Di tengah sorak-sorai dan harapan ribuan Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, sebuah kekalahan tak terduga dari Bhayangkara FC justru menjadi titik balik krusial bagi Persebaya Surabaya. Pelatih Bernardo Tavares, dengan ketenangan yang menjadi ciri khasnya, tak hanya mengakui kelengahan timnya, tetapi juga membongkar dinamika ruang ganti yang sarat pelajaran berharga. Momen pasca-pertandingan ini, yang diwarnai refleksi mendalam atas “kelengahan” yang berujung pada kekalahan, kini menjadi bahan bakar utama bagi Bajul Ijo untuk merajut kembali asa ke jalur kemenangan. Pertanyaan krusialnya adalah: bagaimana Persebaya akan menerjemahkan evaluasi pelatih menjadi performa superior di hadapan Persijap Jepara, dan apa saja elemen kunci yang diungkapkan Tavares di balik layar yang akan membentuk mentalitas juang tim ini ke depan?

Momen Refleksi Pasca-Kekalahan: Dari Kelengahan Menuju Tekad Baru
Kekalahan dari Bhayangkara FC, meskipun menyakitkan, telah memicu sebuah proses introspeksi mendalam di kubu Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares, sang nakhoda tim, secara terbuka mengakui adanya momen kelengahan yang menjadi biang keladi hasil minor tersebut. Kalimat reflektifnya yang singkat namun padat makna, “Kami lengah, selamat Bhayangkara FC!”, bukan sekadar ucapan kekalahan, melainkan sebuah pernyataan penegasan atas evaluasi yang telah dilakukan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga konsentrasi penuh dari menit awal hingga peluit akhir dibunyikan, sebuah aspek fundamental dalam permainan sepak bola tingkat tinggi yang tampaknya sedikit terabaikan dalam pertandingan tersebut.
Dukungan tak henti dari para Bonek, yang selalu hadir memberikan energi luar biasa di Stadion Gelora Bung Tomo, seharusnya menjadi motivasi ekstra bagi para pemain. Namun, kekalahan ini justru diharapkan mampu mempererat tekad dan semangat juang untuk tampil lebih solid di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Tavares memahami betul bahwa kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan sebuah tim. Yang terpenting adalah bagaimana tim mampu bangkit dari keterpurukan, belajar dari setiap kesalahan, dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Refleksi ini menjadi fondasi awal bagi Persebaya untuk menatap laga berikutnya melawan Persijap Jepara dengan tekad yang baru dan semangat yang tak boleh padam, sebuah mentalitas yang terus dipupuk oleh Tavares di ruang ganti.
Dinamika Ruang Ganti di Bawah Arahan Tavares: Membangun Mentalitas Juang
Di balik layar, suasana ruang ganti Persebaya Surabaya di bawah kepelatihan Bernardo Tavares berlangsung dengan intensitas yang tinggi dan penuh kedisiplinan. Tavares tidak hanya fokus pada aspek taktik dan teknis di lapangan hijau, tetapi juga sangat menekankan pada pembangunan mentalitas para pemainnya. Ia kerap kali menyampaikan pesan-pesan tegas terkait sikap, etos kerja, dan gaya bermain yang diinginkan dari setiap individu dalam skuadnya. Dukungan dari para pemain untuk saling menguatkan dan berjuang bersama demi lambang di dada menjadi esensi dari komunikasi Tavares dengan timnya.
Berdasarkan referensi tambahan, Tavares dikenal mampu memupuk “mentalitas ngeyel” di ruang ganti Persebaya. Mentalitas ini bukan sekadar tentang keras kepala, melainkan tentang daya juang yang tak kenal lelah, pantang menyerah meskipun dihadapkan pada tekanan, cedera, atau atmosfer pertandingan yang intimidatif. Ia melihat situasi-situasi sulit tersebut justru sebagai bahan bakar untuk tampil lebih baik. Tavares juga menekankan pentingnya evaluasi jeda laga, yang terbukti menjadi kunci bangkitnya Persebaya saat mengalahkan PSIM Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa setiap momen, baik saat menang maupun kalah, dimanfaatkan Tavares untuk melakukan analisis mendalam dan memberikan arahan yang tepat kepada para pemainnya.

Lebih jauh lagi, Tavares kerap kali membongkar situasi ruang ganti yang menjadi kunci kebangkitan tim. Ia tidak ragu untuk melakukan evaluasi secara terbuka, bahkan ketika itu berarti mengkritik pemain di ruang ganti. Pesan tegasnya adalah mengenai sikap dan gaya bermain tim yang harus selalu menunjukkan determinasi tinggi. “Dukungan kalian energi buat kami untuk bertarung, untuk berjuang untuk satu pembuktian untuk Persebaya,” ucap Tavares kepada para pemainnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa ia membangun hubungan yang kuat antara pemain dan suporter, menjadikan dukungan Bonek sebagai sumber kekuatan moral yang tak ternilai.
Peluang Bangkit dan Tantangan ke Depan
Persebaya Surabaya masih memiliki kans besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Syarat utamanya adalah kemampuan untuk belajar dari setiap kelengahan yang terjadi dan menjaga fokus yang konsisten hingga akhir pertandingan. Kekalahan dari Bhayangkara FC, meskipun mengecewakan, seharusnya menjadi cambuk bagi para pemain untuk menunjukkan respons yang positif di laga selanjutnya. Pelatih Bernardo Tavares telah memberikan contoh melalui sikapnya yang tenang dan sportif pasca-laga, sebuah teladan yang kini harus dijawab oleh para pemainnya di lapangan hijau.
Menghadapi Persijap Jepara, Persebaya dituntut untuk menampilkan performa yang berbeda. Refleksi atas “kelengahan” yang diakui Tavares harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas permainan yang lebih solid. Fokus pada detail-detail kecil, komunikasi yang efektif antar lini, dan determinasi tanpa henti akan menjadi kunci untuk meraih tiga poin. Tren positif yang pernah ditorehkan Persebaya di bawah asuhan Tavares, di mana tim sempat tak terkalahkan dalam empat laga (tiga menang, satu imbang), termasuk kemenangan tandang atas PSIM dan Bali United, menjadi bukti bahwa tim ini memiliki potensi besar untuk bangkit dan meraih hasil maksimal.
Perjalanan Persebaya di bawah Bernardo Tavares memang penuh dengan dinamika. Ia berhasil membawa tim menunjukkan performa superior dalam beberapa kesempatan, namun tantangan untuk konsistensi selalu ada. Ujian berikutnya melawan Persijap Jepara akan menjadi tolok ukur seberapa efektif evaluasi pasca-kekalahan dari Bhayangkara FC mampu diterapkan. Dengan mentalitas juang yang terus dipupuk, komunikasi yang terbuka di ruang ganti, dan dukungan penuh dari Bonek, Persebaya diharapkan dapat kembali menemukan ritme permainan terbaiknya dan melanjutkan perjuangan untuk menggapai target-target musim ini.

















