Dunia teknologi tengah menanti sebuah revolusi signifikan dari salah satu raksasa inovasi global, Apple. Perusahaan yang dikenal dengan ekosistem produknya yang terintegrasi ini dikabarkan sedang menyiapkan perombakan masif pada asisten suara digitalnya, Siri. Bukan sekadar pembaruan minor, namun Apple digadang-gadang akan mentransformasi Siri menjadi sebuah chatbot berteknologi akal imitasi (AI) generatif yang canggih, terintegrasi secara mendalam langsung di inti perangkat ikoniknya seperti iPhone dan Mac. Informasi krusial ini mencuat dari analisis terbaru seorang jurnalis teknologi terkemuka yang memiliki rekam jejak akurat dalam membocorkan rencana Apple, Mark Gurman. Menurut Gurman, pembaruan fundamental ini dijadwalkan akan meluncur pada akhir tahun ini, secara efektif menggantikan antarmuka Siri yang telah dikenal luas oleh miliaran pengguna di seluruh dunia. Transformasi ini menandai sebuah langkah strategis Apple untuk mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI generatif yang kini didominasi oleh pemain lain, sekaligus berpotensi mendefinisikan ulang interaksi pengguna dengan perangkat mereka.
Integrasi chatbot AI ini akan membuka dimensi interaksi baru bagi pengguna Siri. Berbeda dengan pendekatan Siri saat ini yang cenderung berbasis perintah dan respons terstruktur, versi terbaru ini akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi melalui teks maupun suara secara lebih alami dan kontekstual. Skema interaksi multimodal ini sangat mirip dengan cara kerja chatbot terkemuka lainnya di pasar, seperti Google Gemini yang dikembangkan oleh Google, ChatGPT dari OpenAI yang telah merevolusi cara kita memandang AI, serta model-model canggih dari Anthropic dan perusahaan teknologi AI terkemuka lainnya. Kemampuan untuk beralih antara input suara dan teks secara mulus akan meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas, memungkinkan Siri untuk memahami dan merespons pertanyaan yang lebih kompleks, bahkan melakukan percakapan yang berkelanjutan. Menariknya, ulasan dari The Verge pada Kamis, 22 Januari 2026, menegaskan bahwa perubahan mendalam ini akan “terpisah dari fitur personalisasi Siri berbasis AI yang akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Apple mungkin memiliki strategi AI berlapis, di mana fitur personalisasi awal akan berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna yang sudah ada (misalnya, rekomendasi proaktif atau otomatisasi tugas), sementara chatbot generatif akan mewakili lompatan kuantum dalam kemampuan kognitif dan interaksi.
Sinergi Strategis Apple-Google: Kekuatan Gemini untuk Siri
Meskipun ada pemisahan antara fitur personalisasi dan implementasi chatbot generatif, ada indikasi kuat bahwa chatbot Siri terbaru akan memanfaatkan kekuatan model AI canggih. Menurut laporan, Siri versi baru ini kemungkinan besar akan menggunakan model AI Google Gemini yang telah disesuaikan secara khusus. Keputusan ini merupakan buah dari kemitraan strategis jangka panjang antara Apple dan Google yang secara resmi diumumkan pada awal tahun 2026. Kolaborasi ini menandai titik balik yang signifikan, mengingat sejarah persaingan ketat antara kedua raksasa teknologi tersebut. Penggunaan “model AI Google Gemini khusus” menyiratkan bahwa Apple tidak hanya akan mengadopsi Gemini secara mentah, melainkan akan mengintegrasikannya dengan arsitektur dan prinsip privasi khas Apple, mungkin dengan optimasi untuk perangkat keras Apple dan fokus pada pengalaman pengguna yang mulus. Versi yang dikustomisasi ini diklaim akan jauh lebih mumpuni dan canggih dibandingkan dengan fitur personalisasi AI Siri sebelumnya, menjanjikan peningkatan drastis dalam pemahaman bahasa alami, kemampuan generatif, dan kapasitas untuk menangani tugas-tugas yang lebih kompleks dan kreatif.
Kemitraan antara Apple dan Google ini memiliki implikasi luas bagi lanskap AI. Apple, yang selama ini dikenal dengan pendekatan “privacy-first” dan pengembangan teknologi internal, kini bersandar pada keahlian Google di bidang AI generatif. Pernyataan resmi dari Apple mengonfirmasi kedalaman kolaborasi ini: “Generasi berikutnya dari Apple Foundation Models akan berbasis pada model Gemini dan teknologi komputasi Google cloud.” Ini berarti bahwa model dasar AI yang akan menjadi tulang punggung pengembangan AI generatif Apple, termasuk versi terbaru Siri, akan dibangun di atas fondasi yang disediakan oleh Gemini dan infrastruktur komputasi awan Google yang masif. Penggunaan “Foundation Models” menunjukkan bahwa Apple berencana untuk memanfaatkan model AI berskala besar yang telah dilatih dengan data ekstensif, yang kemudian dapat diadaptasi untuk berbagai aplikasi spesifik. Sementara itu, ketergantungan pada “teknologi komputasi Google cloud” akan memungkinkan Apple untuk menskalakan kemampuan AI-nya secara efisien, memanfaatkan sumber daya komputasi yang sangat besar untuk melatih dan menjalankan model-model AI yang kompleks, sebuah tugas yang membutuhkan daya komputasi yang luar biasa.
“Campos” dan Peluncuran Global: Masa Depan iOS, iPadOS, dan macOS
Jika perkiraan Mark Gurman terbukti benar, maka dunia akan menyaksikan pengenalan resmi pembaruan Siri berbasis AI ini dalam ajang bergengsi Worldwide Developers Conference (WWDC) yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang. WWDC adalah acara tahunan Apple di mana perusahaan memamerkan inovasi perangkat lunak dan teknologi terbarunya kepada para pengembang dan publik. Nama sandi internal untuk proyek ambisius ini adalah “Campos,” sebuah detail yang menambah intrik di balik pengembangan rahasia Apple. Setelah pengumuman di WWDC, peluncuran publik dari Siri generasi baru ini diperkirakan akan terjadi pada bulan September, sejalan dengan jadwal rilis tahunan iPhone dan sistem operasi baru Apple. Layanan AI yang revolusioner ini tidak hanya akan menjadi fitur tambahan, melainkan akan diintegrasikan sebagai fitur baru utama di seluruh ekosistem perangkat lunak Apple, termasuk iOS 27 untuk iPhone, iPadOS untuk iPad, dan macOS 27 untuk komputer Mac. Ini menunjukkan bahwa Apple memandang Siri yang diperbarui sebagai pilar sentral dari pengalaman pengguna di masa depan, bukan hanya di satu perangkat, tetapi di semua platform utamanya. Selain inovasi AI ini, pembaruan sistem operasi tersebut juga akan menyertakan peningkatan stabilitas sistem dan perbaikan performa lainnya, seperti yang lazim terjadi pada setiap rilis OS baru, namun fokus utama jelas akan tertuju pada kemampuan AI Siri yang diperbarui secara radikal.
Transformasi Siri menjadi chatbot AI generatif yang didukung oleh Google Gemini menandai era baru bagi Apple dan para penggunanya. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan keseriusan Apple dalam menghadapi tantangan dan peluang di lanskap AI yang terus berkembang pesat. Dengan kemampuan interaksi multimodal, pemahaman kontekstual yang lebih dalam, dan kapasitas generatif, Siri diharapkan tidak hanya akan menjadi asisten suara, melainkan menjadi mitra digital yang lebih cerdas, proaktif, dan intuitif. Kemitraan dengan Google, meskipun mengejutkan bagi sebagian pihak, mencerminkan pragmatisme Apple untuk memanfaatkan teknologi terbaik yang tersedia demi menghadirkan inovasi terdepan kepada penggunanya. Ke depan, kita dapat mengharapkan Siri untuk mampu melakukan lebih dari sekadar menjawab pertanyaan atau menjalankan perintah; ia akan mampu membantu dalam tugas-tugas kreatif, memecahkan masalah kompleks, dan bahkan berpartisipasi dalam percakapan yang bermakna, mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi Apple secara fundamental.
Pilihan Editor: Kecanduan AI Bisa Memicu Amnesia Digital


















