- Optimalisasi Fasilitas: Peningkatan layanan imigrasi dan bea cukai untuk memastikan proses kedatangan wisatawan mancanegara berjalan cepat dan nyaman.
- Efisiensi Waktu: Pengurangan waktu tempuh dari 13 jam menjadi kurang dari 4 jam secara langsung meningkatkan daya tarik Manado sebagai destinasi liburan singkat (short getaway).
- Konektivitas Regional: Menjadikan Manado sebagai hub penghubung bagi wisatawan Asia Timur yang ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah timur Indonesia lainnya.
- Dampak Ekonomi Lokal: Estimasi peningkatan okupansi hotel dan aktivitas belanja di pusat kerajinan serta kuliner di Kota Manado dan sekitarnya.
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, yang turut hadir dalam penyambutan tersebut, memberikan jaminan bahwa Kota Manado siap menjadi tuan rumah yang baik. Ia berharap rute ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi rute reguler yang berkesinambungan. Kesiapan kota dalam hal kebersihan, keamanan, dan keragaman atraksi wisata menjadi prioritas utama pemerintah kota guna memberikan pengalaman berkesan bagi para turis asal Taiwan. Dengan adanya koordinasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, otoritas bandara, dan pihak maskapai, Sulawesi Utara optimis dapat merebut pangsa pasar wisatawan Asia Timur secara lebih agresif di masa depan.
Secara keseluruhan, inagurasi rute TransNusa Taipei-Manado ini menjadi tonggak sejarah baru dalam industri penerbangan di Sulawesi Utara. Langkah ini diharapkan memberikan dampak domino yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan frekuensi penerbangan yang terjadwal setiap lima hari, diharapkan akan ada aliran modal dan pertukaran budaya yang lebih intensif antara Taiwan dan Indonesia, yang pada akhirnya mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
















