Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi saksi bisu kebangkitan dramatis Persebaya Surabaya saat menjamu rival klasiknya, PSM Makassar, dalam laga lanjutan pekan ke-23 Super League pada Rabu (25/2/2026) malam WIB. Melalui gol tunggal yang dicetak secara spektakuler oleh penyerang sayap andalan mereka, Gali Freitas, tim berjuluk “Bajul Ijo” tersebut berhasil mengamankan tiga poin krusial dengan kemenangan tipis 1-0 di hadapan ribuan pendukung fanatiknya. Hasil positif ini tidak hanya berfungsi sebagai pemutus tren negatif dua kekalahan beruntun yang sempat menghantui skuad kebanggaan warga Surabaya tersebut, tetapi juga sekaligus memanaskan persaingan di zona lima besar klasemen sementara, memberikan sinyal kuat bahwa Persebaya masih menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara musim ini.
Pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran atmosfer panas Surabaya ini dimulai dengan intensitas yang sangat tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Persebaya Surabaya, yang bertindak sebagai tuan rumah, memikul beban berat untuk segera bangkit setelah pada dua pertandingan sebelumnya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dan Persijap Jepara. Tekanan mental tersebut terlihat jelas pada sepuluh menit pertama, di mana aliran bola Persebaya sempat tersendat oleh pressing ketat yang diterapkan oleh lini tengah PSM Makassar. Namun, perlahan tapi pasti, koordinasi antarlini yang dibangun oleh anak asuh pelatih Persebaya mulai menemukan ritmenya, memanfaatkan lebar lapangan untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu yang dijuluki “Juku Eja”.
Momen yang ditunggu-tunggu oleh publik Gelora Bung Tomo akhirnya tercipta pada menit ke-27 melalui sebuah skema serangan yang terencana dengan rapi. Berawal dari perebutan bola di lini tengah, Gali Freitas menerima umpan pendek dan melakukan manuver individu yang mengecoh barisan gelandang bertahan PSM. Melihat adanya celah sempit di depan kotak penalti, pemain internasional Timor Leste tersebut melepaskan sepakan keras nan melengkung dari luar kotak terlarang. Bola meluncur deras dengan akurasi tinggi, melewati jangkauan kiper PSM Makassar dan mendarat mulus di pojok gawang. Gol cantik ini seketika membuat seisi stadion bergemuruh hebat, merayakan keunggulan yang sangat berarti bagi moral tim tuan rumah.
Dominasi Taktis Bajul Ijo dan Perlawanan Sengit PSM Makassar
Setelah unggul satu gol, Persebaya Surabaya tidak lantas mengendurkan intensitas serangan mereka. Sepanjang sisa waktu babak pertama hingga memasuki babak kedua, dominasi penguasaan bola tetap berada di tangan pemain-pemain Bajul Ijo. Salah satu peluang emas untuk menggandakan keunggulan datang dari kaki Rivera. Melalui sebuah skema serangan balik cepat, Rivera berhasil merangsek masuk ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang sangat terarah. Namun, kesigapan penjaga gawang PSM Makassar dalam melakukan penyelamatan heroik dengan menepis bola tersebut berhasil menggagalkan ambisi Persebaya untuk memperlebar margin skor. Pertahanan PSM yang digalang oleh pemain-pemain berpengalaman terus dipaksa bekerja ekstra keras untuk membendung gelombang serangan tuan rumah yang datang silih berganti.
Di sisi lain, PSM Makassar yang tertinggal satu gol mencoba melakukan beberapa perubahan taktik untuk mengejar ketertinggalan. Pelatih PSM memasukkan beberapa tenaga baru di lini serang guna menambah daya dobrak, namun disiplinnya lini belakang Persebaya membuat setiap upaya serangan balik dari tim tamu selalu kandas sebelum memasuki area berbahaya. Pertarungan di lini tengah menjadi sangat sengit, di mana benturan fisik dan adu taktik antar gelandang tak terelakkan. Meskipun PSM sempat mendapatkan beberapa peluang melalui situasi bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang serta kokohnya koordinasi pertahanan Persebaya memastikan skor 1-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Implikasi Klasemen dan Tren Kontras Kedua Tim
Kemenangan tipis namun sangat berharga ini membawa dampak signifikan terhadap posisi Persebaya Surabaya di tabel klasemen sementara Super League 2025/2026. Dengan tambahan tiga poin ini, Persebaya kini mantap menduduki posisi kelima dengan koleksi total 38 poin. Pencapaian ini membuat jarak poin mereka dengan Malut United yang berada di posisi keempat kini hanya berselisih tiga angka saja. Persaingan untuk menembus zona empat besar atau Championship Series pun kini menjadi semakin terbuka lebar bagi Bajul Ijo, mengingat performa tim yang mulai menunjukkan tren positif kembali setelah masa-masa sulit di pekan-pekan sebelumnya. Dukungan manajemen dan kepercayaan diri pemain pasca kemenangan atas tim sekelas PSM Makassar diprediksi akan menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
Kondisi yang berbanding terbalik justru dialami oleh PSM Makassar yang kini semakin terpuruk di papan bawah klasemen. Kekalahan di Gelora Bung Tomo ini merupakan kekalahan ketiga secara beruntun bagi skuad asuhan pelatih mereka, setelah sebelumnya juga harus menelan pil pahit saat menghadapi Dewa United dan Persija Jakarta. Rentetan hasil negatif ini membuat posisi PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 23 poin. Krisis kepercayaan diri dan masalah konsistensi permainan tampaknya menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen PSM jika tidak ingin semakin terperosok ke zona degradasi. Ketidakmampuan mereka untuk mencetak gol balasan dalam laga ini menunjukkan adanya masalah serius di lini serang yang perlu segera dievaluasi total sebelum kompetisi memasuki fase krusial di akhir musim.
Secara keseluruhan, laga pekan ke-23 ini menegaskan bahwa faktor mentalitas dan efektivitas peluang menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan di liga kasta tertinggi Indonesia. Persebaya Surabaya berhasil membuktikan bahwa mereka mampu keluar dari tekanan besar di hadapan pendukung sendiri, sementara PSM Makassar harus segera berbenah demi menyelamatkan martabat tim di sisa kompetisi. Bagi para pecinta sepak bola nasional, kemenangan Persebaya lewat gol indah Gali Freitas ini akan dikenang sebagai salah satu momen terbaik di musim ini, sekaligus menjadi pengingat bahwa di Super League, setiap detik pertandingan bisa mengubah peta persaingan klasemen secara drastis.

















