Antusiasme masyarakat Indonesia untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman pada Lebaran 2026 mendatang telah memicu lonjakan signifikan dalam pemesanan tiket kereta api, dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan hampir setengah juta tiket dalam waktu singkat. Hingga Kamis, 5 Februari 2026, pukul 10.00 WIB, sebanyak 496.967 tiket kereta api untuk periode Angkutan Lebaran 11 Maret hingga 22 Maret 2026 telah ludes terjual, mengindikasikan tingginya minat dan kepercayaan publik terhadap moda transportasi darat ini. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan preferensi masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api yang dikenal aman dan nyaman, tetapi juga menyoroti efektivitas skema penjualan tiket H-45 yang memungkinkan perencanaan perjalanan lebih matang bagi jutaan calon pemudik di seluruh penjuru negeri.
Angka 496.967 tiket yang terjual ini merupakan cerminan nyata dari permintaan yang luar biasa tinggi, bahkan saat penjualan tiket baru dibuka untuk sebagian kecil dari total periode angkutan Lebaran. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa jumlah ini diperkirakan akan terus merangkak naik secara substansial mengingat penjualan tiket masih akan berlangsung hingga seluruh jadwal tersedia sesuai skema H-45. Sistem penjualan H-45, yang berarti tiket dapat dibeli 45 hari sebelum tanggal keberangkatan, dirancang khusus untuk memberikan fleksibilitas maksimal kepada masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik mereka. Ini memungkinkan calon penumpang untuk memilih tanggal, waktu, dan rute yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka jauh-jauh hari, sekaligus membantu KAI dalam mengelola distribusi penumpang agar tidak terjadi penumpukan pada satu titik waktu tertentu. Skema ini telah terbukti efektif dalam menyebarkan arus mudik, menjamin ketersediaan tiket untuk berbagai tanggal alternatif, dan meminimalisir kepadatan di stasiun serta di dalam kereta.
Puncak Arus Mudik dan Alternatif Perjalanan
Analisis data penjualan tiket menunjukkan pola preferensi yang jelas di kalangan pemudik. Tanggal keberangkatan yang paling diminati adalah H-3 Lebaran, atau 18 Maret 2026, dengan total 58.430 tiket yang telah terjual. Disusul ketat oleh H-2 Lebaran, yakni 19 Maret 2026, yang mencatat penjualan sebanyak 60.577 tiket. Kedua tanggal ini secara konsisten menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin tiba di kampung halaman beberapa hari sebelum perayaan Idul Fitri, memungkinkan mereka untuk bersilaturahmi lebih awal dan mempersiapkan diri menyambut hari raya. Sementara itu, untuk H-1 Lebaran (20 Maret 2026), 47.490 tiket telah dipesan. Pada hari H Lebaran atau H1 (21 Maret 2026), tercatat 41.228 tiket terjual, dan H2 Lebaran (22 Maret 2026) sebanyak 39.802 tiket telah dipesan. Meskipun tanggal-tanggal favorit ini menunjukkan tingkat okupansi yang sangat tinggi, KAI memastikan bahwa tiket untuk tanggal-tanggal lain di sekitar periode Lebaran masih tersedia dalam jumlah yang memadai. Ini memberikan peluang bagi masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu untuk memilih tanggal keberangkatan alternatif, sehingga tetap dapat menikmati perjalanan mudik yang nyaman tanpa harus berdesakan di tanggal puncak.
Penerapan skema penjualan bertahap H-45 bukan hanya memberikan keuntungan bagi penumpang, tetapi juga krusial bagi KAI dalam mengelola operasional secara lebih efisien dan proporsional. Dengan data penjualan awal, KAI dapat memprediksi pola pergerakan penumpang dan menyesuaikan kapasitas layanan. Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, KAI terus menyusun langkah-langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Ini termasuk rencana pengoperasian kereta api tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi rampung. Penambahan kapasitas ini sangat penting untuk mengakomodasi lonjakan permintaan yang tak terhindarkan selama periode mudik, memastikan bahwa lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan kereta api. Selain itu, KAI juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sarana perkeretaapian, mulai dari lokomotif hingga rangkaian kereta. Setiap aspek teknis dan non-teknis diperiksa secara detail untuk memastikan bahwa semua layanan berada dalam kondisi prima, optimal, dan memenuhi standar keselamatan tertinggi saat melayani jutaan pelanggan pada periode puncak mudik dan balik. Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama KAI, yang tercermin dari upaya maksimal dalam perawatan dan persiapan armada.
Sistem Tiket Modern dan Transparan untuk Keamanan Penumpang
Dalam upaya menjaga ketertiban dan integritas layanan, KAI menerapkan mekanisme sistem ticketing yang sangat transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama. Aturan ini dirancang untuk mencegah praktik percaloan dan memastikan bahwa tiket digunakan oleh individu yang berhak. Proses boarding pun kini didukung oleh pemanfaatan teknologi canggih seperti face recognition, yang mempercepat proses verifikasi identitas dan meningkatkan keamanan. Selain itu, KAI juga menerapkan pembatasan transaksi per kode booking untuk lebih memperketat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan. Masyarakat diimbau keras untuk melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi KAI, yaitu aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta mitra resmi Online Travel Agent
















