Lonjakan trafik udara yang signifikan mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo, di mana PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatatkan pertumbuhan penumpang mencapai 28,73 persen selama periode libur panjang Februari 2026. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini tidak hanya menjadi ajang mudik bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga memicu pergerakan wisatawan domestik yang memanfaatkan masa libur sejak tanggal 11 hingga 15 Februari 2026. Berdasarkan data resmi manajemen, tren kenaikan ini mencerminkan pulihnya gairah sektor transportasi udara di wilayah Jawa Tengah, khususnya Solo Raya, yang didorong oleh sinergi antara pelayanan prima dan aktivasi budaya di terminal bandara. Peningkatan jumlah penumpang yang konsisten setiap harinya menunjukkan bahwa Bandara Adi Soemarmo tetap menjadi pintu gerbang strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di tengah perayaan hari besar nasional.
Analisis Pertumbuhan Penumpang dan Statistik Operasional
Peningkatan jumlah penumpang sebesar 28,73 persen di Bandara Adi Soemarmo bukanlah angka yang muncul secara mendadak, melainkan hasil dari eskalasi trafik yang terpantau sejak hari pertama periode libur Imlek. Pada tanggal 11 Februari 2026, tercatat sebanyak 2.238 orang yang melakukan perjalanan melalui bandara ini, baik penumpang yang datang maupun berangkat. Angka ini kemudian terus merangkak naik seiring dengan mendekatnya hari puncak perayaan. Pada 12 Februari, volume penumpang meningkat menjadi 2.503 orang, disusul dengan lonjakan tajam pada 13 Februari yang mencapai 2.896 orang. Tren positif ini bertahan hingga akhir pekan, dengan catatan 2.835 penumpang pada 14 Februari dan ditutup dengan 2.881 penumpang pada 15 Februari 2026. Kenaikan ini jauh melampaui rata-rata harian normal, yang mengindikasikan bahwa daya tarik Solo sebagai destinasi budaya dan pusat perayaan Imlek di Jawa Tengah sangat kuat.
Secara lebih mendalam, lonjakan ini selaras dengan prediksi nasional yang dikeluarkan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Sebagai bagian dari pengelola 37 bandara di seluruh Indonesia, InJourney Airports memprediksi total pergerakan penumpang mencapai 1,7 juta orang di seluruh jaringan bandara mereka selama periode libur Imlek 2026. Di Bandara Adi Soemarmo sendiri, manajemen telah melakukan berbagai persiapan operasional untuk memastikan kelancaran arus penumpang yang meningkat hampir 30 persen tersebut. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Adi Soemarmo, Hery Purwanto, menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan sinyal positif bagi industri penerbangan nasional, di mana kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara terus terjaga dengan baik melalui standarisasi layanan yang ketat dan efisien.
| Tanggal (Februari 2026) | Jumlah Penumpang (Orang) | Keterangan |
|---|---|---|
| 11 Februari | 2.238 | Awal Periode Libur |
| 12 Februari | 2.503 | Peningkatan Bertahap |
| 13 Februari | 2.896 | Puncak Arus Keberangkatan |
| 14 Februari | 2.835 | Stabilitas Trafik |
| 15 Februari | 2.881 | Arus Balik Liburan |
Manifestasi Budaya dan Aktivasi Tematik di Terminal Bandara
Tidak hanya fokus pada aspek operasional dan angka pertumbuhan, Bandara Adi Soemarmo juga menghadirkan pengalaman emosional bagi para pengguna jasa melalui rangkaian acara bertajuk “Imlek di Bandara”. Pada Selasa, 17 Februari 2026, suasana terminal diubah menjadi panggung budaya dengan kehadiran atraksi Barongsai dan Liong yang memukau. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Lion Dance Sparta dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta dan Lion Dance Tripusaka Surakarta. Kehadiran kelompok barongsai profesional ini memberikan warna tersendiri bagi estetika terminal yang sudah dihiasi dengan ornamen khas Imlek, mulai dari lampion merah yang menjuntai hingga dekorasi tematik di setiap sudut ruang tunggu, menciptakan nuansa hangat dan meriah bagi siapa saja yang melintas.
Prosesi pertunjukan dimulai dengan parade yang sangat dinamis, bergerak dari lobi kedatangan hingga lobi keberangkatan, sebelum akhirnya mencapai puncaknya di ruang tunggu keberangkatan domestik. Gerakan lincah para penari barongsai yang diiringi tabuhan drum dan simbal tidak hanya menarik perhatian penumpang dewasa, tetapi juga anak-anak yang tampak antusias memberikan angpau kepada para penari sebagai bagian dari tradisi. Aktivasi ini merupakan bagian dari komitmen InJourney Airports untuk menghadirkan thematic decoration dan beragam kegiatan di 37 bandara yang mereka kelola, termasuk parade barongsai serupa yang juga diselenggarakan di Bandara Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai Bali, hingga Bandara Sentani Jayapura. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bandara bukan sekadar tempat transit, melainkan ruang publik yang mampu melestarikan tradisi dan memberikan hiburan berkualitas.
Pelayanan Prima dan Harapan di Tahun Kuda 2577 Kongzili
Di balik kemeriahan atraksi budaya, manajemen Bandara Adi Soemarmo juga menyelipkan sentuhan personal dalam pelayanannya. Para penumpang yang sedang menanti jadwal penerbangan dikejutkan dengan pembagian souvenir khas Imlek berupa kue keranjang dan cokelat. Pembagian panganan tradisional ini memiliki filosofi mendalam tentang kerukunan dan kemanisan hidup, yang diharapkan dapat dirasakan oleh para penumpang selama perjalanan mereka. Hery Purwanto menjelaskan bahwa pemberian souvenir ini adalah bentuk apresiasi kepada pengguna jasa yang telah memilih Bandara Adi Soemarmo. “Kami ingin memberikan pengalaman tersendiri yang berkesan bagi para penumpang. Selain sebagai hiburan, ini adalah upaya kami untuk terus melestarikan tradisi lokal dan memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat,” ungkap Hery saat ditemui di tengah acara.
Memasuki Tahun Kuda dalam kalender Cina 2577 Kongzili, Hery Purwanto membawa visi optimisme bagi masa depan Bandara Adi Soemarmo. Simbol kuda yang melambangkan kecepatan, kekuatan, dan kemajuan menjadi inspirasi bagi pihak pengelola untuk terus “berpacu” dalam meningkatkan kualitas layanan demi mendukung visi Indonesia Maju. Manajemen berkomitmen untuk terus membuka diri bagi kolaborasi dengan seluruh stakeholder, mulai dari maskapai penerbangan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ingin bermitra di area bandara, hingga instansi keamanan. Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bandara yang tidak hanya efisien secara bisnis, tetapi juga inklusif dan mampu memberikan pelayanan sepenuh hati kepada setiap individu yang menginjakkan kaki di bandara kebanggaan warga Solo ini.
Respons positif juga datang langsung dari para pengguna jasa, salah satunya adalah Bella, seorang penumpang tujuan Jakarta yang merasa sangat terhibur dengan rangkaian acara tersebut. Menurutnya, inisiatif bandara dalam menghadirkan hiburan tradisional seperti barongsai sangat efektif untuk mengurangi rasa jenuh saat menunggu keberangkatan. “Seru banget, suasana bandara jadi tidak kaku. Semoga acara-acara seperti ini lebih sering ditampilkan karena memberikan pengalaman yang berbeda dan sangat menghibur bagi kami yang sering bepergian,” ujar Bella dengan raut wajah gembira. Testimoni seperti ini menjadi indikator keberhasilan manajemen dalam mengimplementasikan konsep customer experience yang berorientasi pada kepuasan pelanggan di tengah lonjakan trafik yang padat.

















