Kibaran Merah Putih semakin kokoh di kancah bulutangkis internasional, khususnya pada ajang prestisius Thailand Masters 2026, sebuah turnamen BWF World Tour Super 100 yang selalu menyajikan persaingan ketat. Sabtu malam WIB, 31 Januari 2026, arena Nimibutr Stadium di Bangkok, Thailand, menjadi saksi bisu dominasi Indonesia, ketika dua pasangan ganda campuran kebanggaan Tanah Air berhasil menciptakan ‘All Indonesian Final’. Puncak kegembiraan ini dipicu oleh performa heroik ganda campuran Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil yang, setelah melalui pertarungan sengit penuh drama, sukses menyingkirkan wakil Jepang, Akira Koga/Natsu Saito, dengan skor 29-27 dan 21-16. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan satu gelar juara untuk Indonesia di sektor ganda campuran, tetapi juga menjadi penanda awal dari potensi panen medali emas, mengingat sektor ganda putra juga telah memastikan duel sesama Merah Putih di partai puncak, menegaskan kembali status Indonesia sebagai kekuatan bulutangkis dunia.
Perjalanan Dramatis Adnan/Indah Menuju Final
Laga semifinal yang mempertemukan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dengan pasangan Jepang, Akira Koga/Natsu Saito, berlangsung pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, di Nimibutr Stadium, Bangkok. Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena intensitas dan ketegangan yang tersaji di lapangan. Adnan/Indah, yang dikenal dengan gaya permainan agresif dan koordinasi apik, harus berjuang keras di gim pertama. Skor 29-27 yang mencerminkan gim pembuka tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari sebuah duel sengit yang membutuhkan mental baja dan konsentrasi tingkat tinggi. Setiap poin diperebutkan dengan gigih, adu netting yang presisi, smes keras, dan pertahanan rapat menjadi pemandangan yang memukau penonton. Pasangan Indonesia berhasil mengatasi tekanan demi tekanan, menunjukkan kematangan dalam mengelola poin-poin krusial dan memanfaatkan setiap celah yang ada. Kemenangan dramatis di gim pertama ini memberikan momentum psikologis yang sangat penting bagi Adnan/Indah.
Memasuki gim kedua, meskipun lawan berupaya bangkit, Adnan/Indah berhasil mempertahankan dominasi mereka. Dengan kepercayaan diri yang melonjak pasca-kemenangan di gim pertama, mereka tampil lebih lepas dan efektif. Strategi yang diterapkan terbukti jitu, membuat Akira Koga/Natsu Saito kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. Akhirnya, Adnan/Indah menutup gim kedua dengan skor 21-16, memastikan kemenangan dua gim langsung dalam tempo 51 menit. Keberhasilan ini tidak hanya mengantarkan mereka ke babak final Thailand Masters 2026, tetapi juga menegaskan kualitas dan potensi besar pasangan ganda campuran muda Indonesia ini di kancah internasional.
Terciptanya All Indonesian Final di Ganda Campuran
Kemenangan Adnan/Indah memiliki makna ganda. Selain tiket final, hasil ini secara otomatis menciptakan sebuah ‘All Indonesian Final’ di sektor ganda campuran. Hal ini terjadi karena sebelumnya, pasangan Merah Putih lainnya, Bobby Setiabudi dan Melati Oktavianti, telah lebih dulu memastikan tempat di partai puncak. Bobby/Melati menunjukkan performa yang sangat meyakinkan di semifinal dengan mengalahkan rekan senegara mereka, Amri Syahnawi/Nita Marwah. Pertandingan ini berakhir dengan skor dominan 21-8 di gim pertama, menunjukkan superioritas Bobby/Melati dalam hal strategi dan eksekusi. Meskipun Amri/Nita mencoba memberikan perlawanan yang lebih ketat di gim kedua, Bobby/Melati tetap mampu menjaga fokus dan menutup pertandingan dengan skor 21-18. Terciptanya ‘All Indonesian Final’ ini merupakan pencapaian luar biasa bagi bulutangkis Indonesia, karena secara otomatis menjamin satu gelar juara dan satu medali perak di sektor ganda campuran, sekaligus menunjukkan kedalaman skuad dan regenerasi atlet yang berjalan baik di Tanah Air.
Dominasi Ganda Putra: Jaminan Gelar Kedua untuk Indonesia
Kegembiraan Indonesia di Thailand Masters 2026 tidak berhenti pada sektor ganda campuran. Hasil semifinal juga memastikan jaminan gelar kedua bagi Indonesia, kali ini dari sektor ganda putra, yang juga akan menyajikan ‘All Indonesian Final’. Pasangan muda potensial, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, berhasil menembus babak final setelah menunjukkan performa impresif di semifinal. Mereka akan menghadapi salah satu pasangan ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, yang juga berhasil melaju ke partai puncak. Pertemuan antara Raymond/Joaquin dan Leo/Bagas di final akan menjadi tontonan menarik, tidak hanya karena rivalitas internal yang sehat, tetapi juga karena kualitas permainan tinggi yang dijamin akan disuguhkan. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki stok pemain ganda putra yang melimpah dan berkualitas, mampu bersaing di level tertinggi, dan siap melanjutkan tradisi emas bulutangkis Indonesia di kancah dunia.
Enam Wakil Indonesia di Babak Final: Potensi Panen Medali
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia berhasil menempatkan enam wakilnya di babak final Thailand Masters 2026. Angka ini merupakan indikator kuat akan kekuatan dan kedalaman tim bulutangkis Indonesia di berbagai sektor. Keenam wakil tersebut adalah:
- Zaki Ubaidillah (Tunggal Putra): Menunjukkan potensi besar di sektor tunggal, siap bersaing untuk gelar juara.
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra): Salah satu finalis ‘All Indonesian Final’ ganda putra.
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Ganda Putra): Pasangan unggulan yang menjadi finalis ‘All Indonesian Final’ ganda putra.
- Amalia Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti

















