Dalam sebuah langkah strategis yang mengukuhkan ambisi besar Tim Nasional Inggris di panggung sepak bola global, pelatih kepala Thomas Tuchel secara resmi telah memperpanjang kontraknya hingga tahun 2028. Pengumuman monumental ini, yang dirilis melalui akun Instagram resmi Tim Nasional Inggris @england pada Kamis, 12 Februari 2026, memastikan bahwa arsitek taktik asal Jerman tersebut akan terus memimpin The Three Lions dalam kampanye krusial Piala Dunia FIFA 2026 dan Kejuaraan Eropa UEFA 2028, yang istimewanya akan diselenggarakan di tanah Britania Raya dan Republik Irlandia. Keputusan ini bukan hanya sebatas perpanjangan masa bakti, melainkan sebuah deklarasi kepercayaan penuh terhadap visi dan kemampuan Tuchel untuk membawa Inggris meraih kejayaan, sekaligus menepis spekulasi yang kerap mengaitkannya dengan sejumlah klub raksasa Eropa.
Perpanjangan kontrak ini menandai babak baru dalam perjalanan Thomas Tuchel bersama skuad Tiga Singa. Awalnya, Tuchel mengambil alih kemudi Tim Nasional Inggris pada 1 Januari 2025, dengan durasi kontrak yang relatif singkat, yakni hanya 18 bulan. Kontrak awal tersebut akan berakhir pada musim panas tahun 2026, yang bertepatan dengan gelaran Piala Dunia FIFA. Dengan penandatanganan kesepakatan baru ini, masa baktinya kini diperpanjang secara signifikan, mengukuhkan posisinya hingga rampungnya Kejuaraan Eropa 2028. Ini memberikan stabilitas jangka panjang yang sangat dibutuhkan bagi program pengembangan sepak bola Inggris, memungkinkan Tuchel untuk merancang strategi dan membangun tim dengan pandangan ke depan yang lebih jauh, mempersiapkan skuad untuk dua turnamen mayor yang akan datang.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari pendahulunya, Gareth Southgate, pada awal tahun 2025, pelatih berusia 52 tahun ini telah menunjukkan dampak instan yang luar biasa. Di bawah asuhannya, Tim Nasional Inggris mencatatkan rekor sempurna dalam babak kualifikasi Piala Dunia, memenangkan delapan pertandingan berturut-turut tanpa sekalipun kehilangan poin. Performa dominan ini tidak hanya mengamankan tiket Inggris ke Piala Dunia dengan meyakinkan, tetapi juga membangun momentum positif dan kepercayaan diri yang tinggi di antara para pemain dan penggemar. Satu-satunya noda dalam rekor awalnya adalah kekalahan tipis dalam pertandingan persahabatan melawan Senegal, sebuah hasil yang dianggap sebagai bagian dari eksperimen taktik dan rotasi skuad, tanpa mengurangi kilau pencapaiannya di laga-laga kompetitif. Keberhasilan ini, seperti yang dilaporkan oleh Transfermarkt, menjadi bukti nyata kemampuan Tuchel dalam mengorganisir tim dan mengeluarkan potensi terbaik dari para pemainnya.
Visi dan Komitmen: Suara dari Pelatih dan Federasi
Thomas Tuchel sendiri tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas perpanjangan kontrak ini. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh The Guardian, ia mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya untuk melanjutkan perjalanannya bersama Tim Nasional Inggris. “Bukan rahasia lagi bahwa saya sangat menikmati setiap menit bekerja dengan para pemain dan staf pelatih saya sejauh ini, dan saya tidak sabar untuk memimpin mereka ke Piala Dunia. Ini adalah kesempatan luar biasa dan kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat negara ini bangga,” ujar Tuchel, mencerminkan dedikasi dan ambisinya. Ia juga diyakini merasa bahwa kesempatan untuk melatih Inggris di Kejuaraan Eropa 2028, yang akan diselenggarakan bersama Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia, adalah “kesempatan sekali seumur hidup.” Momen istimewa ini, bermain di hadapan publik sendiri, tentu menjadi motivasi tambahan bagi pelatih berdarah Jerman tersebut untuk memberikan yang terbaik.
Dari sisi Federasi Sepak Bola Inggris (FA), CEO Mark Bullingham menegaskan bahwa perpanjangan kontrak Tuchel adalah langkah krusial untuk memastikan fokus penuh skuad dan staf pelatih. Seperti yang dilaporkan oleh BBC, Bullingham menyatakan bahwa keputusan ini akan “memastikan skuad dan staf Inggris sepenuhnya fokus pada Piala Dunia,” sekaligus menepis berbagai rumor mengenai kemungkinan kepindahan Tuchel ke klub lain. Spekulasi mengenai ketertarikan dari sejumlah klub raksasa Eropa memang sempat beredar luas, namun dengan kesepakatan baru ini, FA berhasil mengamankan stabilitas kepemimpinan dan menghindari potensi gangguan yang bisa merusak persiapan tim menuju turnamen-turnamen besar. Ini adalah investasi jangka panjang yang menunjukkan komitmen FA terhadap proyek Tuchel dan keyakinan mereka pada kemampuannya untuk membawa Inggris meraih trofi.
Jejak Gemilang Karier Kepelatihan Thomas Tuchel
Thomas Tuchel, yang lahir pada 29 Agustus 1973, memulai karier kepelatihannya pada tahun 2000, setelah sebelumnya gantung sepatu sebagai pemain sepak bola di Liga Jerman pada tahun 1998. Perjalanan kepelatihannya telah membawanya melanglang buana ke beberapa klub top Eropa, mengukir prestasi gemilang di setiap pemberhentian. Sebelum menukangi Tim Nasional Inggris, ia sempat melatih Bayern Munchen, Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), dan Borussia Dortmund. Setiap klub yang ia tangani selalu menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari segi performa maupun perolehan trofi, membuktikan kapabilitasnya sebagai salah satu pelatih taktis terbaik di dunia.

















