Sebuah lonjakan luar biasa telah mengguncang lanskap sepak bola Asia, di mana Super League Indonesia secara mengejutkan berhasil menorehkan peningkatan peringkat yang signifikan dalam daftar koefisien klub Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Dari posisi ke-25 yang terbilang stagnan, kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air ini kini melesat ke peringkat ke-18, mencatatkan lompatan terbesar di antara seluruh asosiasi anggota AFC dalam pembaruan ranking tengah musim 2025/26. Prestasi monumental ini tidak lepas dari kontribusi gemilang dua wakil Indonesia, Persib Bandung dan Dewa United, yang berhasil menunjukkan performa impresif sebagai juara grup di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) dan AFC Challenge League (ACGL).
Kenaikan tujuh peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas dan daya saing klub-klub Indonesia di panggung kontinental. Dengan total 26.299 poin, Super League Indonesia kini mendekati jajaran 15 besar Asia, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit dibayangkan. AFC secara eksplisit mengakui bahwa lompatan ini adalah yang paling substansial, menggarisbawahi dampak langsung dari keberhasilan wakil-wakil Indonesia di fase grup. “Bagi Indonesia, prestasi puncak klasemen yang diraih Persib Bandung dan Dewa United FC di babak Grup ACL 2 dan ACGL masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan peringkat mereka,” demikian pernyataan resmi AFC yang dirilis di situs web mereka. Hal ini menunjukkan bahwa strategi dan investasi klub-klub Indonesia dalam kompetisi Asia mulai membuahkan hasil yang konkret, mengubah persepsi dan meningkatkan kredibilitas liga di mata federasi sepak bola tertinggi di Asia.
Perjalanan Gemilang dan Tantangan di Kancah Asia
Kontribusi Persib Bandung dalam mendongkrak peringkat Super League Indonesia patut mendapat sorotan khusus. Sebagai salah satu tim dengan basis penggemar terbesar di Indonesia, Persib tampil perkasa di fase grup ACL 2, kompetisi kasta kedua klub Asia. Kemenangan-kemenangan penting di babak grup tidak hanya membanggakan, tetapi juga krusial dalam mengumpulkan poin koefisien bagi Super League. Namun, perjalanan “Maung Bandung” di kompetisi ini harus terhenti di babak 16 besar. Mereka menghadapi tantangan berat dari wakil Thailand, Ratchaburi FC, dan harus mengakui keunggulan lawan dengan agregat 1-3. Meskipun terdepak dari turnamen, pencapaian Persib sebagai juara grup tetap menjadi fondasi kuat bagi peningkatan ranking Super League, membuktikan bahwa klub-klub Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Dewa United, yang dikenal dengan julukan “Banten Warriors”, menunjukkan performa yang tak kalah impresif di AFC Challenge League (ACGL), kompetisi kasta ketiga Asia. Mereka berhasil menjadi pemuncak Grup E dengan koleksi 7 poin, meskipun memiliki poin yang sama dengan klub Kamboja, Phnom Penh Crown, Dewa United unggul berkat selisih gol yang lebih baik. Keberhasilan ini tidak hanya mengamankan posisi mereka di babak selanjutnya, tetapi juga menambah pundi-pundi poin koefisien yang signifikan bagi Super League Indonesia. Perjalanan Dewa United di ACGL masih berlanjut, membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Pada babak perempat final, mereka akan menghadapi wakil Filipina, Manila Digger. Leg pertama dijadwalkan akan digelar di Rizal Memorial Stadium pada tanggal 5 Maret, sementara leg kedua yang krusial akan dihelat di markas Dewa United, Indomilk Arena, pada tanggal 12 Maret. Potensi Dewa United untuk melaju lebih jauh di kompetisi ini akan menjadi faktor penentu dalam menjaga momentum kenaikan peringkat dan bahkan berpotensi menambah lebih banyak poin bagi Super League.
Dampak Jangka Panjang dan Prospek Super League
Kenaikan peringkat Super League Indonesia ini membawa implikasi positif yang sangat besar, terutama dalam hal alokasi tiket ke panggung kompetisi Asia di masa mendatang. Semakin tinggi peringkat sebuah liga, semakin banyak pula jatah klub yang bisa dikirimkan untuk berkompetisi di turnamen-turnamen AFC seperti AFC Champions League Elite (ACLE), ACL 2, dan ACGL. Ini berarti, klub-klub Indonesia akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengukur kekuatan mereka di level internasional, meningkatkan pengalaman, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan serta profesionalisme liga secara keseluruhan. Ini adalah kabar gembira yang akan memicu persaingan lebih ketat di liga domestik, karena klub-klub akan berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat di kompetisi kontinental yang lebih bergengsi.
Dalam konteks yang lebih luas, posisi ke-18 menempatkan Super League Indonesia di antara liga-liga yang terus berkembang di Asia. Meskipun masih jauh dari dominasi liga-liga papan atas seperti Liga Arab Saudi, yang saat ini menjadi penguasa sementara, diikuti oleh Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA) di posisi empat besar, lompatan ini menunjukkan potensi besar. Ini adalah bukti bahwa dengan manajemen yang tepat, investasi pada pemain dan infrastruktur, serta partisipasi aktif di kompetisi Asia, Super League Indonesia mampu menantang status quo dan secara bertahap menanjak di hierarki sepak bola regional. Momentum ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kinerja konsisten klub-klub di masa depan.
Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan sesaat, melainkan fondasi penting untuk masa depan sepak bola Indonesia. Kenaikan peringkat ini menjadi stimulus bagi seluruh ekosistem sepak bola, mulai dari federasi, klub, pemain, hingga suporter, untuk terus berbenah dan berjuang mencapai level yang lebih tinggi. Dengan Dewa United yang masih berjuang di perempat final ACGL dan potensi klub-klub lain untuk tampil di kompetisi Asia berikutnya, harapan untuk melihat Super League Indonesia terus merangkak naik di ranking AFC semakin besar. Ini adalah era baru bagi sepak bola Indonesia, di mana ambisi kontinental mulai diterjemahkan menjadi prestasi nyata yang diakui oleh AFC.

















