Persaingan Memanas di BRI Super League Pekan ke-21: Zona Degradasi Bergejolak, Persib Bertahan di Puncak
Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas memasuki pekan ke-21, sebuah periode krusial yang menghadirkan drama persaingan di berbagai lini, mulai dari perebutan gelar juara hingga perjuangan sengit untuk bertahan di kasta tertinggi. Mayoritas pertandingan pekan ini telah rampung digelar, menyisakan dua tim raksasa, Persib Bandung dan Borneo FC, yang belum memainkan laga mereka namun posisinya di puncak klasemen tak tergoyahkan. Sementara itu, sorotan tajam tertuju pada zona degradasi yang kini semakin bergejolak, di mana tiga klub, yakni Persis Solo sebagai juru kunci, Persijap Jepara di posisi ke-17, dan Semen Padang di posisi ke-16, tengah berjuang keras untuk keluar dari ancaman terdegradasi. Analisis mendalam terhadap hasil pertandingan pekan ini dan pergerakan klasemen menunjukkan betapa ketatnya persaingan di liga, dengan setiap poin menjadi sangat berharga bagi tim-tim yang berada di papan bawah.
Pekan ke-21 BRI Super League musim 2025/2026 menjadi saksi bisu dari drama yang tak terduga, baik di papan atas maupun di zona merah. Meskipun Persib Bandung dan Borneo FC belum melakoni pertandingan mereka di pekan ini, dominasi mereka di puncak klasemen tetap kokoh. Persib Bandung, dengan koleksi poin yang mengesankan, masih memimpin klasemen, sementara Borneo FC setia membuntuti di posisi runner-up. Namun, di balik ketenangan di papan atas, terjadi pertempuran sengit di area yang paling ditakuti oleh setiap klub: zona degradasi. Tiga tim yang saat ini terperosok di zona merah, yaitu Persis Solo, Persijap Jepara, dan Semen Padang, menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk mengamankan posisi mereka di BRI Super League musim depan. Setiap pertandingan yang mereka lakoni kini bukan hanya sekadar perebutan poin, melainkan pertaruhan eksistensi di liga kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Perjuangan di Zona Merah: Persis Solo, Persijap, dan Semen Padang Terjebak dalam Ketidakpastian
Perjuangan untuk bertahan di BRI Super League musim 2025/2026 kian memanas di pekan ke-21, terutama bagi tiga tim yang saat ini menghuni zona degradasi. Persis Solo, yang berada di posisi juru kunci, terus berupaya keras untuk merangkak naik. Pada pekan ini, mereka berhasil menambah satu poin berharga setelah bermain imbang 2-2 melawan Madura United. Tambahan satu poin ini membawa Persis Solo mengoleksi total 12 poin. Namun, posisi mereka masih sangat rentan, membutuhkan performa impresif di sisa pertandingan untuk bisa keluar dari jurang degradasi.
Nasib serupa juga dialami oleh Persijap Jepara dan Semen Padang, yang kini menempati posisi ke-17 dan ke-16 klasemen. Persijap Jepara harus menelan pil pahit setelah dihajar telak oleh Malut United dengan skor 4-0. Kekalahan ini membuat Persijap gagal mendulang poin tambahan, dan mereka kini mengumpulkan 15 poin. Sementara itu, Semen Padang juga mengalami hasil yang kurang memuaskan. Tim berjuluk Kabau Sirah ini dipaksa mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 3-0. Dengan demikian, Semen Padang juga sementara mengoleksi 15 poin, sama dengan Persijap. Ketiga tim ini kini berada dalam tekanan besar, di mana setiap pertandingan menjadi sangat krusial untuk menentukan nasib mereka di akhir musim.
Posisi ke-15 klasemen ditempati oleh PSBS Biak, yang juga tampil kurang meyakinkan di pekan ke-21. PSBS Biak harus mengakui kemenangan Persita Tangerang dengan skor 2-1. Kekalahan ini membuat PSBS Biak tertahan di angka 17 poin. Namun, hasil pertandingan PSBS Biak ini memberikan sedikit celah bagi Persijap dan Semen Padang. Jika di pekan ke-22 nanti PSBS Biak kembali menelan kekalahan, sementara Persijap atau Semen Padang berhasil meraih kemenangan, maka komposisi di tiga terbawah klasemen dipastikan akan mengalami perubahan signifikan. Hal ini menunjukkan betapa dinamisnya persaingan di zona degradasi, di mana satu pertandingan bisa mengubah segalanya.
Pergerakan di zona degradasi ini menjadi perhatian utama para pengamat sepak bola. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin yang diraih atau yang hilang akan memiliki dampak besar. Persis Solo, Persijap Jepara, dan Semen Padang harus menemukan momentum yang tepat untuk bangkit dan mengamankan poin penuh. Strategi yang matang, determinasi tinggi, dan sedikit keberuntungan akan menjadi kunci bagi mereka untuk bisa keluar dari jerat degradasi dan tetap berkompetisi di BRI Super League musim mendatang. Perjuangan mereka di sisa kompetisi diprediksi akan semakin sengit dan penuh drama.
Pekan ke-22 Memasuki Bulan Ramadan: Jadwal Pertandingan Malam Hari
Memasuki pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, kompetisi akan berjalan beriringan dengan bulan suci Ramadan. Sebuah penyesuaian signifikan dilakukan oleh penyelenggara, di mana seluruh pertandingan BRI Super League selama periode Ramadan tahun ini akan digelar pada malam hari. Kebijakan ini diambil untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, memungkinkan para pemain dan staf untuk fokus pada kewajiban agama mereka di siang hari. Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang berbeda namun tetap kompetitif di setiap pertandingan.
Jadwal lengkap untuk pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 telah dirilis, dan pertandingan perdana akan dimulai pada Jumat, 20 Februari 2026. Tiga pertandingan akan digelar secara serentak pada pukul 20:30 WIB atau 21:30 WITA. Laga pembuka pada hari tersebut akan mempertemukan Persik Kediri melawan Bhayangkara FC. Pertandingan kedua yang tak kalah menarik adalah duel antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar, sebuah partai klasik yang selalu dinantikan oleh para penggemar sepak bola. Pertandingan ketiga yang juga akan digelar pada waktu yang sama adalah Semen Padang FC melawan Malut United, sebuah laga krusial bagi kedua tim yang tengah berjuang di papan bawah.
Pertandingan pekan ke-22 akan berlangsung selama empat hari, dimulai dari Jumat, 20 Februari 2026, hingga Senin, 23 Februari 2026. Selain tiga pertandingan pembuka pada hari Jumat, jadwal selanjutnya juga dipenuhi dengan laga-laga menarik. Pada Sabtu, 21 Februari 2026, akan tersaji tiga pertandingan: Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya, Madura United FC vs Arema FC, dan Persis Solo vs PSBS Biak. Pertandingan Persis Solo vs PSBS Biak akan menjadi sorotan utama, mengingat kedua tim ini berada di dekat zona degradasi dan membutuhkan poin penuh untuk memperbaiki posisi mereka.
Memasuki hari Minggu, 22 Februari 2026, dua tim papan atas akan beraksi. Dewa United akan menjamu Borneo FC, sementara Persib Bandung akan menghadapi Persita. Laga Persib Bandung vs Persita akan menjadi penutup rangkaian pertandingan di hari Minggu. Terakhir, pada Senin, 23 Februari 2026, PSIM Yogyakarta akan berhadapan dengan Bali United, menutup rangkaian pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Dengan digelarnya pertandingan di malam hari, diharapkan para pemain dapat tampil maksimal setelah berbuka puasa, sembari tetap menjaga semangat sportivitas dan persaingan yang sehat di lapangan hijau.
| Tanggal | Waktu (WIB) | Pertandingan |
|---|---|---|
| Jumat, 20 Februari 2026 | 20:30 | PERSIK KEDIRI vs BHAYANGKARA FC |
| Jumat, 20 Februari 2026 | 20:30 | PERSIJA JAKARTA vs PSM MAKASSAR |
| Jumat, 20 Februari 2026 | 20:30 | SEMEN PADANG FC vs MALUT UNITED |
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:30 | PERSIJAP JEPARA vs PERSEBAYA SURABAYA |
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:30 | MADURA UNITED FC vs AREMA FC |
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:30 | PERSIS SOLO vs PSBS BIAK |
| Minggu, 22 Februari 2026 | 20:30 | DEWA UNITED vs BORNEO FC |
| Minggu, 22 Februari 2026 | 20:30 | PERSIB BANDUNG vs PERSITA |
| Senin, 23 Februari 2026 | 20:30 | PSIM YOGYAKARTA vs BALI UNITED |

















