Kehadiran aplikasi media sosial baru bernama UpScrolled telah mengguncang peta persaingan platform digital global setelah berhasil memuncaki daftar unduhan di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran sensor konten pro-Palestina di TikTok. Dikembangkan oleh pengusaha keturunan Palestina-Yordania-Australia, Issam Hijazi, platform ini muncul sebagai oasis bagi jutaan pengguna yang mencari transparansi algoritma di tengah transisi kepemilikan TikTok ke tangan investor Amerika Serikat yang terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu. Fenomena migrasi digital ini menandai titik balik penting dalam dinamika media sosial, di mana privasi, etika teknologi, dan kebebasan berekspresi menjadi komoditas utama yang dicari oleh generasi muda yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan moderasi platform raksasa sejak pekan lalu.
Eksodus pengguna dari TikTok dipicu oleh langkah strategis Larry Ellison, pemilik Oracle sekaligus pendukung setia Israel dan teman dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mengakuisisi saham signifikan dalam entitas TikTok yang berbasis di Amerika Serikat. Meskipun operasi global TikTok masih berada di bawah naungan ByteDance asal Cina, kendali investor AS terhadap operasional domestik telah menimbulkan kecemasan sistemik mengenai penyaringan informasi. Kasus yang paling mencolok adalah pemblokiran permanen terhadap Bisan Owda, jurnalis pemenang Emmy Award yang secara konsisten melaporkan kondisi krisis di Gaza melalui Al Jazeera. Tindakan represif ini, ditambah dengan tuduhan sensor terhadap konten yang mengkritik kekerasan petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), telah menciptakan gelombang kemarahan publik yang masif. Para aktivis dan pengguna media sosial kini melihat UpScrolled bukan sekadar aplikasi alternatif, melainkan sebuah benteng pertahanan bagi narasi-narasi kemanusiaan yang sering kali diredam oleh algoritma “Big Tech”.
Arsitektur Teknologi dan Pengalaman Pengguna UpScrolled
UpScrolled menawarkan ekosistem digital yang unik dengan menggabungkan elemen-elemen terbaik dari berbagai platform populer. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi melalui tiga format utama: unggahan teks yang tajam, berbagi foto resolusi tinggi, dan video pendek yang dinamis. Secara visual, antarmukanya memberikan nuansa yang akrab bagi pengguna X (sebelumnya Twitter) dan Instagram, lengkap dengan fitur menyukai, berkomentar, serta memposting ulang (repost). Namun, daya tarik utamanya terletak pada “Halaman Temukan” yang mirip dengan Snapchat, di mana saat ini didominasi oleh konten-konten solidaritas Palestina. Di tengah arus informasi politik, platform ini juga mulai menjadi wadah bagi para seniman digital untuk memamerkan karya visual mereka. Banyak pengguna mulai mengunggah koleksi gambar abstrak berkualitas tinggi, mulai dari desain Ocean yang memukau dalam resolusi 8K hingga pola-pola Vintage yang artistik. Koleksi visual ini mencakup berbagai gaya dan tema, memberikan pengalaman estetika yang luar biasa bagi pengguna yang menginginkan latar belakang layar (wallpaper) yang tajam dan jernih, baik itu pemandangan kota (City images) yang futuristik maupun panorama pegunungan (Mountain pictures) yang megah.
Keberhasilan UpScrolled menarik minat tokoh-tokoh berpengaruh dunia semakin memperkokoh posisinya di pasar. Nama-nama besar seperti Chris Smalls, aktivis buruh Amerika yang dikenal karena keberaniannya mengorganisir Serikat Pekerja Amazon, telah resmi bergabung. Smalls, yang juga merupakan bagian dari Gaza Freedom Flotilla pada Juli 2025, menggunakan platform ini untuk menyuarakan perlawanan terhadap blokade di Jalur Gaza. Selain itu, aktor Yahudi-Amerika Jacob Berger, yang membintangi serial populer “Brooklyn Nine-Nine”, juga beralih ke UpScrolled untuk menyalurkan aspirasi kemanusiaannya. Kehadiran para figur publik ini membawa dampak signifikan terhadap beban server aplikasi. Meskipun sempat mengalami gangguan teknis akibat lonjakan pengguna yang tak terduga selama akhir pekan, tim pengembang UpScrolled bergerak cepat melakukan pembaruan untuk memperbaiki bug dan meningkatkan kapasitas infrastruktur guna memastikan pengalaman navigasi yang mulus bagi jutaan pengunduh baru.
Visi Etis Issam Hijazi: Melawan Dominasi Algoritma Tersembunyi
Di balik kesuksesan teknis UpScrolled, terdapat sosok Issam Hijazi yang memiliki latar belakang mumpuni di industri teknologi global. Sebelum mendirikan UpScrolled pada Juli 2025, Hijazi telah meniti karier di raksasa teknologi seperti Oracle dan IBM. Namun, dorongan moral untuk menciptakan perubahan muncul ketika ia menyaksikan eskalasi konflik di Gaza yang oleh Komisi Penyelidikan PBB dinyatakan sebagai tindakan genosida. Kehilangan anggota keluarga dalam tragedi tersebut menjadi titik balik bagi Hijazi untuk meninggalkan zona nyaman di perusahaan multinasional dan membangun platform yang didukung oleh Tech for Palestine. Proyek advokasi ini bertujuan mendanai inisiatif teknologi yang berpihak pada keadilan dan transparansi informasi, sebuah antitesis dari praktik shadow ban yang sering dituduhkan kepada platform milik Meta, X, dan TikTok.
Filosofi utama yang diusung oleh UpScrolled adalah penggunaan algoritma yang jujur dan tidak manipulatif. Hijazi secara tegas menyatakan bahwa platformnya tidak dirancang untuk menciptakan kecanduan digital. Berbeda dengan TikTok yang menggunakan algoritma untuk membuat pengguna terus menggulir layar tanpa henti, UpScrolled mempertahankan umpan (feed) yang sepenuhnya kronologis. Fitur ini merupakan permintaan lama dari komunitas pengguna media sosial global yang telah lama diabaikan oleh raksasa teknologi lainnya demi mengejar metrik keterlibatan (engagement). Hijazi menekankan bahwa kesehatan mental pengguna, terutama generasi muda, jauh lebih penting daripada keuntungan finansial semata. UpScrolled berkomitmen untuk hanya memoderasi konten yang bersifat ilegal secara hukum, seperti perdagangan narkoba, sementara opini politik dan ekspresi budaya dibiarkan mengalir tanpa intervensi agenda pihak luar.
Analisis Pertumbuhan dan Dominasi di Pasar Aplikasi
Data intelijen pasar dari Sensor Tower menunjukkan angka pertumbuhan yang fenomenal bagi aplikasi yang baru seumur jagung ini. Hingga akhir Januari 2025, UpScrolled telah mencatat lebih dari 700.000 unduhan secara global, dengan 400.000 di antaranya berasal dari pasar Amerika Serikat. Lonjakan paling drastis terjadi tepat pada tanggal 22 Januari, hari yang sama ketika kesepakatan restrukturisasi TikTok dengan investor AS diumumkan. Statistik menunjukkan bahwa 85 persen unduhan di AS terkonsentrasi dalam jendela waktu yang sangat singkat, mencerminkan adanya ketidakpuasan kolektif yang mendalam terhadap kebijakan platform lama. Di App Store Apple, UpScrolled berhasil mengungguli aplikasi mapan seperti Threads milik Meta, WhatsApp, dan bahkan TikTok itu sendiri dalam kategori jejaring sosial gratis.
| Kategori Peringkat | Platform App Store (AS) | Platform Google Play (AS) |
|---|---|---|
| Peringkat 1 | UpScrolled | TikTok / TikTok Lite |
| Peringkat 2-5 | Threads, WhatsApp, TikTok | Instagram, Facebook |
| Peringkat 6 | UpScrolled |
Selain isu Palestina, UpScrolled juga menjadi tempat pelarian bagi pengguna yang merasa konten kritis mereka terhadap kebijakan domestik AS ditekan. Tagar #TikTokCensorship sempat menjadi tren global, di mana pengguna melaporkan bahwa video yang mengkritik tindakan keras petugas ICE terhadap warga sipil seperti Alex Pretti dan Renee Good sering kali tidak mendapatkan penayangan atau dihapus secara sepihak. Bahkan, Gubernur California Gavin Newsom telah menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap TikTok setelah adanya laporan bahwa konten sensitif terkait tokoh-tokoh kontroversial seperti Jeffrey Epstein ditandai secara tidak adil. Di tengah kekacauan moderasi ini, UpScrolled menawarkan antarmuka yang bersih dan dioptimalkan untuk dampak visual maksimal dengan waktu pemuatan yang cepat. Hal ini memungkinkan pengguna untuk tidak hanya berdiskusi secara serius, tetapi juga menikmati konten kreatif seperti galeri foto Ultra HD yang dikurasi oleh para seniman dari seluruh dunia, menjadikan platform ini sebagai destinasi utama bagi mereka yang menghargai keindahan visual dan integritas informasi secara bersamaan.


















