Pertarungan sengit pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 akan segera tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, saat Dewa United FC bersiap menantang tuan rumah Persebaya Surabaya dalam sebuah laga yang diprediksi akan menjadi ujian krusial bagi identitas dan konsistensi permainan tim tamu. Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa lawatan ke markas “Bajul Ijo” ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan sebuah pembuktian sejauh mana filosofi sepak bola yang ia bangun telah meresap ke dalam nadi skuatnya di tengah tekanan atmosfer stadion yang ikonik. Dengan ambisi besar untuk merangkak naik di klasemen, Dewa United datang dengan kekuatan penuh dan kesiapan taktis guna meredam agresivitas tuan rumah yang tengah berada dalam performa terbaiknya pada kompetisi musim ini.
Jan Olde Riekerink secara spesifik menyoroti bahwa pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo memberikan dimensi tersendiri bagi anak asuhnya, terutama terkait dengan standar infrastruktur lapangan yang mumpuni. Bagi pelatih berkebangsaan Belanda tersebut, kualitas rumput dan fasilitas stadion yang baik adalah prasyarat utama agar skema permainan bola pendek dan transisi cepat yang ia usung dapat berjalan maksimal. Riekerink menegaskan bahwa dengan kondisi lapangan yang representatif seperti di GBT, tidak ada alasan bagi para pemain Dewa United untuk tampil di bawah standar atau gagal menunjukkan performa terbaik mereka. Ia memandang bahwa stadion ini adalah panggung yang sempurna bagi timnya untuk menunjukkan progres teknis yang telah dicapai selama sesi latihan intensif, sekaligus menghilangkan faktor eksternal yang seringkali menjadi kendala dalam pertandingan tandang di lokasi lain.
Lebih lanjut, arsitek tim Dewa United ini melihat pertemuan dengan Persebaya Surabaya sebagai sebuah laboratorium taktis yang sangat berharga. Ia mengakui bahwa menghadapi Persebaya, yang saat ini berada di bawah arahan strategi Bernardo Tavares, akan menghadirkan tantangan yang unik karena adanya benturan dua gaya bermain yang kontras namun memiliki fondasi ideologi yang sama-sama kuat. Riekerink menilai bahwa kedua tim memiliki cetak biru permainan yang jelas, di mana kedisiplinan posisi dan efektivitas serangan menjadi kunci utama. Baginya, laga ini bukan hanya sekadar adu fisik di lapangan, melainkan adu kecerdasan antara dua pelatih dalam membaca situasi pertandingan dan melakukan penyesuaian strategi secara real-time demi mengamankan dominasi di lini tengah yang menjadi jantung permainan.
Duel Filosofi: Benturan Dua Ideologi di Atas Rumput Hijau
Analisis mendalam Riekerink mengenai perbedaan filosofi ini mencerminkan betapa tingginya level kompetisi di BRI Super League musim ini. Ia memprediksi bahwa penonton akan disuguhkan dengan dua pendekatan sepak bola yang berbeda secara eksekusi namun memiliki ambisi yang sama untuk mengontrol jalannya laga. “Besok ada dua cara main sepak bola yang berbeda dan kita akan lihat hasilnya,” tutur mantan pelatih Galatasaray tersebut dengan nada optimis namun tetap waspada. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Dewa United tidak akan mengubah gaya bermain mereka hanya karena bermain di hadapan ribuan pendukung lawan; sebaliknya, mereka akan mencoba memaksakan ritme permainan mereka sendiri untuk menguji sejauh mana pertahanan Persebaya mampu menahan gempuran yang terorganisir. Ujian identitas ini menjadi tema sentral yang terus ditekankan oleh Riekerink kepada para pemainnya agar mereka tetap percaya diri dengan sistem yang telah dibangun sejak awal musim.
Di sisi lain, kesiapan mental menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam menghadapi tekanan di Surabaya. Riekerink menyadari bahwa Persebaya tengah berada dalam tren positif atau sedang “on fire”, yang membuat mereka menjadi lawan yang sangat berbahaya jika dibiarkan mengembangkan permainan. Oleh karena itu, ia telah menyiapkan skenario antisipasi untuk memutus aliran bola lawan sejak dini. Fokus utama Dewa United adalah menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, memastikan bahwa setiap transisi tidak meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh kecepatan para pemain sayap lawan. Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur apakah Dewa United sudah cukup dewasa untuk bersaing di papan atas atau masih perlu melakukan banyak pembenahan dalam menghadapi tim-tim besar dengan basis massa pendukung yang masif.
Ambisi Alexis Messidoro: Membawa Pulang Poin Sempurna
Senada dengan sang pelatih, jenderal lapangan tengah Dewa United, Alexis Messidoro, juga menyuarakan keyakinannya menjelang laga krusial ini. Pemain asal Argentina yang menjadi motor serangan tim ini mengakui bahwa menghadapi tim sebesar Persebaya di kandang mereka sendiri selalu menjadi tantangan yang berat dan penuh tekanan. Namun, Messidoro menegaskan bahwa seluruh penggawa Dewa United datang ke Surabaya bukan untuk sekadar bermain bertahan atau mencari hasil imbang. Ia menyatakan bahwa timnya membawa ide permainan yang sudah matang dan siap untuk diimplementasikan di lapangan hijau. Kualitas individu yang dimiliki Dewa United, dikombinasikan dengan kolektivitas tim, diharapkan mampu menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Messidoro juga menambahkan bahwa pertandingan ini akan menjadi pembuktian dari hasil kerja keras mereka selama di pusat pelatihan. “Kita tahu kita melawan tim besar, tetapi kita datang dengan ide permainan kita sendiri untuk menunjukkan hasil latihan dan berharap bisa membawa tiga poin dari Surabaya,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Sebagai pemain yang memiliki visi bermain luar biasa, Messidoro diharapkan mampu menjadi pengatur irama permainan yang bisa membongkar rapatnya barisan pertahanan lawan. Ambisi untuk membawa pulang poin penuh dari Stadion GBT adalah target harga mati bagi Dewa United guna menjaga momentum positif mereka di liga dan membuktikan bahwa mereka adalah penantang serius dalam perebutan posisi elit di klasemen BRI Super League 2025/2026.
Secara keseluruhan, laga antara Persebaya Surabaya dan Dewa United FC ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin di pekan ke-19, melainkan sebuah pernyataan sikap dari kedua kesebelasan. Bagi Persebaya, kemenangan akan mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan dominan di liga, sementara bagi Dewa United, hasil positif di GBT akan menjadi validasi atas identitas sepak bola modern yang sedang mereka bangun. Dengan kualitas stadion yang mendukung, filosofi pelatih yang matang, serta ambisi besar dari para pemain kunci seperti Messidoro, duel ini dipastikan akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik dan berkualitas tinggi yang tersaji di musim ini, memberikan tontonan sepak bola yang taktis, cepat, dan penuh drama bagi para pecinta sepak bola nasional.
















