Perjalanan KA Ciremai Bandung-Semarang Dibatalkan Akibat Banjir di Jalur Pantura
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengumumkan pembatalan jadwal keberangkatan KA Ciremai relasi Bandung menuju Semarang Tawang yang seharusnya berangkat pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 16.55 WIB. Keputusan mendadak ini diambil menyusul kondisi darurat akibat cuaca ekstrem yang mengganggu jalur perlintasan.
Penyebab Utama Gangguan Operasional
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pembatalan tersebut merupakan dampak langsung dari bencana banjir yang merendam petak jalan antara Pekalongan dan Sragi di wilayah Daop 4 Semarang. Genangan air yang cukup tinggi di atas rel membuat jalur tersebut tidak memungkinkan untuk dilintasi rangkaian kereta api demi menjamin aspek keselamatan perjalanan.
Berdasarkan data dari KAI Daop 2, tercatat sebanyak 145 calon penumpang telah memiliki tiket untuk keberangkatan KA Ciremai pada hari tersebut. KAI menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kendala operasional yang mengganggu rencana perjalanan para pelanggan.
Solusi bagi Penumpang: Pengalihan Rute dan Refund 100 Persen
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kenyamanan pelanggan, pihak KAI menawarkan dua opsi utama bagi para penumpang yang terdampak:
- Pengalihan ke KA Harina: Penumpang KA Ciremai ditawarkan untuk beralih ke KA Harina dengan rute Bandung-Semarang Tawang-Surabaya Pasarturi. Kereta ini dijadwalkan berangkat pada hari yang sama, Sabtu malam, pukul 21.35 WIB.
- Pembatalan Tiket Secara Penuh: Bagi calon penumpang yang tidak bersedia dialihkan perjalanannya, KAI memberikan opsi pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan.
Prosedur Klaim dan Batas Waktu Refund
Proses pembatalan tiket dan pengembalian dana dapat dilakukan secara langsung melalui loket stasiun atau melalui layanan pelanggan Contact Center KAI 121. Penting untuk diperhatikan bahwa batas waktu pengajuan pengembalian bea tiket adalah 7 hari terhitung sejak tanggal dan jam keberangkatan yang tercantum pada tiket penumpang.
Kuswardojo menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Upaya pengalihan perjalanan dilakukan agar masyarakat tetap dapat mencapai tujuannya dengan aman meskipun terjadi kendala alam di jalur utama Pantura.


















