Sorotan terang Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (31/1/2026) malam, jatuh pada penampilan gemilang penggawa Timnas Futsal Indonesia, Samuel Eko Putra Tampubolon. Dalam laga krusial penutup Grup A melawan Irak, pivot kelahiran Pontianak ini tidak hanya berhasil mencetak gol pembuka yang krusial, tetapi juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama skuad Garuda. Hasil imbang 1-1 dalam duel sengit tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Timnas Futsal Indonesia keluar sebagai juara Grup A, berkat keunggulan selisih gol, sekaligus memastikan tiket ke babak perempat final untuk menghadapi lawan tangguh, Vietnam, pada Selasa (3/2) mendatang.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan ribuan pendukung setia di kandang sendiri menjadi panggung bagi Samuel Eko untuk menunjukkan kualitasnya. Gol cepat yang dicetaknya di awal pertandingan memberikan keunggulan vital bagi Indonesia, memantik euforia di seluruh penjuru Indonesia Arena. Meskipun Irak berhasil menyamakan kedudukan, hasil seri 1-1 ini memiliki makna strategis yang besar. Timnas Futsal Indonesia berhasil mengamankan posisi puncak Grup A, sebuah prestasi yang tidak hanya meningkatkan moral tim tetapi juga memberikan keuntungan dalam undian babak gugur. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan strategi matang yang diterapkan oleh pelatih Hector Souto, yang sebelumnya menyatakan kepuasannya atas performa tim, meskipun mengakui masih ada ruang untuk perbaikan.
Samuel Eko, yang genap berusia 27 tahun pada 16 Mei 2026, mengungkapkan perasaan campur aduknya usai pertandingan. Sebagai seorang pivot andalan dari klub Bintang Timur Surabaya, mencetak gol di turnamen bergengsi sekelas Piala Asia Futsal adalah impian setiap pemain. Kebahagiaan itu semakin berlipat ganda karena gol tersebut tercipta di hadapan orang tua, istri, anak, dan para penggemar yang memadati stadion. “Pastinya senang karena bisa mencetak gol di hadapan orang tua, istri, anak dan penggemar yang datang malam ini,” ujarnya dengan penuh haru. Namun, di balik kegembiraan pribadi, terselip sedikit rasa kurang puas karena timnya gagal meraih kemenangan penuh. Perasaan ini menunjukkan profesionalisme dan ambisi tinggi Eko untuk selalu memberikan yang terbaik bagi timnas.
Perjalanan Gemilang di Fase Grup dan Tantangan Berikutnya
Performa Samuel Eko dalam laga melawan Irak menandai kembalinya ia ke level terbaik setelah sebelumnya absen pada laga perdana Grup A kontra Korea Selatan. Kehadirannya di lapangan memberikan dimensi serangan yang berbeda bagi Timnas Futsal Indonesia, dengan kemampuan olah bola, visi bermain, dan insting mencetak gol yang tajam. Kontribusinya sangat terasa, terutama dalam situasi krusial seperti pertandingan penentu grup ini. Keberhasilan Indonesia memuncaki Grup A tidak hanya ditentukan oleh hasil imbang melawan Irak, tetapi juga oleh penampilan konsisten di laga-laga sebelumnya, yang menunjukkan kedalaman skuad dan adaptasi taktik yang baik dari para pemain.
Kini, fokus Timnas Futsal Indonesia beralih sepenuhnya ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi Vietnam. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan juga ajang balas dendam yang sangat dinantikan. Samuel Eko secara terang-terangan menyatakan motivasi tinggi timnya untuk membalas kekalahan pahit 0-1 dari Vietnam pada SEA Games 2025 lalu. “Pastinya kami ingin menang, balas dendam di SEA Games. Apalagi bermain di kandang sendiri tentunya wajib menang,” tegas pemain yang pernah membela Kancil BBK ini. Pernyataan ini mencerminkan semangat juang dan tekad kuat para pemain untuk meraih kemenangan di hadapan publik sendiri, menjadikan Indonesia Arena sebagai benteng yang tak tertembus bagi lawan.
Optimisme Menuju Puncak Asia
Pertemuan kembali dengan Vietnam di babak perempat final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, pada Selasa (3/2) mendatang, menjadi salah satu laga yang paling ditunggu. Sejarah rivalitas kedua tim, ditambah dengan memori kekalahan di SEA Games, akan menjadi bumbu penyedap yang membuat pertandingan ini semakin panas. Bagi Timnas Futsal Indonesia, bermain di kandang sendiri adalah keuntungan besar. Dukungan penuh dari suporter akan menjadi energi tambahan yang diharapkan mampu mendorong para pemain melampaui batas kemampuan mereka. Pelatih Hector Souto, meskipun puas dengan pencapaian tim sejauh ini, selalu menekankan pentingnya evaluasi dan persiapan matang untuk setiap pertandingan, memastikan bahwa tim berada di jalur yang benar menuju tujuan yang lebih tinggi.
Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melaju ke perempat final dan menjadi juara grup adalah indikasi positif perkembangan futsal di tanah air. Dengan pemain-pemain berkualitas seperti Samuel Eko yang terus menunjukkan performa terbaiknya, serta dukungan strategis dari staf pelatih, harapan untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini semakin besar. Kiprah mereka di Piala Asia Futsal 2026 tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda futsal Indonesia. Semua mata akan tertuju pada Indonesia Arena, menanti apakah Samuel Eko dan kawan-kawan mampu mewujudkan ambisi mereka untuk mengukir sejarah baru di kancah futsal Asia.

















