Hal ini diharapkan dapat memotivasi perkembangan bibit-bibit muda sepak bola di Sumatera Utara untuk terus berprestasi dan suatu saat dapat memperkuat tim nasional Indonesia di kancah dunia.
- Kesiapan Infrastruktur: Stadion Utama Sumatera Utara (Siap) dan Stadion Teladan (Tahap Finishing).
- Target Peserta: Negara-negara anggota ASEAN (Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dll).
- Dampak Ekonomi: Peningkatan okupansi hotel dan kunjungan wisatawan mancanegara melalui konsep Sport Tourism.
- Reputasi Internasional: Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Piala Kemerdekaan 2025.

















